... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sempat Diveto AS, Resolusi Perlindungan Sipil Palestina Diajukan Lagi

Foto: Abu Sabla dievakuasi setelah tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel dan menancap di wajahnya saat aksi Great March of Return di sepanjang perbatasan Gaza, timur Khan Younis, pada 8 Juni 2018. (Reuters)

KIBLAT.NET, New York- Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada hari Rabu (13/06/2018) waktu New York, Amerika Serikat, secara mutlak telah mengesahkan resolusi mengenai perlindungan warga sipil Palestina melalui pemungutan suara. Delegasi Indonesia menjadi salah satu delegasi yang terdepan dalam mendukung serta menjadi co-sponsor utama dalam resolusi dimaksud.

Resolusi yang berjudul Protection of Palestinian Civilians telah dipungut suarakan dengan hasil akhir 120 mendukung, 8 menolak dan 45 negara abstain.

Pengesahan resolusi ini merupakan bukti nyata keberpihakan dan dukungan politis dunia internasional terhadap situasi dan kondisi warga sipil Palestina yang selama ini telah mengalami pelanggaran HAM oleh Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi berikut jajarannya di Jakarta sepanjang malam terus melakukan komunikasi intensif dengan Duta Besar/ Wakil Tetap RI untuk PBB di New York untuk memastikan dukungan Indonesia terhadap Palestina.

“Saya telah menginstruksikan Wakil Tetap RI di New York untuk melakukan penggalangan bersama Delegasi Turki dan Aljazair agar resolusi ini dapat disahkan dengan dukungan yang tinggi,“ kata Menlu.

Resolusi ini semula telah diajukan oleh Kuwait di Dewan Keamanan PBB namun tidak berhasil lolos akibat veto dari Delegasi AS. Atas inisiatif Indonesia dan sejumlah negara anggota lainnya, resolusi serupa kemudian diajukan kembali oleh Turki sebagai Ketua KTT OKI dan Aljazair sebagai Ketua Liga Arab melalui penyelenggaraan emergency special session Majelis Umum PBB.

BACA JUGA  Trump Batalkan Negosiasi Damai AS dengan Taliban

Resolusi ini meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk melakukan asesmen terhadap situasi di lapangan di wilayah pendudukan Palestina dan membuat laporan berikut rekomendasi guna menghentikan eskalasi kekerasan dan menyampaikannya kepada Majelis Umum dalam tempo waktu 60 hari.

Resolusi juga mengangkat krisis kemanusiaan di Jalur Gaza akibat blokade militer yang selama ini dilakukan oleh Israel. Secara khusus, masyarakat internasional diminta untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) sebagai badan PBB yang selama ini memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga dan pengungsi Palestina.

Dukungan konsisten Indonesia dalam setiap inisatif maupun resolusi PBB terkait Palestina menunjukkan komitmen kuat Indonesia bagi rakyat Palestina khususnya dalam menghadapi kesewenangan dan impunitas Pemerintah Israel yang bertentangan dengan hukum internasional, yakni Konvensi Jenewa mengenai perlindungan warga sipil, hukum HAM dan humaniter internasional.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

5 Hal Penunjang Ketaqwaan

Akan tetapi, untuk meraih derajat taqwa tidak lah semudah membalikkan tangan. Di sana ada perjuangan yang harus di tempuh dan pengorbanan yang harus dipersembahkan. Tidak sebagaimana anggapan kebanyakan, Ramadhan berlalu secara otomatis manusia bersih dari dosa.

Jum'at, 15/06/2018 06:00 0

Indonesia

Meningkat, BAZNAS Kumpulkan Rp59 Miliar Dana Zakat Selama Ramadhan

BAZNAZ Kumpulkan Rp59 Miliar Dana Zakat Selama Ramadhan 2018

Kamis, 14/06/2018 23:48 0

Indonesia

MUI Akan Kaji Fatwa Haram ke Israel

Majelis Ulama Indonesia akan mengkaji fatwa haram ke Israel bagi Warga Negara Indonesia yang diusulkan oleh Wakil DPR RI Fahri Hamzah.

Kamis, 14/06/2018 21:45 0

Indonesia

Persis Persoalkan Pidato Yahya Staquf di Israel

Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zainuddin turut angkat bicara terkait polemik lawatan Yahya Chalil Staquf ke Israel.

Kamis, 14/06/2018 21:17 0

Indonesia

Soal Lawatan ke Israel, KH Ma’ruf dan Yahya Staquf Berseberangan

Rois Aam PBNU, KH Makruf Amin mengungkapkan tidak sependapat dengan Katib Aam PBNU Chalil Yahya Staquf terkait lawatannya ke Israel.

Kamis, 14/06/2018 20:53 0

Indonesia

Besok Lebaran, MUI: Kuburkan Kesalahpahaman, Hindari Kegaduhan

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Hari Raya Idul Fitri tahun ini hampir tidak ada perbedaan.

Kamis, 14/06/2018 20:38 0

Indonesia

Hasil Rukyat Mahad Aly An-Nur: Jumat 15 Juni Lebaran

KIBLAT.NET, Solo- Mahad Aly An-Nur, Sukoharjo mengumumkan, 1 Syawal 1949H atau Hari Raya Idul Fitri...

Kamis, 14/06/2018 19:51 0

Indonesia

Isbat Kemenag Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada Jumat 15 Juni

Kementerian Agama mengumumkan bahwa 1 Syawal 1439H/2018M jatuh pada hari Jumat ( 15/06/2018).

Kamis, 14/06/2018 19:09 0

Artikel

Tanda-tanda Diterimanya Amal di Bulan Ramadhan

Ramadhan sudah akan meninggalkan kita. Musim dilipatgandakannya amalan sudah selesai. Ramadhan tahun ini sudah menyelesaikan tugasnya dalam mendidik kita. namun, berhasilkah kita dalam madrasah Ramadhan tahun ini? Sudahkah amal Ramadhan kita diterima oleh Allah?

Kamis, 14/06/2018 16:13 0

Fikih

Hukum Membaca Al-Quran di Kuburan

Ziarah ke kuburan sudah menjadi tradisi masyarakat kita setiap kali menjelang lebaran. Biasanya, selain membersihkan makam dan berdoa, mereka juga sering meyertakannya dengan membaca Al-Qur’an Surat Yasin.

Kamis, 14/06/2018 13:00 0

Close