... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MA Tolak Kasasi Alfian Tanjung, Pengacara Ungkap Kejanggalan

Foto: Alfian Tanjung usai menjalani pemeriksaan terdakwa pada sidang ke 15 di pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018) (KIBLAT.NET/MUHAMMAL JUNDII)

KIBLAT.NET, Surabaya- Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Alfian Tanjung terkait kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Surabaya. Alfian dijerat 2 tahun penjara karena menyebut Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Amar putusan menolak kasasi terdakwa dan jaksa penuntut umum,” seperti dikutip dari situs Mahkamah Agung (MA), Jumat (08/06/2018).

Perkara ini diputus oleh Ketua Majelis Hakim Andi Samsan Nganro dengan Anggota Majelis Hakim Eddy Army dan Margono pada 7 Juni 2018. Dari petikan putusan di situs MA, tercantum perkara ini masuk dalam klasifikasi perkara penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Atas putusan ini, Kuasa hukum Alfian Tanjung, Abdullah Al Katiri mengungkapkan bahwa MA tersebut menggunakan pertimbangan putusan PN Surabaya yang banyak kejanggalannya.

“Karena putusan Banding Pengadilan Tinggipun juga memperkuat Putusan PN Surabaya. Dan kejanggalan-kejanggalan dari pertimbangan pertimbangan Majelis Hakim PN Surabaya saya lihat ada lima,” ungkapnya dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (10/06/2018).

Pertama, Katiri menyebut bahwa barang bukti yang diajukan JPU dalam perkara Surabaya dinilai rusak. Satu-satunya bukti yang digunakan adalah video di dalam flashdisk yang digunakan pelapor.

“Dia (pelapor) hanya mendownload dari YouTube dan menyimpannya di flashdisk dan flashdisk tersebut digunakan untuk melapor. Pada saat diputar di persidangan pertama, pada menit ke 5 sampai 6 vidio tersebut berhenti, tidak bisa diputar secara utuh,” ungkap Al Katiri.

BACA JUGA  Majelis Pertubuhan Islam Malaysia: Rezim Mesir Bertanggungjawab Atas Wafatnya Mursi

Menurut ahli digital forensik, Katiri menyebutkan bahwa flashdisk tersebut memang rusak dari awal. Sehingga barang bukti tidak bisa digunakan sebagai alat bukti yang sah seperti yang diatur dalam Pasal 6 UU ITE yang bunyinya barang bukti dapat digunakan sebagai alat bukti yg sah jika barang bukti yang digunakan harus dapat diakses secara utuh dalam persidangan dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menerangkan suatu hal.

Selain itu, kejanggalan yang dirasakan oleh Al Katiri adalah dakwaan jaksa tidak menggunakan UU ITE melainkan Pasal 16 jo pasal 4 huruf b butir 2 UU nomor 40 tahun 2008 mengenai diskriminasi ras dan etnis.

“Harusnya putusan hakim menggunakan UU ITE karena barang buktinya menggunakan menggunakan perangkat elektronik yaitu sebuah flashdisk,” ungkapnya.

Katiri juga menyebutkan bahwa kejanggalan berikutnya ialah saat status Alfian masih tersangka, barang bukti belum diuji di laboratorium. Sedangkan menurut Perkap nomor 10 tahun 2009 pasal 1 poin 7 disebutkan barang bukti yang sah adalah yang sudah diuji laboratorium.

“Dan faktanya barang bukti tersebut tidak diuji di laboratorium forensik karena rusak,” ungkapnya.

Selanjutnya ialah status tersangka Alfian Tanjung. Menurut Katiri, tersangka itu ditentukan setelah adanya 2 alat bukti. Namun, dalam perkara Surabaya, ahli hukum dan IT diperiksa jauh setelah status tersangka disematkan pada Alfian.

“Tersangkanya itu 30 Mei 2017, saksi diperiksa Juni-Juli, bahkan Agustus,” ungkapnya.

BACA JUGA  Penjelasan Polri Dinilai Menyakitkan Bagi Keluarga Korban Tewas Ricuh 21-23 Mei

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan vonis dua tahun penjara pada Alfian, terkait kasus ujaran kebencian saat memberikan ceramah di sebuah masjid di Surabaya pada Februari 2017. Alfian kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Namun, majelis hakim tetap menjatuhkan vonis pada Alfian.

Perkara ini berawal dari rekaman video ceramah yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Alfian menyebut bahwa ‘Jokowi adalah PKI’, ‘Cina PKI’, ‘Ahok harus dipenggal kepalanya’, dan ‘Kapolda Metro Jaya diindikasikan PKI’. Rekaman itu kemudian dilaporkan oleh warga Surabaya bernama Sujatmiko ke Bareskrim Polri.

Majelis hakim menyatakan Alfian terbukti melakukan perbuatannya, namun hal itu bukan termasuk dalam perbuatan pidana. Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan Alfian mengulang pernyataan dan disebarkan oleh media yang tidak terdaftar di Dewan Pers. Sebelumnya Alfian dituntut melanggar pasal 29 ayat (2) UU 11/2008 tentang ITE.

Perkara itu berbeda dari kasus ujaran kebencian Alfian Tanjung yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pada 30 Mei lalu, hakim menyatakan dakwaan terhadap Alfian, soal tudingan banyaknya anggota Partai Komunis Indonesia di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tidak terbukti.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Dihantui Layang-layang Api, Israel Kerahkan Sniper hingga Pesawat Tempur

Pesawat Israel memberikan tembakan peringatan terhadap sekelompok orang yang siap-siap menerbangkan balon dan layang-layang api di perbatasan Gaza-Israel, Sabtu (09/06/2018).

Ahad, 10/06/2018 05:54 0

Asia

Larangan Hijab Siswa di SD Thailand Selatan, Memicu Konflik Tak Usai Jeda

Baru-baru ini, pihak pengelola dan guru di Sekolah Anuban Pattani, sebuah Sekolah Dasar terletak di tengah kota provinsi Pattani telah mengeluarkan surat keputusan melarang pemakaian jilbab, atau jilbab Muslim di kelas, pada (21/5/2018) yang lalu.

Sabtu, 09/06/2018 17:01 0

Afghanistan

Jelang Idul Fitri, Taliban Umumkan Gencatan Senjata hingga Pembebasan Tahanan

Imarah Islam Afghanistan mengeluarkan pengumuman gencatan senjata selama hari raya Idul Fitri. Hal itu disampaikan Taliban dalam himbauan kepada seluruh anggota.

Sabtu, 09/06/2018 16:22 0

Opini

Matinya Keadilan, Suburnya Kediktatoran

Tidak heran bila masyakat menganggap rezim Jokowi begitu represif dan otoriter. Hal ini bisa dilihat dari penonaktifan seorang Guru Besar Fakultas Hukum dari UNDIP, Prof Suteki. Saat ini, Beliau menghadapi sidang kode etik atas dugaan keterkaitannya dalam HTI, sehingga pihak kampus memberhentikannya sementara dari jabatan Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum, Ketua Senat Fakultas Hukum, dan Anggota Senat Akademik.

Sabtu, 09/06/2018 15:35 0

Artikel

Apakah Terorisme Negara Hanya Mitos?

Karena teror negara adalah masalah dunia yang utama dan terus tumbuh. Negara sekecil apapun lebih mempunyai kekuatan untuk melakukan teror dibanding organisasi teroris non-negara paling terampil sekalipun. Dan sejak perang dunia II hingga hari ini, kita masih terus menyaksikan berbagai teror yang disponsori negara terhadap etnis tertentu ataupun kelompok politik tertentu, dan mengakibatkan kematian

Sabtu, 09/06/2018 15:18 0

Opini

Di Balik ‘Manuver’ Israel Melarang Wisatawan Berpaspor Indonesia

Kebijakan ini disebut sebagai tindakan balasan atas pelarangan warga Israel berkunjung ke Indonesia setelah kekerasan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina.

Sabtu, 09/06/2018 14:57 0

Palestina

(Foto) Ketika Tabung Gas Air Mata Israel Menancap di Wajah Abu Sabla

KIBLAT.NET, Gaza- Seorang pengunjuk rasa Palestina tak kuasa menahan sakit akibat tabung gas air mata...

Sabtu, 09/06/2018 06:38 0

Palestina

Kenakan Rompi Mendiang Putrinya, Ibunda Razan Al Najjar Jadi Relawan Medis

Ibunda mendiang Razan Al Najjar pada Jumat (08/06/2018) ikut menjadi sukarelawan medis, mengobati pengunjuk rasa yang terluka di perbatasan Gaza.

Sabtu, 09/06/2018 05:50 0

Arab Saudi

Pengadilan Saudi Vonis Mati Empat Sel Teroris Iran

"Para teroris dilatih di kamp-kamp di Iran dan berencana untuk membunuh tokoh-tokoh terkemuka," tambah media itu.

Jum'at, 08/06/2018 16:50 0

Australia

Pasukan Australia Dilaporkan Terlibat Kejahatan Perang di Afghanistan

Penyelidikan, yang dilaporkan oleh Fairfax Media menyebutkan, beberapa tentara Australia terlibat dalam kekerasan yang tidak sah dan ilegal selama operasi yang mengabaikan HAM.

Jum'at, 08/06/2018 16:16 0

Close