... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dihantui Layang-layang Api, Israel Kerahkan Sniper hingga Pesawat Tempur

Foto: Pejuang Gaza tengah menyiapkan layang-layang api untuk dijatuhkan di wilayah Israel

KIBLAT.NET, Gaza- Balon dan layang-layang api menjadi ancaman serius bagi ekonomi Israel. Pasalnya senjata ‘mainan’ itu menyababkan kebakaran lahan yang sangat luas.

Pesawat Israel memberikan tembakan peringatan terhadap sekelompok orang yang siap-siap menerbangkan balon dan layang-layang api di perbatasan Gaza-Israel, Sabtu (09/06/2018). Ini pertama kalinya Israel menanggapi serangan balon dan layangan sebagai ancaman serius.

“Melihat sekelompok warga Palestina menyiapkan balon yang dilengkapi alat peledak sehingga menyebabkan kebakaran dan kerusakan serius di wilayah Israel. Sebagai tanggapan, sebuah pesawat Israel menembakan peringatan di dekat kelompok itu,” ungkap Israel dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Alaraby.

Israel mengklaim penggunaan pesawat adalah pertama kali untuk menghadang orang-orang yang akan menerbangkan layang-layang dan balon api. Selain itu, Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan mengatakan penembak jitu Israel harus menembak layang-layang yang terbang dari perbatasan.

“Saya mengharapkan IDF (pasukan Israel) untuk menangani selebaran layang-layang ini persis seperti teroris, dan pembunuhan yang ditargetkan IDF juga harus diterapkan pada selebaran layang-layang ini,” ungkapnya.

Layang-layang menjadi simbol perlawanan Great March of Return yang meletus sejak tanggal 30 Maret. Layang-layang adalah taktik terbaru, yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi pada Israel. Sementara serangan dapat dilakukan dari jarak jauh untuk menghindari tembakan pasukan Israel.

Tak ada korban jiwa maupun luka akibat serangan ‘mainan’ tersebut. Namun sekitar 2.250 hektar ladang dan dataran Israel terbakar. Ditambah angin dari Mediterania turut memperbesar kobaran api. Israel mengklaim kerugian mencapai $ 2,5 juta.

BACA JUGA  Muncul Partai Indonesia Beradab, Usung Misi Lanjutkan Perjuangan Ulama

Perlu diketahui, selama sebelas pekan aksi Great March of Return di perbatasan Gaza-Israel, lebih dari 129 jiwa warga Palestina tewas di tangan Israel. Korban tak hanya dari peserta aksi dan sipil, tetapi juga jurnalis dan paramedis.

Menurut Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, lebih dari 600 layang-layang yang diluncurkan dari Gaza sejauh ini, sekitar 400 layang-layang telah dihadang.

Sumber: Alaraby
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mudahkan Identifikasi, Koper dan Paspor Jemaah Haji Diberi Tanda Warna

Satu lagi terobosan layanan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Tahun ini, koper dan paspor jemaah akan diberi tanda warna.

Sabtu, 09/06/2018 20:35 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Penuhi Panggilan Israel Lukai Rakyat Palestina

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Tengku Zulkarnain mengecam jika ada tokoh umat Islam Indonesia yang datang ke Israel. Menurutnya, tindakan tersebut menghianati undang-undang dasar 1945.

Sabtu, 09/06/2018 20:27 0

Indonesia

PBNU: Kehadiran Gus Yahya ke Israel Atas Nama Pribadi

Ketua PBNU H Robikin Emhas mengatakan bahwa kedatangan Katib Aam PBNU Yahya Staquf tidak mewakili PBNU. Ia menyatakan bahwa kehadiran itu atas nama pribadi.

Sabtu, 09/06/2018 18:00 0

Indonesia

Beredar Undangan Israel untuk Gus Yahya Jadi Pembicara di Tel Aviv

Katib Aam PBNU KH Yahya Chalil Staquf berencana untuk datang ke Israel. Kedatangan itu memenuhi undangan dari The Israel Council on Foreign Relations menjadi pembicara.

Sabtu, 09/06/2018 16:53 0

Indonesia

Solidaritas Palestina Dituding Penyebab Terorisme, Ini Jawaban ACT

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut bahwa solidaritas terhadap Palestina adalah salah satu penyebab terorisme. Menjawab hal itu, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap mengungkapkan bahwa sejarah bangsa Indonesia masih memiliki hutang kepada Palestina.

Sabtu, 09/06/2018 16:25 0

Indonesia

Hanya Berbekal 2 Pucuk Senjata, Ali Kalora Lanjutkan Perjuangan Santoso

Ali juga berpesan kepada para pendukungnya agar jangan pernah berpikir untuk negosiasi ataupun menyerah. Ia mengungkapkan kondisi kelompok MIT yang hanya memiliki dua pucuk senapan melawan aparat yang beribu-ribu jumlahnya, tapi masih berjuang sampai saat ini.

Sabtu, 09/06/2018 16:13 1

Indonesia

Dari Hutan Poso, Mujahidin Indonesia Timur Rilis Video Berdurasi 2 Menit

Sejak kematian Santoso pada Juli 2016, lama tidak terdengar kabar dari Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok yang dimasukkan ke daftar teroris oleh pemerintah Indonesia ini muncul lagi dengan sebuah tayangann video yang beredar di media sosial

Sabtu, 09/06/2018 15:52 0

Opini

Matinya Keadilan, Suburnya Kediktatoran

Tidak heran bila masyakat menganggap rezim Jokowi begitu represif dan otoriter. Hal ini bisa dilihat dari penonaktifan seorang Guru Besar Fakultas Hukum dari UNDIP, Prof Suteki. Saat ini, Beliau menghadapi sidang kode etik atas dugaan keterkaitannya dalam HTI, sehingga pihak kampus memberhentikannya sementara dari jabatan Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum, Ketua Senat Fakultas Hukum, dan Anggota Senat Akademik.

Sabtu, 09/06/2018 15:35 0

Artikel

Apakah Terorisme Negara Hanya Mitos?

Karena teror negara adalah masalah dunia yang utama dan terus tumbuh. Negara sekecil apapun lebih mempunyai kekuatan untuk melakukan teror dibanding organisasi teroris non-negara paling terampil sekalipun. Dan sejak perang dunia II hingga hari ini, kita masih terus menyaksikan berbagai teror yang disponsori negara terhadap etnis tertentu ataupun kelompok politik tertentu, dan mengakibatkan kematian

Sabtu, 09/06/2018 15:18 0

Opini

Di Balik ‘Manuver’ Israel Melarang Wisatawan Berpaspor Indonesia

Kebijakan ini disebut sebagai tindakan balasan atas pelarangan warga Israel berkunjung ke Indonesia setelah kekerasan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina.

Sabtu, 09/06/2018 14:57 0

Close