... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Buddha Garis Keras Myanmar Masuk Daftar Hitam Facebook

Foto: Biksu Ashin Wirathu.

KIBLAT.NET, Rakhine- Facebook telah memasukkan kelompok Buddha garis keras Myanmar ke daftar hitam. Pasalnya unggahan mereka berisi ujaran kebencian dan hasutan untuk melakukan kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya.

Facebook mengumumkan kebijakannya pada Jumat (07/06/2018) seperti dilansir dari Channel News Asia. Peneliti PBB menyebutkan bahwa di Myanmar, pidato dan konten untuk melakukan kekerasan terhadap Rohingya merajalela di Facebook.

Sejumlah nama-nama telah masuk ke daftar hitam dan tidak bisa memiliki akun Facebook. Termasuk nasionalis Budha Ma Ba Tha dan biarawan lainnya yang terkenal memicu kebencian terhadap Rohingya. Biksu-biksu ekstremis, Parmaukkha dan Thuseitta bergabung dengan rekan sejawat mereka, Wirathu turut masuk daftar hitam.

“Mereka tidak diizinkan hadir di Facebook, dan kami akan menghapus semua akun dan konten yang mendukung, memuji atau mewakili individu atau organisasi ini,” kata Manajer Kebijakan Konten David Caragliano.

Sementara itu aktivis mengkritik lambatnya Facebook dalam menanggapi laporan-laporan terkait ujaran kebencian terhadap Rohingya. Di mana, postingan dapat bertahan lebih dari 48 jam sebelum akhirnya dihapus Facebook.

Menanggapi hal itu, Facebook mengakui lambannya dalam menanggapi laporan. Guna mengatasi hal itu, Wakil Presiden Kebijakan Publik Facebook di Asia-Pasifik Simon Milner mengatakan akan mendatangkan krunya dari Singapura dan Bangkok untuk bekerja di Myanmar.

Facebook juga mengatakan bahwa akan meningkatkan langkah-langkah untuk mencegah akun palsu dan memblokir konten yang melanggar sembari terus memperbaiki sistem untuk menerima laporan konten berbahaya.

BACA JUGA  Myanmar Tolak Diselidiki atas Kejahatan terhadap Muslim Rohingya

Sekitar 700.000 Rohingya melarikan ke berbatasan Bangladesh-Myanmar sejak Agustus 2017. Mereka melarikan diri akibat adanya kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar dan kelompok radikal Buddha.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BMH Jatim Gelar Buka Puasa Bareng di Kampung Muallaf Tengger

Kali ini BMH Perwakilan Jawa Timur pada Jumat (08/06/2018) menyalurkan bantuan berupa 500 paket sembako untuk warga di Kampung Muallaf Suku Tengger,

Ahad, 10/06/2018 08:05 0

Indonesia

MA Tolak Kasasi Alfian Tanjung, Pengacara Ungkap Kejanggalan

Alfian dijerat 2 tahun penjara karena menyebut Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebagai antek Partai Komunis Indonesia

Ahad, 10/06/2018 07:01 0

Indonesia

Mudahkan Identifikasi, Koper dan Paspor Jemaah Haji Diberi Tanda Warna

Satu lagi terobosan layanan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Tahun ini, koper dan paspor jemaah akan diberi tanda warna.

Sabtu, 09/06/2018 20:35 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Penuhi Panggilan Israel Lukai Rakyat Palestina

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Tengku Zulkarnain mengecam jika ada tokoh umat Islam Indonesia yang datang ke Israel. Menurutnya, tindakan tersebut menghianati undang-undang dasar 1945.

Sabtu, 09/06/2018 20:27 0

Indonesia

PBNU: Kehadiran Gus Yahya ke Israel Atas Nama Pribadi

Ketua PBNU H Robikin Emhas mengatakan bahwa kedatangan Katib Aam PBNU Yahya Staquf tidak mewakili PBNU. Ia menyatakan bahwa kehadiran itu atas nama pribadi.

Sabtu, 09/06/2018 18:00 0

Indonesia

Beredar Undangan Israel untuk Gus Yahya Jadi Pembicara di Tel Aviv

Katib Aam PBNU KH Yahya Chalil Staquf berencana untuk datang ke Israel. Kedatangan itu memenuhi undangan dari The Israel Council on Foreign Relations menjadi pembicara.

Sabtu, 09/06/2018 16:53 0

Indonesia

Solidaritas Palestina Dituding Penyebab Terorisme, Ini Jawaban ACT

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut bahwa solidaritas terhadap Palestina adalah salah satu penyebab terorisme. Menjawab hal itu, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap mengungkapkan bahwa sejarah bangsa Indonesia masih memiliki hutang kepada Palestina.

Sabtu, 09/06/2018 16:25 0

Indonesia

Hanya Berbekal 2 Pucuk Senjata, Ali Kalora Lanjutkan Perjuangan Santoso

Ali juga berpesan kepada para pendukungnya agar jangan pernah berpikir untuk negosiasi ataupun menyerah. Ia mengungkapkan kondisi kelompok MIT yang hanya memiliki dua pucuk senapan melawan aparat yang beribu-ribu jumlahnya, tapi masih berjuang sampai saat ini.

Sabtu, 09/06/2018 16:13 1

Indonesia

Dari Hutan Poso, Mujahidin Indonesia Timur Rilis Video Berdurasi 2 Menit

Sejak kematian Santoso pada Juli 2016, lama tidak terdengar kabar dari Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok yang dimasukkan ke daftar teroris oleh pemerintah Indonesia ini muncul lagi dengan sebuah tayangann video yang beredar di media sosial

Sabtu, 09/06/2018 15:52 0

Opini

Matinya Keadilan, Suburnya Kediktatoran

Tidak heran bila masyakat menganggap rezim Jokowi begitu represif dan otoriter. Hal ini bisa dilihat dari penonaktifan seorang Guru Besar Fakultas Hukum dari UNDIP, Prof Suteki. Saat ini, Beliau menghadapi sidang kode etik atas dugaan keterkaitannya dalam HTI, sehingga pihak kampus memberhentikannya sementara dari jabatan Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum, Ketua Senat Fakultas Hukum, dan Anggota Senat Akademik.

Sabtu, 09/06/2018 15:35 0

Close