... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Solidaritas Palestina Dituding Penyebab Terorisme, Ini Jawaban ACT

Foto: Aksi solidaritas kepada bangsa Indonesia memiliki akar historis yang mendalam.

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut bahwa solidaritas terhadap Palestina adalah salah satu penyebab terorisme. Menjawab hal itu, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap mengungkapkan bahwa sejarah bangsa Indonesia masih memiliki hutang kepada Palestina.

“Kita belum membayar hutang budi kepada Palestina. Sebelum Palestina merdeka, kita masih menanggung hutang itu,” ungkap Senior Vice President ACT, Iqbal Setyarso kepada Kiblat.net, Rabu (06/06/2018).

Hutang budi yang dimaksud Iqbal adalah, Palestina sebelum Indonesia merdeka, telah mengajak dunia untuk memerdekakan Indonesia. Namun, untuk membalas budi tersebut, sampai hari ini Iqbal menyebut Indonesia belum memberi sumbangan yang berarti bagi kemerdekaan Palestina.

“Kalau mereka belum merdeka, dengan itu saja kita punya hutang. Apalagi kalau sekarang kita menganggap bahwa orang Palestina itu penyebab terorisme, ada yang salah dalam logika berpikir seperti itu,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan, orang seperti ini segera menyadari kekeliruannya,” lanjutnya.

Iqbal pun mengungkapkan bahaa Indonesia bisa selamat dan tentram karena ada orang-orang baik yang dizalimi, dan segenap rakyat Indonesia membantunya.

“Lalu mengapa kita tidak pernah bersuara terhadap biang keroknya, yaitu orang yang mendukung Israel. Kenapa kita malah yang dianggap teroris, ketika membantu saudara Palestina,” ungkapnya.

Iqbal  juga menuturkan, bahwa Indonesia tidak akan sejahtera seluruhnya jika tetap mendukung penjajahan Israel atas Palestina dengan menjabat erat Amerika.

BACA JUGA  Muncul Partai Indonesia Beradab, Usung Misi Lanjutkan Perjuangan Ulama

“Jika kita mendukung penjajahan, kita melanggar mukadimah undang-undang dasar kita. Undang-undang dasar itu yang membuat Indonesia bisa merdeka sampai sekarang. Apa kita mau menghianati pendiri bangsa ini, kalau menghianati bangsa Palestina dan juga tuduhan yang bertolak belakang belakang seperti ini menjadi aneh,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Jelang Idul Fitri, Taliban Umumkan Gencatan Senjata hingga Pembebasan Tahanan

Imarah Islam Afghanistan mengeluarkan pengumuman gencatan senjata selama hari raya Idul Fitri. Hal itu disampaikan Taliban dalam himbauan kepada seluruh anggota.

Sabtu, 09/06/2018 16:22 0

Opini

Matinya Keadilan, Suburnya Kediktatoran

Tidak heran bila masyakat menganggap rezim Jokowi begitu represif dan otoriter. Hal ini bisa dilihat dari penonaktifan seorang Guru Besar Fakultas Hukum dari UNDIP, Prof Suteki. Saat ini, Beliau menghadapi sidang kode etik atas dugaan keterkaitannya dalam HTI, sehingga pihak kampus memberhentikannya sementara dari jabatan Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum, Ketua Senat Fakultas Hukum, dan Anggota Senat Akademik.

Sabtu, 09/06/2018 15:35 0

Artikel

Apakah Terorisme Negara Hanya Mitos?

Karena teror negara adalah masalah dunia yang utama dan terus tumbuh. Negara sekecil apapun lebih mempunyai kekuatan untuk melakukan teror dibanding organisasi teroris non-negara paling terampil sekalipun. Dan sejak perang dunia II hingga hari ini, kita masih terus menyaksikan berbagai teror yang disponsori negara terhadap etnis tertentu ataupun kelompok politik tertentu, dan mengakibatkan kematian

Sabtu, 09/06/2018 15:18 0

Opini

Di Balik ‘Manuver’ Israel Melarang Wisatawan Berpaspor Indonesia

Kebijakan ini disebut sebagai tindakan balasan atas pelarangan warga Israel berkunjung ke Indonesia setelah kekerasan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina.

Sabtu, 09/06/2018 14:57 0

Palestina

(Foto) Ketika Tabung Gas Air Mata Israel Menancap di Wajah Abu Sabla

KIBLAT.NET, Gaza- Seorang pengunjuk rasa Palestina tak kuasa menahan sakit akibat tabung gas air mata...

Sabtu, 09/06/2018 06:38 0

Palestina

Kenakan Rompi Mendiang Putrinya, Ibunda Razan Al Najjar Jadi Relawan Medis

Ibunda mendiang Razan Al Najjar pada Jumat (08/06/2018) ikut menjadi sukarelawan medis, mengobati pengunjuk rasa yang terluka di perbatasan Gaza.

Sabtu, 09/06/2018 05:50 0

Arab Saudi

Pengadilan Saudi Vonis Mati Empat Sel Teroris Iran

"Para teroris dilatih di kamp-kamp di Iran dan berencana untuk membunuh tokoh-tokoh terkemuka," tambah media itu.

Jum'at, 08/06/2018 16:50 0

Australia

Pasukan Australia Dilaporkan Terlibat Kejahatan Perang di Afghanistan

Penyelidikan, yang dilaporkan oleh Fairfax Media menyebutkan, beberapa tentara Australia terlibat dalam kekerasan yang tidak sah dan ilegal selama operasi yang mengabaikan HAM.

Jum'at, 08/06/2018 16:16 0

Amerika

Pentagon Berencana Kurangi Jumlah Pasukan Khusus di Afrika

Para pejabat Pentagon dilaporkan tengah berdebat di internal mereka mengenai seberapa besar kekuatan pasukan khusus AS yang harus dikerahkan di Afrika.

Jum'at, 08/06/2018 15:45 0

Asia

Proyek Melayu Raya Gagas Bantuan Pakaian Baju Melayu untuk Kaum Dhuafa di Patani

Untuk itu, digagaslah sebuah proyek bernama Proyek Melayu Raya yang diselenggarakan oleh tim Persatuan Pengukir Malaysia. Proyek tersebut membawa amanah rakyat Malaysia berupa pakaian baju Melayu telah memberikan langsung bantuan untuk anak yatim dan fakir miskin di Patani dengan bekerjasama dengan In-South Patani, yang telah berlangsung pada Sabtu (26/5) lalu di Rumah Nusantara.

Jum'at, 08/06/2018 14:52 0

Close