... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jelang Idul Fitri, Taliban Umumkan Gencatan Senjata hingga Pembebasan Tahanan

KIBLAT.NET, Kabul- Imarah Islam Afghanistan mengeluarkan pengumuman gencatan senjata selama hari raya Idul Fitri. Hal itu disampaikan Taliban dalam himbauan kepada seluruh anggota.

Seperti dikutip dari Alemarah, Sabtu (09/06/2018) Taliban meminga agar seluruh anggotanya mematuhi lima arahan terkait keberlangsungan operasi Al Khandaq selama Hari Raya Idul Fitri 1439H/2018M.

Pertama, Taliban menyatakan gencatan senjata terhadap pasukan dalam negeri selama 1-3 Syawal. Taliban menginginkan agar selama Idul Fitri masyarakat dapat tenang dan berbahagia.

“Namun jika Mujahidin diserang (terlebih dahulu), mereka harus mempertahankan dengan kemampuan maksimal mereka,” ungkap Taliban.

Akan tetapi gencatan senjata tak berlaku bagi pasukan asing yang bertugas di Afghanistan. Taliban tetap menghimbau kepada seluruh anggotanya agar melanjutkan operasi selama itu menargetkan pasukan asing.

“Penjajah asing dikecualikan dalam poin pertama. Lanjutkan operasi kalian melawan mereka dan targetkan mereka di mana saja,” sambungnya dalam poin kedua.

Ketiga, Taliban menawarkan pembebasan bagi tahanan-tahanan anggota pasukan Afghanistan. Dengan kesepakatan, para tahanan yang dibebaskan tidak boleh kembali bergabung dengan barisan militer Afghanistan dan melawan Taliban.

Selain itu, Imarah Islam Afghanistan menyatakan akan memberikan fasilitas perayaan Idul Fitri bagi seluruh tahanan, baik itu kriminal dan politik.

“Semua narapidana di penjara Imarah Islam – baik itu kriminal atau politik – harus diberikan fasilitas untuk perayaan Idul Fitri dan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga dan orang-orang yang mereka cintai,” himbaunya di poin keempat.

BACA JUGA  Tak Lagi Wewenang MUI, Begini Cara Baru Pengurusan Sertifikat Halal

Kelima, guna mengantisipasi serangan musuh ke kerumunan penduduk sipil, anggota Taliban dilarang untuk bergabung dengan penduduk sipil. Pasalnya, seringkali serangan terhadap anggota Taliban dijadikan dalih oleh pasukan asing untuk menyerang pemukiman, tempat ibadah hingga pasar sipil.

“Mujahidin tidak boleh berpartisipasi dalam jemaat sipil di mana mungkin ada bahaya serangan udara. Sehingga musuh yang tidak manusiawi itu tidak akan bisa menggunakannya sebagai dalih untuk pemboman buta dan serangan terhadap sipil,” tukas Taliban.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hanya Berbekal 2 Pucuk Senjata, Ali Kalora Lanjutkan Perjuangan Santoso

Ali juga berpesan kepada para pendukungnya agar jangan pernah berpikir untuk negosiasi ataupun menyerah. Ia mengungkapkan kondisi kelompok MIT yang hanya memiliki dua pucuk senapan melawan aparat yang beribu-ribu jumlahnya, tapi masih berjuang sampai saat ini.

Sabtu, 09/06/2018 16:13 1

Indonesia

Dari Hutan Poso, Mujahidin Indonesia Timur Rilis Video Berdurasi 2 Menit

Sejak kematian Santoso pada Juli 2016, lama tidak terdengar kabar dari Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok yang dimasukkan ke daftar teroris oleh pemerintah Indonesia ini muncul lagi dengan sebuah tayangann video yang beredar di media sosial

Sabtu, 09/06/2018 15:52 0

Opini

Matinya Keadilan, Suburnya Kediktatoran

Tidak heran bila masyakat menganggap rezim Jokowi begitu represif dan otoriter. Hal ini bisa dilihat dari penonaktifan seorang Guru Besar Fakultas Hukum dari UNDIP, Prof Suteki. Saat ini, Beliau menghadapi sidang kode etik atas dugaan keterkaitannya dalam HTI, sehingga pihak kampus memberhentikannya sementara dari jabatan Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum, Ketua Senat Fakultas Hukum, dan Anggota Senat Akademik.

Sabtu, 09/06/2018 15:35 0

Artikel

Apakah Terorisme Negara Hanya Mitos?

Karena teror negara adalah masalah dunia yang utama dan terus tumbuh. Negara sekecil apapun lebih mempunyai kekuatan untuk melakukan teror dibanding organisasi teroris non-negara paling terampil sekalipun. Dan sejak perang dunia II hingga hari ini, kita masih terus menyaksikan berbagai teror yang disponsori negara terhadap etnis tertentu ataupun kelompok politik tertentu, dan mengakibatkan kematian

Sabtu, 09/06/2018 15:18 0

Opini

Di Balik ‘Manuver’ Israel Melarang Wisatawan Berpaspor Indonesia

Kebijakan ini disebut sebagai tindakan balasan atas pelarangan warga Israel berkunjung ke Indonesia setelah kekerasan yang dilakukan tentara Israel kepada warga Palestina.

Sabtu, 09/06/2018 14:57 0

Indonesia

Gantikan Kazakhstan, RI Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Bersama Belgia, Republik Dominika, Afrika Selatan, dan Jerman, Indonesia akan menjabat untuk periode 2019-2020.

Sabtu, 09/06/2018 07:07 0

Indonesia

Sebut Islam dan Melayu Penjajah, Cornelis Langgar Empat Pasal

Cornelis telah melanggar empat pasal sekaligus. Antaranya, Satu Pasal 160 tentang penghasutan, ancamannya enam tahun kemudian pasal 36 KUHP ancamannya sembilan tahun kemudian dia melanggar pasal 28 UU 11 tahun 2008 tantang ancaman transaksi dan elektronik ancamannya enam tahun dan denda satu milyar rupiah.

Jum'at, 08/06/2018 23:57 0

Indonesia

Pemerintah Awasi Kampus, KSHUMI: Representasikan Sistem Otoritarian

Ketua Umum Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa langkah Menristekdikti menciderai HAM.

Jum'at, 08/06/2018 16:44 0

Indonesia

Indonesia Bersaing dengan Maladewa untuk Jadi Anggota DK PBB

Indonesia hari ini (08/06/2018) akan melewati voting atau pemilihan untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB)

Jum'at, 08/06/2018 15:23 0

Indonesia

Pakar Hukum: Penonaktifan Jabatan Prof Suteki Tidak Sah Demi Hukum

Perlu diketahui, Univeritas Diponogoro (UNDIP) Semarang Prof Suteki mengajar Pancasila selama 24 tahun menjadi salah satu staf yang diduga anti-NKRI. Lantaran salah satu penyebabnya yaitu postingan Prof Suteki di akun Facebook-nya terkait khilafah.

Jum'at, 08/06/2018 15:11 0

Close