... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pentagon Berencana Kurangi Jumlah Pasukan Khusus di Afrika

Foto: Pasukan AS di Afrika (Antiwar)

KIBLAT.NET, Washington- Para pejabat Pentagon dilaporkan tengah berdebat di internal mereka mengenai seberapa besar kekuatan pasukan khusus AS yang harus dikerahkan di Afrika. Meskipun belum ada satu keputusan yang definitif, nampaknya para petinggi Departemen Pertahanan AS itu tengah menggodok rencana pengurangan jumlah pasukan elit Amerika secara signifikan di seluruh benua Afrika.

Jika rencana itu disetujui, jumlah atau kehadiran pasukan operasi khusus AS selama tiga tahun ke depan di benua Arika akan mengalami pengurangan dari sekitar 1.200 menjadi 700 tantara. Sejumlah pejabat Pentagon beralasan bahwa mereka akan menggantikan posisi pasukan komando itu dengan pasukan dari satuan militer lainnya. Sementara beberapa pejabat lainnya bersikeras, hanya unit pasukan khusus yang mampu diterjunkan di berbagai wilayah konflik di Afrika.

Perdebatan internal Pentagon yang sedang berlangsung secara terbuka saat ini dianggap sangat penting, mengingat selama ini pula belum pernah terjadi debat publik terkait isu pengiriman pasukan ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, terutama ke Afrika. Dan faktanya, pasukan khusus AS sudah ditempatkan di beberapa negara, seperti Niger, dalam jumlah signifikan tanpa diketahui oleh Kongres.

Banyak pejabat di Pentagon melihat berbagai konflik yang melibatkan pasukan khusus AS di Afrika itu terlalu kecil sehingga mereka tidak perlu persetujuan & pengawasan Kongres. Dalam banyak kasus, unit-unit kecil pasukan khusus AS dikirim ke banyak negara Afrika dengan misi “sekedar” stand by atau menunggu perkembangan situasi selanjutnya.

BACA JUGA  Marinir AS Ditangkap Lantaran Beri Dukungan Hamas

Justru fakta semacam itu telah memicu sejumlah kritikan, termasuk ada banyak pejabat menganggap formasi pasukan operasi khusus yang dikerahkan di banyak tempat berbahaya di afrika itu terlalu kecil. Contoh kasus, insiden ambush di Niger telah memakan banyak korban pasukan khusus AS yang tewas sehingga terpaksa meminta bantuan pasukan Perancis untuk mengevakuasi mereka dari tempat yang jauh di area pedalaman.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Indonesia Bersaing dengan Maladewa untuk Jadi Anggota DK PBB

Indonesia hari ini (08/06/2018) akan melewati voting atau pemilihan untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB)

Jum'at, 08/06/2018 15:23 0

Indonesia

Pakar Hukum: Penonaktifan Jabatan Prof Suteki Tidak Sah Demi Hukum

Perlu diketahui, Univeritas Diponogoro (UNDIP) Semarang Prof Suteki mengajar Pancasila selama 24 tahun menjadi salah satu staf yang diduga anti-NKRI. Lantaran salah satu penyebabnya yaitu postingan Prof Suteki di akun Facebook-nya terkait khilafah.

Jum'at, 08/06/2018 15:11 0

Indonesia

Kekerasan terhadap Radar Bogor, Pakar Hukum: Langgar Tindak Pidana

Pakar Hukum Unversitas Juanda Bogor Muhammad Taufik menilai kekerasan massa terhadap kantor berita Radar Bogor sebagai bentuk persekusi. Lebih jauh, ia menyatakannya sebagai tindakan premanisme.

Jum'at, 08/06/2018 14:01 0

Indonesia

BNPT Sebut Solidaritas Palestina Sebabkan Terorisme, Fauzi Baadila: Tak Masuk Akal

Fauzi menyatakan bahwa teroris sesungguhnya adalah Israel dan Amerika, karena merekalah yang telah menjajah dan merebut tanah Palestina. Ia meminta BNPT untuk meninjau kembali pernyataan itu, karena sangat tidak logis.

Jum'at, 08/06/2018 13:01 2

Video Kajian

Musibah Terbesar yang Tak Disadari

Musibah Terbesar yang Tak Disadari. Misalnya, musibah padinya diserang hama, anggota keluarganya meninggal, ia bisa melihat dan tahu, sehingga ada respon yang mengikutinya. Namun, ada musibah yang kadang-kadang tidak disadari oleh seseorang. Simak penjelasannya!

Jum'at, 08/06/2018 11:00 0

Indonesia

Dimasukkan Daftar Teroris, Pria Tasikmalaya Ini Ajukan Protes

Rido Ramdan Sumantri keberatan namanya dimasukkan dalam daftar teroris oleh sebuah lembaga pengamat. Namanya disebut ketika muncul kabar teroris dari berbagai daerah akan melakukan aksi pasca bentrok di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Jum'at, 08/06/2018 10:16 0

Indonesia

Fahri Hamzah: THR Jadi Manuver Politik Pusat, Kasihan Rakyat Jadi Korbannya

Menurut Fahri, perubahan alokasi anggaran ditingkat pusat itu tidak mengikat APBD, yang memiliki mekanisme tersendiri yang independen dari pemerintah pusat.

Kamis, 07/06/2018 17:30 0

Indonesia

Tahan Api, Gelang Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Ada Kode QR

Gelang jemaah haji Indonesia tahun ini dilengkapi dengan QR Code.

Kamis, 07/06/2018 17:13 0

Indonesia

Respon Fahri Hamzah Saat Solidaritas Palestina Disebut Sebabkan Terorisme

Menurut Fahri Hamzah statemen tersebut sama dengan mengkhianati mandat presiden pertama RI Ir. Soekarno.

Kamis, 07/06/2018 16:16 0

Indonesia

PUSHAMI: Penangkapan Imam Bahri oleh Densus 88 Salah Prosedur

Pengacara Sri Hartati dari PUSHAMI, Aziz Yanuar menegaskan bahwa penangkapan suami kliennya telah cacat prosedur. Sebab, penangkapan Imam Bahri tidak disertai dengan surat penangkapan.

Kamis, 07/06/2018 15:40 0

Close