PUSHAMI: Penangkapan Imam Bahri oleh Densus 88 Salah Prosedur

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara Sri Hartati dari PUSHAMI, Aziz Yanuar menegaskan bahwa penangkapan suami kliennya telah cacat prosedur. Sebab, penangkapan Imam Bahri tidak disertai dengan surat penangkapan.

“Penangkapan ini cacat prosedur, karena tidak ada surat penangkapan dan penggledahan sampai saat ini. Padahal rumah pak Imam digeledah juga. Ada kendaraan bermotor yang disita juga dan tidak ada surat penyitaan,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (05/06/2018).

Ia juga menegaskan bahwa kejadian yang sama sudah berkali kali dilakukan Densus 88 terhadap terduga teroris. Jadi, kata dia, penindakan terorisme mirip cara teroris yaitu menakut-nakuti dan memberikan teror kepada keluarga yang bersangkutan, padahal masih terduga.

“Maka kami mohon ke depannya ada perubahan karena sudah ada perubahan undang-undang. Jangan sampai polisi penegak hukum malah jadi pelanggar hukum,” tegasnya.

Sebagai bentuk advokasi kepada keluarga Sri, PUSHAMI sudah melakukan pengadukan ini ke DPR, diterima oleh anggota Komisi III DPR, Muhammad Syafii. Pihaknya juga sudah didengar keterangannya oleh perwakilan dari BNPT, Brigjen Torik.

Kita, lanjutnya, siap menerima jika memang betul tanpa rekayasa, memang ada perbuatan melanggar hukum dari Imam Bahri. Namun, jika tidak terbukti ia berharap agar sosok yang menjadi Ketua RT itu segera dilepaskan.

“Kalau tidak terbukti mohon segera dibebaskan dan dipulihkan nama baiknya karena ini menyangkut hak warga negara yang dilindungi UU. Apalagi dia sudah lama menjadi ketua RT, artinya bukti macam apa yang digunakan Densus untuk menangkap pak Imam,” ucapnya.

BACA JUGA  Siapkan Naskah Khutbah Jumat, Kemenag Gandeng Ulama dan Akademisi

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat