Istri Ketua RT di Sidoarjo: Suami Saya Bukan Teroris, Semua Warga Siap Bersaksi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sri Hartati sempat menolak diwawancara Kiblat.net perihal penangkapan suaminya, Imam Bahar pada 29 Mei lalu. Ia mengaku masih trauma dengan kasus yang menimpa suaminya. Namun, setelah diyakinkan, Sri akhirnya mau untuk memberikan penjelasan.

Ia mengungkapkan bahwa suaminya ditangkap saat berangkat menuju masjid untuk menunaikan shalat Dhuhur di daerahnya, Jl Raya Wisma Tropodo, kelurahan Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

“Hari Rabu minggu lalu bapak pamit shalat Dhuhur dan ditangkap di tengah jalan. Setelah itu 10 menit kemudian rumah saya digedor dengan tidak sopan oleh polisi,” katanya sambil menahan tangis, di Komplek DPR RI, Jakarta pada Selasa (05/06/2018).

Saat itu ada sekitar 20 polisi yang berada di luar rumah. Dan ada 15 polisi yang masuk ke dalam rumah. Ia memaparkan, polisi menyita beberapa barang, yaitu satu handphone dan satu laptop. Bahkan, polisi melakukan penangkapan tanpa surat tugas.

“Polisi menggeledah dan menangkap tanpa surat penangkapan. Barang bukti cuman HP, motor sama laptop aja. Mereka juga mau ngambil arang batok, lantas saya bilang ‘kamu mau fitnah apalagi dengan barang itu’. Dan sampai sekarang suami tidak ada kabar,” ucapnya.

Ia mengaku pernah mendatangi Kantor Polda Jawa Timur di Surabaya untuk mencari kabar suaminya dan membawa pakaian ganti. Namun, oleh polisi yang berjaga ia dilarang masuk dan barang-barang yang ia bawa dititipkan ke penjaga.

“Pakaian, Al-Quran, kurma saya kasihkan ke penjaga. Tapi pas saya tanya apakah suami di Polda, dia bilang nggak tahu,” tuturnya.

BACA JUGA  PKS Konsisten Perjuangkan RUU Minuman Beralkohol

Sri mengungkapkan bahwa warga sekitar rumahnya banyak memberikan dukungan, baik kepada dirinya dan anak-anak. Ia mengaku bukan dari keluarga tertutup karena sering bergaul dengan masyarakat sekitar.

“Semua warga itu siap bila nanti dijadikan saksi. Karena memang suami saya ketua RT dan tidak ada kaitannya dengan aksi teror apapun,” tegasnya.

Anak-anak saya, lanjutnya, masih trauma. Tapi ia berpesan kepada dua anaknya untuk saling menguatkan satu sama lain. Maka, ia berharap agar suaminya segera dilepaskan.

“Saya berharap agar suami saya dilepaskan. Dan kalau memang tidak terlibat, jangan diada-adakan. Jangan dianiaya untuk mengakui sesuatu yang seharusnya tidak terbukti,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat