... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bikin Acara Iftar di Gedung Putih, Trump Tak Undang Kelompok Muslim

Foto: Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Donald Trump menyelenggarakan iftar atau buka puasa pertama di Gedung Putih. Namun, tanpa mengundang organisasi-organisasi besar Muslim Amerika. Mereka lantas memprotes acara itu di luar Gedung dengan slogan “Not My Iftar”.

Dalam acara yang digelar pada Rabu (06/06/2018) malam itu, Trump terlihat duduk satu meja bersama duta besar Saudi Pangeran Khalid bin Salman dan duta besar Yordania Dina Kawar. Sekitar 50 tamu hadir di Ruang Makan dalam Gedung Putih.

Menurut laporan kantor berita AFP, para duta besar yang juga diundang dari Uni Emirat Arab, Mesir, Tunisia, Irak, Qatar, Bahrain, Maroko, Aljazair, dan Libya.

“Kami di sini untuk menandai bulan suci Ramadhan, bulan besar, banyak teman baik,” kata Trump.

“Kepada Anda dan Muslim di seluruh dunia: Ramadhan Mubarak. Malam ini, kami mengucapkan terima kasih atas ikatan persahabatan dan kerja sama yang telah kami bangun bersama mitra kami yang terhormat dari seluruh Timur Tengah,” katanya.

Tidak ada daftar tamu undangan dari perwakilan organisasi Muslim Amerika terkemuka, yang telah memprotes kebijakan Islamofobia dan ‘Travel Ban’ Trump. Berbagai organisasi itu juga telah memprotes dukungan pemerintah AS untuk Israel.

“Kami ingin menunjukkan kemunafikan dari iftar Gedung Putih setelah mereka melewatinya selama setahun, kemudian meluncurkan larangan Muslim, menerapkan pemeriksaan ekstrim, meningkatkan pengawasan terhadap Muslim di AS dan kemudian bertindak seperti kita semua teman,” kata Robert McCaw, direktur urusan pemerintahan untuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR).

BACA JUGA  Pembatalan Negosiasi dengan Taliban Dinilai Rugikan AS

“Kami pikir itu adalah puncak kemunafikan bagi Donald Trump untuk melarang Muslim dengan satu tangan dan kemudian mengundang diplomat ke Gedung Putih dan berbuka dengan mereka,” kata Bilal Askaryar, salah seorang pengunjuk rasa.

Saat makan malam, Trump mengatakan dia ingin berdoa untuk “perdamaian dan keadilan”. “Malam ini, saat kita menikmati makan malam yang luar biasa di Gedung Putih, mari kita berusaha untuk mewujudkan kasih sayang dan niat baik yang menandai musim Ramadhan,” kata Trump.

“Mari kita berdoa untuk perdamaian dan keadilan dan biarkan kita menyelesaikan bahwa nilai-nilai ini akan membimbing kita ketika kita bekerja sama untuk membangun masa depan yang cerah dan makmur yang menghormati dan memuliakan Tuhan,” tambahnya.

Namun ketika acara itu berlangsung, beberapa wartawan di Twitter menunjukkan bahwa tidak ada undangan yang tampak sebagai Muslim Amerika kecuali imam yang memimpin doa.

Bahkan kelompok-kelompok Muslim pendukung Republik dan Trump juga tidak diundang. Menurut laporan CNN, pemimpin kelompok Muslim Amerika untuk Trump mengatakan Gedung Putih hanya mengundang duta besar Muslim dan beberapa anggota kabinet.

“Kami tidak membutuhkan makan malam berbuka puasa,” kata imam Yahya Hendi, tokoh Muslim di Universitas Georgetown. “Sebaliknya, yang kami perlukan mendapatkan rasa hormat yang layak. Jangan memberi kita makan, sementara menusuk kami dari belakang.”

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fahri Hamzah: THR Jadi Manuver Politik Pusat, Kasihan Rakyat Jadi Korbannya

Menurut Fahri, perubahan alokasi anggaran ditingkat pusat itu tidak mengikat APBD, yang memiliki mekanisme tersendiri yang independen dari pemerintah pusat.

Kamis, 07/06/2018 17:30 0

Indonesia

Tahan Api, Gelang Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Ada Kode QR

Gelang jemaah haji Indonesia tahun ini dilengkapi dengan QR Code.

Kamis, 07/06/2018 17:13 0

Indonesia

Respon Fahri Hamzah Saat Solidaritas Palestina Disebut Sebabkan Terorisme

Menurut Fahri Hamzah statemen tersebut sama dengan mengkhianati mandat presiden pertama RI Ir. Soekarno.

Kamis, 07/06/2018 16:16 0

Indonesia

PUSHAMI: Penangkapan Imam Bahri oleh Densus 88 Salah Prosedur

Pengacara Sri Hartati dari PUSHAMI, Aziz Yanuar menegaskan bahwa penangkapan suami kliennya telah cacat prosedur. Sebab, penangkapan Imam Bahri tidak disertai dengan surat penangkapan.

Kamis, 07/06/2018 15:40 0

Suara Pembaca

Semarak Senyum Lebaran Solidaritas Muslim 2018

KIBLAT.NET, Sukoharjo – Alhamdulillah, atas izin Allah santunan Senyum Lebaran 2018 sementara terlaksana di dua...

Kamis, 07/06/2018 15:15 0

Indonesia

Gandeng ACT, Pemprov DKI Gelar Bukber dengan Warga Membutuhkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan program Kegiatan Berbuka Bersama Jakarta Bahagia Semua Kebagian Berkahnya (BBJB SKB).

Kamis, 07/06/2018 14:55 0

Indonesia

Istri Ketua RT di Sidoarjo: Suami Saya Bukan Teroris, Semua Warga Siap Bersaksi

Ia mengungkapkan bahwa suaminya ditangkap saat berangkat menuju masjid untuk menunaikan shalat Dhuhur di daerahnya, Jl Raya Wisma Tropodo, kelurahan Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Kamis, 07/06/2018 14:51 0

Indonesia

Pesan Imam Negeri Syam: Jangan Lupakan Suriah dan Palestina

Saat bertausiyah, selalu Syaikh Ubeid menjelaskan keutamaan dan keberkahan yang ada di Bumi Syam khususnya Palestina dan Suriah.

Kamis, 07/06/2018 12:16 0

Video News

Latihan Memanah dan Kerja Kemanusiaan, Dapat Dijerat UU Terorisme?

Latihan Memanah dan Kerja Kemanusiaan, Dapat Dijerat UU Terorisme? Misalnya pada Pasal 12B dan 12B. Ada term “pelatihan lain” selain pelatihan militer yang akan dikaitkan dengan tindakan terorisme. Mungkinkan latihan memanah dapat juga dijerat? Kerja kemanusiaan di wilayah konflik?

Kamis, 07/06/2018 08:45 0

Indonesia

PUSHAMI Adukan Soal Terorisme, Romo Syafii Langsung Telepon Kepala BNPT

Muhammad Syafii lantas menelpon Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius. Akhirnya, Suhardi Alius mengutus Direktur Penindakan BNPT, Brigjen Pol. Torik Triyono. Pukul 13.3 WIB, Brigjen Torik datang bersama dua stafnya.

Rabu, 06/06/2018 18:00 0

Close