... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tolak HTI Disebut Radikal, Yusril: Mereka Seperti Tasawuf

Foto: Pengacara kondang, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat konferensi pers bersama HTI di 88 Kasablanka Office Tower, Tebet, Jakarta Selatan

KIBLAT.NET, Jakarta- Pakar Hukum Tata Negara, Prof Yusril Ihza Mahendra berpendapat istilah radikalis ditujukan kepada pihak yang mengkritisi pemerintah. Menurutnya, istilah itu bertujuan untuk membungkam kritikan.

“Tudahan ini (radikal) hanya untuk membungkam pengkritik pemerintah. Saya kira kriterianya tidak jelas, waktu saya kuliah di UI dulu tahun tujuh puluhan, UI juga disebut radikal. Jadi, radikal ini kan mau-maunya orang yang lagi berkuasa,” ungkap Yusril di kantornya, Gedung 88, Jalan Kasablanka, Jakarta Selatan, Senin (04/06/2018).

Secara istilah, sebenarnya radikal itu berasal dari istilah filsafat yang berarti sampai ke akar permasalahan, menurut Yusril. Sedangkan dalam dunia politik, istilah radikal berarti keinginan untuk mengubah segala sesuatu secara fundamental.

“Jadi ada aksi nyata dalam bentuk revolusi, jadi radikal adalah revolusioner. Tapi saya tidak melihat HTI ini adalah kelompok radikal. Pikiran-pikirannya menurut saya adalah konservatif, jadi dia tidak ada sesuatu yang radikal,” ungkap Yusril usai konferensi pers bersama HTI tentang kelanjutan upaya hukum menolak pencabutan badan hukum HTI.

Menurutnya, pemahaman HTI lebih cenderung kepada pemikiran tasawuf karena HTI sama sekali tidak melakukan aksi kekerasan atau bahkan terorisme. Sebaliknya, HTI lebih pasif dan cara-cara yang digunakan bersifat damai.

“Seperti HTI ini masa mau dibilang radikal, mereka sangat soft, seperti orang tasawuf dan cenderung pasif, tidak agresif. Kalau orang radikal kan agresif, mana ada orang HTI agresif, kalem-kalem kaya gitu, mungkin saya lebih radikal dari HTI,” ungkapnya sembari tertawa.

BACA JUGA  Siapa Pemilik Granat Sasar Anggota TNI di Monas?

Untuk konteks tuduhan bahwa ada 7 Perguruan Tinggi yang telah terpapar radikalisme, Yusril menyebutkan bahwa sebenarnya sejak tahun 70 -80an dimana dakwah kampus sedang menggeliat, sudah ada pemikiran-pemikiran dogmatis terkait agama.

“Begini, agama ini kan gak selalu harus didukung oleh pemikiran yang rasional. Mungkin kalau saya agak beda, karena background saya belajar filsafat, jadi segala sesuatu harus diterima dengan kritis. Tapi pengalaman saya di tahun 70-80 an ketika ada kegiatan dakwah di kampus, mereka yang belajar natural sains, seperti matematika dan lainnya, mereka lebih mudah dimasuki pikiran-pikiran yang dogmatis dibandingkan dengan orang-orang hukum, politik, apalagi filsafat,” ungkap Yusril.

“Tapi anehnya di IPB, di ITB juga, cepat sekali (berkembang), dibanding dengan mereka dari sosial sains atau humanitis, mereka tidak mudah dimasuki pikiran dogmatis. Pada saat itu sudah ada pemikiran dogmatis terkait agama. sudah ada di tahun 70-an, waktu itu mulai gerakan dakwah di kampus,” lanjutnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Tolak HTI Disebut Radikal, Yusril: Mereka Seperti Tasawuf”

  1. Jabbar

    Hidup Yusril..

    Prabowo-Yusril atau TGB – Yusril

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Nasib Tak Menentu, Ibu Amih dan Cucunya Hanya Tinggal di Bilik Bambu

Ibu Amih begitulah panggilan sehari-hari nenek berusia tujuhpuluh tahun itu. Di usianya yang semakin senja, nasibnya terbilang jauh dari kata sejahtera.

Rabu, 06/06/2018 10:29 0

Video News

Komentar Politisi Gerindra Soal Penggerudukan Radar Bogor

KIBLAT.NET – Komentar Politisi Gerindra Soal Penggerudukan Radar Bogor. Massa PDIP dilaporkan datang sambil marah-marah, membentak...

Rabu, 06/06/2018 10:05 0

Palestina

“Layang-layang Api”, Senjata Baru Pejuang Gaza Hadapi Israel

Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan mengatakan akan mengerahkan penembak jitu untuk menembak orang-orang yang mengirimkan layang-layang api.

Rabu, 06/06/2018 09:38 1

Arab Saudi

Pertahanan Udara Saudi Cegat Rudal Keenam Hutsi Selama Ramadhan

KIBLAT.NET, Riyadh – Pertahanan udara Saudi, Selasa (05/06), kembali mencegat rudal balistik pemberontak Syiah Hutsi...

Rabu, 06/06/2018 08:54 0

Asia

Meski Dirundung Konflik, Pelajar SMA Pattani Bagi-bagi Takjil di Jalanan

Pelajar dan guru sekolah Siritham Witthaya (Pondok Duku) menggelar kegiatan bakti sosial di bulan Ramadhan di perempatan dan rumah sakit di daerah Bachok Provinsi Narathiwat salah satu provinsi di wilayah selatan Thailand pada senin (04/06/2018)

Selasa, 05/06/2018 22:45 0

Khazanah

3 Alasan Kuat Mengapa Kita Perlu I’tikaf

Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sangat mengherankan umat Islam  yang meningalkan I'tikaf. Padahal Nabi sallallahu laihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya sejak  masuk Madinah sampai Allah cabut nyawanya."

Selasa, 05/06/2018 16:38 0

Arab Saudi

Qatar Beli Sistem Pertahanan S-400 Rusia, Saudi Mengancam

Arab Saudi mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Qatar apabila negara tetangganya itu berhasil memperoleh sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

Selasa, 05/06/2018 11:13 0

Yordania

Pengunduran Diri PM Tak Redam Aksi Protes di Yordania

Mereka mengatakan, mengubah personal bukan berarti mengubah pendekatan yang diminta oleh pengunjuk rasa untuk keluar dari krisis politik dan ekonomi.

Selasa, 05/06/2018 10:49 0

Foto

Masjid Nabawi Bersiap Sambut Membludaknya Jamaah di Akhir Ramadhan

KIBLAT.NET, Madinah – Menyambut sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan 1439 H, Masjid Nabawi di Kota...

Selasa, 05/06/2018 10:03 0

Yordania

Didemo Berhari-hari, PM Yordania Akhirnya Mundur

menteri pendidikan Yordania saat ini Omar al-Razzaz ditunjuk untuk membentuk pemerintahan baru di Yordania setelah al-Mulqi mengundurkan diri.

Selasa, 05/06/2018 08:54 0

Close