Nasib Tak Menentu, Ibu Amih dan Cucunya Hanya Tinggal di Bilik Bambu

KIBLAT.NET, Kerawang- Ibu Amih begitulah panggilan sehari-hari nenek berusia tujuhpuluh tahun itu. Di usianya yang semakin senja, nasibnya terbilang jauh dari kata sejahtera.

Sehari-harinya nenek dan cucu itu tinggal di rumah bilik bambu di Baregbeg, Desa Wanasari, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Kerawang. Dengan sisa tenaga yang ia punya, semua pekerjaan ia lakukan demi menghidupi cucu semata wayangnya.

Sayangnya, hal itu tak berlangsung lama. Usianya yang semakin senja rupanya sangat berdampak pada tenaga. Sehingga kini, Amih dan cucunya yang menginjak kelas 5 SD seringkali mengandalkan belas kasihan tetangganya untuk makan sehari-hari.

Sementara rumah Amih terbuat dari bambu yang hanya terdiri satu bilik saja. Dinding rumahnya bolong-bolong, atap bocor sehingga ketika hujan kerapkali air menggenangi bagian dalam rumahnya.

Oleh karena itu, di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini Bantu Keluarga Muslim mengajak para dermawan untuk dapat menyisihkan hartanya membantu kehidupan Ibu Amih dan cucunya. Sisihkanlah rezeki yang kita miliki untuk meringankan saudara seiman di bulan Ramadhan ini.

Donasi harta Ibu/Bapak/Saudara dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri 7115 808081 An. BANTU KELUARGA MUSLIM. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman www.bantukeluargamuslim.com. Konfirmasi donasi dapat disampaikan melalui Bang Sadeli: 0813 9802 6879/Mas Inod: 0822 9798 5566

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat