... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Ali Banat, Ketika Kanker Menjadi Hadiah Allah

Foto: Ali Banat (okezone)

KIBLAT.NET – Bagaimana perasaaan Anda jika segalanya tentang dunia telah berada di tangan? Bahagia dan kemewahan tentu akan menghiasi hidup sehari-hari. Tetapi, bagaimana jika ketika kebahagiaan itu tetiba diselingi dengan adanya musibah yang menyebabkan kematian? Hancur, sedih, gamang menjadi satu.

Itulah yang terjadi pada seorang pemuda asal Sidney, Australia. Umurnya masih belia dan dunia seolah melekat pada dirinya. Bisnisnya berjalan lancar dan sukses hingga apa yang diidamkan para pemuda saat ini semua ia miliki. Mobil Ferrari, fashion, sepatu, dan topi semua branded, dengan harga wow menjadi simbol kekayaannya.

Di sela-sela keberhasilannya itu, pemuda ini mendapatkan “hadiah” dari Rabb-Nya yang kelak mengubah drastis hidupnya. Ia sendiri yang membahasakan musibah itu menjadi hadiah di dalam kehidupannya. Ia mengatakan,

“Pada titik ini dalam hidup saya, alhamdulilah saya telah dikaruniai Allah dengan kanker di seluruh tubuh saya dan saya telah mengubah seluruh hidup saya untuk membantu orang,”ungkap pemuda belia ini.

The Gift of Cancer

Namanya Ali Banat. Lahir di bumi Kanguru, Sidney pada 16 Februari 1982. Sebagaimana kehidupan manusia pada umumnya, ia hidup bersama keluarganya dengan nyaman dan berjalan seperti biasa. Sebelum dikenal karena videonya yang viral “Gifted With Cancer” ia adalah seorang seorang pemuda muslim miliarder yang terkenal dengan gaya hidupnya cukup mewah. Pakaiannya terbilang mahal. Mobilnya juga begitu mencolok.

BACA JUGA  Yahya Staquf Takluk di Kandang Israel

“Ini adalah gelang berlian seharga 60.000 dolar (Rp.832 Miliar),… sepatu ini harganya sekitar 1300 dolar,… 700 dolar untuk sendal toilet,”ungkap Ali dalam wawancara videonya yang viral.

Dari sekelumit gambaran tentang barang yang ia miliki tentu dapat kita gambarkan sedikit bagaimana glamornya kehidupannya. Tunggangannya adalah Ferrari Spider seharga 600.000 dolar (Rp. 8,3 triliun). Mobil yang menjadi idaman setiap kawula muda dengan segala kecanggihan dan kemewahannya.

Ali menunjukkan mobil Ferrari Spider miliknya

Ali menunjukkan mobil Ferrari Spider miliknya

“Bermimpi untuk menyupir ini, tidak pernah terbetik dalam benakku lagi, Aku tidak ingin melakukan ini kembali…” ujar Ali setelah mendapatkan hadiah dari Allah.

Ya, itulah kata-kata yang terucap langsung dari Ali. Ketika dunia telah berada di tangannya, semuanya tidak berarti lagi jika kematian telah bersiap untuk menyapa.

Ketika dilontarkan pertanyaan padanya,”Sampai tahapan mana engkau capai dalam kehidupanmu? Dan apa yang terjadi padamu?”

“Tahap kehidupanku ini, Allah telah memberiku hadiah.. Alhamdulilah..Dengan menghadiahkan sakit kanker pada setiap tubuhku, setelah itu, aku bertekad untuk mengubah hidupku secara sempurna untuk membantu orang lain,” jawab Ali dengan penuh khidmat.

Kemudian menuju pertanyaan paling inti yang mengubah drastis kehidupannya,”Mengapa engkau namai penyakit ini dengan hadiah?

Dengan isak tangis dia menjawab,”Alhamdulilah aku anggap ini sebagai hadiah karena……” Ali berhenti sejenak sembari menyeka air matanya yang jatuh.

BACA JUGA  Saudi Bangun Kanal, Qatar Bakal Kehilangan Perbatasan Darat

Setelah berhasil mengumpulkan segenap ketegaran hati, ia pun menjawab kembali,”Alhamdulilah… Aku anggap ini sebagai hadiah karena Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk berubah.”

Rasa syukur dan terharu berkumpul menjadi satu di benak Ali. Mengapa? Bayangkan Allah memberinya kesadaran untuk berubah menuju pada-Nya setelah memberikan segalanya padanya. Apakah masih ada kenikmatan paling besar selain hidayah untuk kembali pada jalan Allah? Inilah yang membuatnya benar-benar bersyukur dan mengubah hidupnya 180 derajat.

Dalam lintasan sejarah para salaf kita juga pernah mendapati hal yang demikian. Meskipun tidak sama secara detail, ibrahnya tetap sama perihal berubah kehidupan seseorang. Sahabat tampan nan kaya di Makkah saat itu, Mush’ab bin Umair.

Baca halaman selanjutnya: Apa yang tidak ada pada diri...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Romo Syafii: Isu Terorisme Bisa Disalahgunakan untuk Serang Lawan Politik

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii mengungkapkan bahwa isu terorisme bisa disalahgunakan. Menurutnya, salah satunya yaitu untuk menyerang lawan politik atau yang mengkritik Pemerintah.

Rabu, 06/06/2018 14:31 0

Khazanah

Empat Kenikmatan Hidup

Al-Hajjaj bin Yusuf bertanya pada Kharim An-Na'im tentang kenikmatan hidup.

Rabu, 06/06/2018 14:00 0

Indonesia

UU Antiterorisme Disahkan, DPR: Tak Perlu Resah Sampaikan Soal Jihad

Anggota Komisi III DPR RI menjelaskan, jika ada seorang teroris melakukan teror bom atas motivasi dari isi kajian seorang mubaligh, maka mubaligh tersebut tidak bisa ditangkap begitu saja. Menurutnya, harus ada pendalaman lebih lanjut.

Rabu, 06/06/2018 13:50 0

Palestina

Keamanan Israel Tangkap Pemuda yang Beribadah di Al-Aqsha

keamanan Israel menangkap sekelompok pemuda yang duduk membaca Al-Quran dengan suara keras di salah satu halaman masjid. .

Rabu, 06/06/2018 13:18 0

Video News

Kampus Dikaitkan Radikalisme, DPR: Aparat Kebablasan

Kampus Dikaitkan Radikalisme, DPR: Aparat Kebablasan. Menurut anggota DPR Komisi III, Muhammad Syafi’i, tuduhan itu merupakan kebablasan dan memalukan. Bagaimana logikanya, simak di sini.

Rabu, 06/06/2018 12:50 0

Tunisia

Cerdas, Cara Pemain Timnas Tunisia Segerakan Buka Puasa Meski Kondisi Bertanding

Pemain bola Tunisia telah menyusun rencana cerdas untuk bisa berbuka puasa selama bertanding. Ramadhan ini, mereka melakukan pertandingan persahabatan jelang turnamen Piala Dunia 2018.

Rabu, 06/06/2018 12:50 0

Suriah

Amnesty: Koalisi AS Harus Akui Tewaskan Ratusan Warga Sipil di Raqqah

Amnesty International mendesak AS, Perancis, dan Inggris mengakui pembunuhan yang mereka lakukan terhadap ratusan warga sipil dalam serangan tahun lalu di Raqqah, Suriah.

Rabu, 06/06/2018 11:32 0

Indonesia

Tolak HTI Disebut Radikal, Yusril: Mereka Seperti Tasawuf

Pakar Hukum Tata Negara, Prof Yusril Ihza Mahendra berpendapat istilah radikalis ditujukan kepada pihak yang mengkritisi pemerintah

Rabu, 06/06/2018 11:07 1

Indonesia

Ismail Yusanto Nilai Istilah ‘Radikalisme’ untuk Membungkam Dakwah

Ismail menilai, penyebutan radikalisme sendiri masih harus dipertanyakan. Sampai saat ini pengertian radikalisme menurutnya tidak jelas.

Rabu, 06/06/2018 10:30 0

Ruang Publik

Nasib Tak Menentu, Ibu Amih dan Cucunya Hanya Tinggal di Bilik Bambu

Ibu Amih begitulah panggilan sehari-hari nenek berusia tujuhpuluh tahun itu. Di usianya yang semakin senja, nasibnya terbilang jauh dari kata sejahtera.

Rabu, 06/06/2018 10:29 0

Close