... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Yusril: Pembubaran HTI Bertentangan dengan Undang-undang

Foto: Pengacara kondang, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat konferensi pers bersama HTI di 88 Kasablanka Office Tower, Tebet, Jakarta Selatan

KIBLAT.NET, Jakarta- Kuasa Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Prof Dr Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa HTI telah mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi. Gugatan yang diajukan tertanggal 16 Mei, terkait putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang menolak gugatan HTI terhadap Surat Keputusan Menkumham Nomor AHU- 30.AH.01.08 Tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum HTI.

“Karena Pengadilan Tata Usaha Negara telah menjatuhkan Putusan yang menolak seluruh gugatan HTI, dalam kesempatan ini kami sampaikan bahwa HTI dan kami kuasa hukumnya telah menyampaikan permohonan banding pada 16 Mei 2018 dan pada pagi ini telah mengajukan memori banding,” ungkap Yusril saat konferensi pers di kantornya, Gedung Casablanca Office 88, Jakarta Selatan, Senin (04/05/2018).

Pakar Hukum Tata Negara ini juga menyebutkan bahwa ketika HTI kalah di tingkat pertama pengadilan, maka masih ada langkah upaya hukum selanjutnya yaitu mengajukan banding. Permohonan banding sendiri diajukan dengan gugatan yang sama.

“Kita bela HTI sebagai organisasi, karena kami menilai pencabutan status badan hukum HTI dan pembubaran HTI itu bertentangan dengan Undang-undang yang berlaku. Karenanya kami melakukan perlawanan, kami pun melawan secara sah dan konstitusional,” ungkap Yusril.

Sebelumnya, pada Senin (07/05/2018), Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk membatalkan keputusan Menteri Hukum dan HAM yang mencabut status Badan Hukum Ormas tersebut.

BACA JUGA  Kenapa Kasus HRS di Saudi Dinilai Operasi Intelijen? Begini Penjelasan Pengacara

Dalam peratimbangannya, hakim menyebutkan bahwa HTI, selaku penggugat, terbukti ingin mendirikan khilafah islamiyah di NKRI dalam bentuk aksi dan bukan hanya konsep.

“Maka menurut majelis hakim tindakan penggugat sudah bertentangan dengan Pancasila khususnya sila ketiga ‘Persatuan Indonesia’, yaitu rasa nasionalisme,” kata Ketua Majelis Hakim Tri Cahya Indra Permana di PTUN Jakarta, Cakung, Jakarta Timur.

Sementara itu, putusan itu mendapat penolakan dari juru bicara HTI, Ismail Yusanto. Ia menegaskan bahwa putusan tersebut telah menyinggung ranah keyakinan sehingga harus ditolak.

“Ini sudah bukan soal Hizbut Tahrir, tapi ini soal kegiatan dakwah dan ide khilafah,” kata Ismail saat berorasi seusai persidangan di PTUN Jakarta, Senin (07/05/2018).

Ismail menjelaskan dakwah merupakan kegiatan yang diwajibkan kepada setiap Muslim. Dalam orasinya ia mengaku bahwa Hizbut Tahrir secara konsisten sejak lama telah berdakwah karena merupakan perintah Allah.

“Hizbut Tahrir mengajarkan islam dari A-Z, mulai aqidah, akhlak, juga muamalah yang mana didalamnya ada soal ekonomi, sosial, budaya dan politik,” ujar Ismail.

“Dan Khilafah adalah ajaran Islam yang masuk dalam hal politik,” tegasnya.

Ismail menekankan dalam orasinya bahwa dia keberatan apabila kegiatan dakwah dan ajaran islam soal politik dipersalahkan. Dia pun menilai putusan pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia adalah bentuk kezhaliman.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Qatar Beli Sistem Pertahanan S-400 Rusia, Saudi Mengancam

Arab Saudi mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Qatar apabila negara tetangganya itu berhasil memperoleh sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

Selasa, 05/06/2018 11:13 0

Yordania

Pengunduran Diri PM Tak Redam Aksi Protes di Yordania

Mereka mengatakan, mengubah personal bukan berarti mengubah pendekatan yang diminta oleh pengunjuk rasa untuk keluar dari krisis politik dan ekonomi.

Selasa, 05/06/2018 10:49 0

Foto

Masjid Nabawi Bersiap Sambut Membludaknya Jamaah di Akhir Ramadhan

KIBLAT.NET, Madinah – Menyambut sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan 1439 H, Masjid Nabawi di Kota...

Selasa, 05/06/2018 10:03 0

Yordania

Didemo Berhari-hari, PM Yordania Akhirnya Mundur

menteri pendidikan Yordania saat ini Omar al-Razzaz ditunjuk untuk membentuk pemerintahan baru di Yordania setelah al-Mulqi mengundurkan diri.

Selasa, 05/06/2018 08:54 0

Palestina

Pasca Tewaskan Razan Al-Najjar, Israel Gempur Gaza

Israel kembali meluncurkan belasan serangan udara di Jalur Gaza, Palestina pada Ahad (03/06/2018), setelah sejumlah roket diluncurkan oleh Hamas dan Jihad Islam ke perbatasan beberapa hari sebelumnya.

Senin, 04/06/2018 13:29 0

Video Kajian

Jangan Merasa Amalmu Paling Tinggi

Jangan Merasa Amalmu Paling Tinggi. Ini mungkin banyak terjadi dalam kehidupan sosial kita. Seorang yang rajin ibadah puasa sunnah, mungkin melihat temannya seperti orang yang tidak ingin masuk surga. Demikian pula orang yang suka tahajjud

Senin, 04/06/2018 13:16 0

Suara Pembaca

UZMA Tebar Seribu Paket Sembako Gratis di 4 Titik Kota Payakumbuh

Seribu paket sembako gratis disalurkan di empat titik di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Senin, 04/06/2018 12:56 0

Palestina

Hamas: Pembunuh Razan Al Najjar adalah Teroris

Razan Asraf Al Najjar ditembak mati oleh militer Israel saat sedang bertugas menyelamatkan korban luka di timur Gaza saat aksi protes Jumat 1 Juni 2018.

Senin, 04/06/2018 10:42 0

Afghanistan

Taliban Sebut Jenderal Amerika Ini Mendustai Warganya Sendiri

Taliban Sebut Jenderal Amerika Ini Mendustai Warganya Sendiri. Taliban menyarankan Jenderal Amerika itu jujur bahwa staf pemerintahan Kabul, yang didukung miliaran dolar oleh Amerika, tidak becus mengelola negara. Mereka hanya sibuk mengembangkan kekayaan pribadi, kata pernyataan tersebut.

Senin, 04/06/2018 10:39 0

Palestina

Empat Roket Hantam Wilayah Israel

Serangan roket itu menimbulkan sirene peringatan berbunyi keras di kota dan desa-desan Israel yang dekat perbatasan Gaza. Serangan terjadi pada malam hari.

Senin, 04/06/2018 10:26 0

Close