Meski Dirundung Konflik, Pelajar SMA Pattani Bagi-bagi Takjil di Jalanan

KIBLAT.NET, Narathiwat- Pelajar dan guru sekolah Siritham Witthaya (Pondok Duku) menggelar kegiatan bakti sosial di bulan Ramadhan di perempatan dan rumah sakit di daerah Bachok Provinsi Narathiwat salah satu provinsi di wilayah selatan Thailand pada senin (04/06/2018)

Acara tersebut digelarkan dengan membagi-bagikan makanan berbuka puasa (takjil) kepada setiap para pengendara di jalan. Pada momentum bulan Ramadan tahun ini, para siswa dan guru SMA Siritham bersama-sama membagikan takjil di jalan raya Petchakasem Road dan kepada pasien yang sedang dirawat di rumah sakit Bacho.

“Kegiatan ini kita bertajuk Untuk Mu Ramadan adapun dana yang kita gunakan kegiatan ini cukup lumayan banyak, hasilnya dari pungutan para siswa di sekolah Siritham Witthaya sendiri,” Ujar Sufian Ketua Dewan Pelajar sekolah Siritham Witthaya.

“Para pelajar dan guru menggelarkan pembagian takjil di perempatan Bacho dengan membawa berkas takjil gratis yaitu air miniral dan roti sebanyak 5 kardus,” jelas Sufian.

Diawasi polisi, pelajar dan guru sekolah Siritham Witthaya (Pondok Duku) tetap semangat bagi-bagi takjil kepada pengendara (Istimewa)

Meskipun berada dalam kondidisi genting konflik yang semakin membara, namun para siswa ini tetap bersemangat untuk berbagi kepada warga sesame muslim di Patani.

Pada Ramadan minggu pertama yang lalu telah terjadinya insiden ledakan bom di 21 lokasi di empat provinsi Thailand bagian Selatan, termasuk juga di daerah Bacho. Lokasi yang sedang siswa berbagi takjil sehingga melukai sedikitnya tiga orang, pada minggu (20/05/2018)

Seperti dilansir Reuters, serangan pada Ahad itu dilakukan dengan cara menempatkan bahan peledak di dekat mesin ATM dan cabang bank di setidaknya 14 lokasi di empat provinsi selatan. “Termasuk Yala, Pattani, dan Narathiwat, serta provinsi Songkhla,” ujar Prom-in yang juga merupakan seorang juru bicara keamanan regional, kepada Reuters.

Setiap tahun ke tahun Ramadan, kekerasan di Thailand kerap terjadi. Namun, seperti kebanyakan serangan di selatan Thailand, tidak ada klaim tanggung jawab.

Reporter: Hamsyari
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat