... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Sebut Jenderal Amerika Ini Mendustai Warganya Sendiri

KIBLAT.NET – Taliban Sebut Jenderal Amerika Ini Mendustai Warganya Sendiri. Komandan tertinggi pasukan AS di Afghanistan, Jenderal Nicholson mengatakan bahwa para pemimpin Taliban tingkat menengah dan senior terlibat dalam perundingan dengan pemerintah Afghanistan “di luar panggung”. Mereka “berdialog dan berkelahi” katanya.

“Sejumlah saluran dialog telah terbuka di antara berbagai pemangku kepentingan dalam proses perdamaian,” ungkapnya dari kantornya di ibukota Afghanistan, Kabul, melalui konferensi video kepada para pejabat di Pentagon, Rabu pekan lalu.

Nicolson membuat pernyataannya untuk publik Amerika Serikat, pada akhir masa tugasnya yang lama di Afghanistan.

Namun Taliban menilai itu sebagai keterangan hampa dari serangkaian tuduhan palsu seperti diceritakan jenderal-jenderal Amerika sebelumnya untuk menipu rakyat mereka sendiri, terhadap situasi politik dan militer di Afghanistan.

Nicholson, menurut Emirat Islam, telah menutup mata dari fakta-fakta yang nyata, dan berpura-pura kepada rakyat Amerika serta berbohong tentang apa yang terjadi di Afghanistan.

Taliban menyarankan, jika Nicholson ingin mengakhiri perang terpanjang yang dilancarkan oleh Amerika dalam sejarah, dia harus menunjukkan realitas Amerika di Afghanistan, dan menyampaikan tragedi perang yang mereka alami di sana.

Ditambahkan dalam siaran pers yang diunggah di situs resminya Ahad kemarin (3/6/2018), Nicholson harus memberitahu pejabat dan masyarakat umum AS, bahwa setelah perang AS yang berlangsung 17 tahun di Afghanistan, tidak ada kemenangan glamor untuk Angkatan Darat AS.

BACA JUGA  Negosiasi IX Taliban-AS: AS Tarik 5.000 Tentara dan Tutup Lima Pangkalan

Sebaliknya, “Lebih dari 70% dari tanah Afghanistan berada di bawah kendali Mujahidin dan kekuasaan mereka,” kata pernyataan itu. Rahasia kemenangan Taliban, menurut siaran persnya, adalah bahwa rakyat Afganistan mendukung hak kemerdekaan dan agama mereka dan , “Rakyat Afghanistan mendukung Taliban dengan uang dan hidup mereka.”

Sebagai saksi di lapangan, Taliban juga menyarankan agar Jenderal Amerika itu jujur menyatakan bahwa staf pemerintahan Kabul, yang didukung miliaran dolar oleh Amerika, tidak becus mengelola negara. Mereka tidak sedang mengelola negara, melainkan sibuk mengembangkan kekayaan pribadi, kata pernyataan tersebut.

Redaktur: Salem
Sumber: presstv, reuters, alemara1

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PPP Dukung Pelaku Cabul LGBT Dipidana

PPP tidak akan menerima kalau unsur 'sesama jenis atau berlainan/lawan jenis' itu hanya masuk dalam penjelasan. Tetapi unsur tersebut harus masuk dalam rumusan pasal.

Senin, 04/06/2018 10:35 0

Indonesia

An-Nashr Institute: Rezim Gunakan Instrumen Hukum sebagai Alat Pukul Lawan Politik

Munarman menjelaskan akar rusaknya sistem demokrasi Indonesia yang notabene masih disetir oleh Barat. Sehingga struktur politik (sekuler), ekonomi (kapitalisme) dan sosial budaya (hedonisme) harus kompatibel dengan peradaban Barat. Termasuk struktur hukumnya.

Ahad, 03/06/2018 18:20 0

Indonesia

Komunitas GPAN Bali Berbagi Kebahagiaan Bersama Puluhan Anak Panti Asuhan

Ketua Panitia Buka Puasa Bersama yakni Muhammad Soekarno Saputra Rahman atau akrab disapa Arno mengungkapkan bahwa kegiatan buka puasa bersama merupakan salah satu agenda tahunan Komunitas GPAN Bali di Bulan Ramadhan.

Ahad, 03/06/2018 14:36 0

Artikel

Facebook Semakin Dijauhi Kalangan Remaja, Ke Mana Mereka Beralih?

Hanya dalam tiga tahun, persentase remaja yang menggunakan Facebook turun 20 persen, mencapai 51 persen pada 2018.

Ahad, 03/06/2018 13:52 0

Video Kajian

Hakikat Sabar Untuk Meninggalkan Maksiat

KIBLAT.NET – Hakikat Sabar Untuk Meninggalkan Maksiat Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa sabar...

Ahad, 03/06/2018 13:29 0

Indonesia

TPM Curigai Pihak Ketiga Ambil Keuntungan dalam Kasus Terorisme

Tim Pengacara Muslim (TPM) menilai ada pihak ketiga yang mengambil keuntungan dalam kasus terorisme. Oleh karena itu, TPM memandang perlunya segera dibentuk tim peneliti terorisme.

Jum'at, 01/06/2018 17:00 0

Indonesia

Katib Aam Bertemu Wapres AS, Wasekjen PBNU: Berkomunikasi Bukan Berarti Antek Mereka

"Kita berkomunikasi dengan mereka, bukan berarti kita anteknya mereka," kata Wasekjen PBNU Sultonul Huda

Jum'at, 01/06/2018 16:44 2

Indonesia

UU Antiterorisme Baru Akan Jerat Pekerja Medis? Ini Jawaban DPR

Pasal 12 a dalam hasil revisi UU Antiterorisme dinilai dapat menjerat lembaga kemanusiaan yang memberikan bantuan medis di daerah konflik. 

Jum'at, 01/06/2018 16:16 0

Indonesia

Kekerasan di Radar Bogor, JITU: PDIP Harusnya Belajar kepada Ormas Islam

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sudah selayaknya belajar bagaimana bersikap terhadap media, tanpa mencederai kebebasan pers. Hal itu disampaikan Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro merespon dugaan kekerasan massa PDIP di kantor Radar Bogor. 

Jum'at, 01/06/2018 15:45 0

Indonesia

11 Tahun Demonstrasi Pattani, Melayu Muslim Thailand Selatan Konsisten Tuntut Haknya

11 Tahun Demonstrasi Pattani, Melayu Muslim Thailand Selatan Konsisten Tuntut Haknya

Jum'at, 01/06/2018 15:11 0

Close