... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pushami Ingatkan Peran Tim Pengawas DPR dalam UU Antiterorisme

Foto: Rapat Panja DPR tentang RUU Antiterorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam Undang-Undang Antiterorisme, terdapat lembaga pengawasan yang dibentuk DPR untuk mengawasi kinerja aparat penegak hukum dalam penanganan terorisme. Masyarakat yang kurang puas terhadap kinerja aparat, bisa melaporkan ke lembaga pengawas ini. Demikian diungkap anggota Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami).

“Untuk membuat keseimbangan, dan untuk kontrol bagi pelaksanaan UU Terorisme yang baru. Akan dibentuk lembaga pengawasan. Ini satu-satunya pengawas,” ungkap anggota Pushami, M Kalono kepada Kiblat.net beberapa waktu lalu di Jakarta.

Kalono menyebut dahulu penanganan terorisme yang dilakukan oleh aparat penegak hukum tidak ada yang ngontrol, mulai dari audit keuangan, pengawasan HAM tidak ada, sehingga terjadi kasus tiba-tiba seorang terduga teroris meninggal, ditembak. “Alasannya selama ini hanya sepihak, dari aparat,” sambungnya.

Akan tetapi, kata Kalono, lembaga pengawas tersebut tidak bisa menelusuri kasus-kasus terdahulu sebelum undang-undang direvisi. Contohnya kasus Siyono dan Muhammad Jefri.

“Jadi pasal ini tidak bisa menjerat kasus terdahulu. Jika masyarakat mengeluhkan tindakan aparat yang terdahulu, dan merasa dirugikan atas perlakuan tindakan teror, maka bisa melakukan gugatan perdata,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pasal yang bisa menjerat sebelum adanya undang-undang ini adalah pasal tentang kompensasi. Pasal tentang kompensasi -ganti rugi yang dibayarkan oleh negara- hanya berlaku bagi korban. Namun, dalam pasal itu, Kalono menyebutkan tidak ada pengaturan siapa korbannya.

“Pasal ini hanya berlaku pada kompensasi terhadap korban, mulai dari Bom Bali sampai kasus terakhir kemarin, mereka para korban bisa mendapat kompensasi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sekjen MUI: Pasca Haji, Umat Islam Harus Menjunjung Persatuan

Kalono menyebutkan, untuk kasus seperti keluarga Siyono yang merasa tulang punggung keluarganya direbut paksa nyawanya oleh aparat, bisa menggugat ke negara.

“Kalau kasus perseorangan, ini kewajiban negara. Jika seorang merasa dirugikan, ya bisa saja kapanpun menggugat. Jika ada seorang dituduh sebagai teroris, namun sudah meregang nyawa tanpa ada kejelasan – beda kasus jika sudah jelas perkaranya, maka ada aturan kompensasi maupun restitusi,” ungkapnya.

“Jika korban dari pelaku aparat keamanan, maka boleh-boleh saja melaporkan. Misalnya keluarga dari korban meninggal karena kekerasan atau ditembak sebelum pengadilan, bisa saja melaporkan. Karena dia kan kehilangan keluarganya, tulang punggung, ayah dari anak-anaknya, ini bisa dilakukan gugatan perdata, siapapun dan kasus-kasus yang lalu bisa juga mengajukan gugatan,” ungkapnya.

Kalono menjelaskan, bahwa sidang untuk kompensasi atau restitusi adalah sidang perdata, sebagai ganti rugi. Baik gugatan materil maupun non materil atas kerugian melawan perbuatan hukum.

“Jadi membunuh seseorang tanpa proses hukum adalah perbuatan melawan hukum. Negara bisa saja menghukum seorang hukuman mati, tapi harus melalui penetapan persidangan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Selain itu adalah pelanggaran hukum, kecuali jika melakukan pembelaan diri, seperti kasus melawan begal hingga meninggal dunia di Jawa Barat kemarin,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Pasca Tewaskan Razan Al-Najjar, Israel Gempur Gaza

Israel kembali meluncurkan belasan serangan udara di Jalur Gaza, Palestina pada Ahad (03/06/2018), setelah sejumlah roket diluncurkan oleh Hamas dan Jihad Islam ke perbatasan beberapa hari sebelumnya.

Senin, 04/06/2018 13:29 0

Video Kajian

Jangan Merasa Amalmu Paling Tinggi

Jangan Merasa Amalmu Paling Tinggi. Ini mungkin banyak terjadi dalam kehidupan sosial kita. Seorang yang rajin ibadah puasa sunnah, mungkin melihat temannya seperti orang yang tidak ingin masuk surga. Demikian pula orang yang suka tahajjud

Senin, 04/06/2018 13:16 0

Suara Pembaca

UZMA Tebar Seribu Paket Sembako Gratis di 4 Titik Kota Payakumbuh

Seribu paket sembako gratis disalurkan di empat titik di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Senin, 04/06/2018 12:56 0

Palestina

Hamas: Pembunuh Razan Al Najjar adalah Teroris

Razan Asraf Al Najjar ditembak mati oleh militer Israel saat sedang bertugas menyelamatkan korban luka di timur Gaza saat aksi protes Jumat 1 Juni 2018.

Senin, 04/06/2018 10:42 0

Afghanistan

Taliban Sebut Jenderal Amerika Ini Mendustai Warganya Sendiri

Taliban Sebut Jenderal Amerika Ini Mendustai Warganya Sendiri. Taliban menyarankan Jenderal Amerika itu jujur bahwa staf pemerintahan Kabul, yang didukung miliaran dolar oleh Amerika, tidak becus mengelola negara. Mereka hanya sibuk mengembangkan kekayaan pribadi, kata pernyataan tersebut.

Senin, 04/06/2018 10:39 0

Palestina

Empat Roket Hantam Wilayah Israel

Serangan roket itu menimbulkan sirene peringatan berbunyi keras di kota dan desa-desan Israel yang dekat perbatasan Gaza. Serangan terjadi pada malam hari.

Senin, 04/06/2018 10:26 0

Suriah

Pemerintah Idlib Keluarkan Remisi Ramadhan dan Idul Fitri

Keputusan tersebut hanya berlaku untuk semua kejahatan dan tindak pidana yang dilakukan sebelum tanggal dikeluarkan remisi, termasuk yang sedang dalam proses persidangan dan kasus di hadapan pengadilan.

Senin, 04/06/2018 09:31 0

Mesir

Mesir Awasi Ketat Masjid-masjid yang Dapat Lisensi Gelar I’tikaf

Bagi yang melanggar akan berhadapan dengan hukum. Pemerintah daerah diminta untuk mengawal peraturan ini dan melaporkan masjid-masjid yang melanggar.

Senin, 04/06/2018 08:54 0

Iran

Saudi dan Iran Teken Kesepakatan Haji

Salehi mengatakan bahwa sekitar 90 ribu jamah haji Iran siap untuk melakukan haji tahun ini. Dia menggambarkan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Riyadh dalam hal ini berlangsung ramah dan positif.

Senin, 04/06/2018 08:03 0

Qatar

Menteri Pertahanan: Setahun Setelah Blokade, Qatar Menjadi Lebih Kuat

Menteri Pertahanan Khalid bin Mohammed Al-Attiyah mengatakan blokade itu bertujuan untuk melemahkan ekonomi dan posisi Qatar di dunia, tetapi gagal.

Ahad, 03/06/2018 15:51 0

Close