Indonesia Jadi Penerima Alquran Sulam Raksasa Buatan Tangan Muslim Ningxia

KIBLAT.NET, Jakarta- Indonesia terpilih sebagai penerima Alquran sulam raksasa hasil karya seni Muslim di Haiyuan, Ningxia, Cina. Alquran sepanjang 17 meter itu akan diserahkan oleh penganut agama Konghucu Tan Sri Lee Kim Yew kepada Presiden RI Joko Widodo di Jakarta, malam ini Senin (04/06/2018).

Sumbangan Mushaf itu bermula dari pertemuan Din Syamsudin dengan Tan Sri. menurut kisah Din, sekitar setahun saat bertemu Tan Sri di Kuala Lumpur, kepadanya Tan Sri menceritakan bahwa sudah hampir dua tahun (sejak 2015) dirinya meminta seorang ibu di Ninxiang, untuk menyulam Mushaf Alquran besar.

“Tan Sri Lee berniat menyumbangkannya kepada umat Islam melalui Raja Saudi Arabia, yang dikenalnya sebagai pusat Agama Islam. Lantas saya usulkan mengapa tidak melalui Presiden Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,” kata Din.

Penyerahan Alquran raksasa ini merupakan salah-satu rangkaian dari acara dialog Muslim-Konghucu yang diselenggarakan di Hotel Mandarin Oriental Jakarat. Sedangkan proses penyerahan akan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta selepas shalat Tarawih.

Dialog ini ditujukan sebagai wadah silaturahmi dan silatulfikri antar tokoh muslim dan Tionghoa. Dialog akan dihadiri oleh 60 orang tokoh Muslim dan Tionghoa dari Indonesia, Malaysia, dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Mushaf Alquran sulaman raksaya yang dibuat secara manual dengan tangan (hand-made) merupakan produk peradaban Muslim di Haiyuan, Ningxia yang bernilai tinggi. Komunitas Muslim di Haiyuan, Ningxia terkenal memiliki tradisi kuat dalam menyulam.

BACA JUGA  Peristiwa 21-22 Mei dan Penembakan Laskar Dibawa ke ICC

Mereka ingin berkontribusi pada dunia Islam dengan membuat Al-Qur’an sulaman, karena selama ini Al-Qur’an umumnya hanya dibuat dengan teknik cetak di kertas. Proses pengerjaaan sulaman Mushaf sepanjang 17 meter ini membutuhkan ketelatenan, ketelitian dan ketrampilan khusus sulam. Seorang penyulam profesional, dalam sehari maksimal hanya bisa menyelesaikan tiga baris tulisan Al-Qur’an.

Selain itu, dipilihnya Indonesia sebagai pihak untuk menerima Alquran sulaman raksasa merupakan cerminan pentingnya posisi Indonesia bagi dunia Islam. Sementara itu, Din Syamsuddin berharap penyerahan Alquran sulaman raksasa memberikan makna simbolik kerukunan antara kebudayaan Indonesia dan Tionghoa.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat