... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Facebook Semakin Dijauhi Kalangan Remaja, Ke Mana Mereka Beralih?

Foto: Facebook.

KIBLAT.NET, Washington – Hanya dalam tiga tahun, persentase remaja yang menggunakan Facebook turun 20 persen, mencapai 51 persen pada 2018. Meskipun Facebook adalah platform media sosial paling banyak digunakan remaja dalam survei Pew Research Center 2014-2015, sekarang semakin tertinggal.

Dikutip dari laman Entrepreneur, Sabtu (03/06/2018), tiga platform media sosial yang paling banyak digunakan remaja berusia 13 hingga 17 tahun adalah YouTube (85 persen), Instagram (72 persen) dan Snapchat (69 persen).

Dalam tiga tahun yang sama, persentase remaja yang menggunakan internet hampir terus-menerus mencapai 45 persen pada 2018. Bahkan, sekitar sembilan dari 10 remaja online beberapa kali per hari. Salah satu faktor pendorong di sini adalah meningkatnya universalitas smartphone, karena 95 persen remaja saat ini memilikinya.

Hasil penelitian ini merekomendasikan bagi perusahaan atau pelaku usaha untuk memperbaiki branding mereka. Joseph F. Delaney III, pendiri dan direktur pelaksana Zero Studios mengatakan dengan branding merek yang kuat, pelaku usaha tidak perlu khawatir tentang pergeseran popularitas platform online.

“Lebih banyak audiens Anda kemungkinan akan mengikuti Anda jika Anda beralih ke atau mulai memposting di platform baru, dan mengetahui siapa yang Anda coba hubungi dan mengapa akan membantu Anda memutuskan platform mana yang layak ketika datang untuk mewakili usaha Anda,” katanya.

“Pikirkan benar-benar tentang siapa audiens Anda ketika Anda membuat keputusan ini,” kata Kathleen Booth, wakil presiden pemasaran di IMPACT, agen pemasaran digital khusus.

“Meskipun data menunjukkan audiens yang lebih muda bergerak menjauh dari Facebook, platform masih memiliki pasar para profesional yang lebih tua,” katanya. “Tetapi pengusaha juga harus mempertimbangkan bagaimana mereka menggunakan Facebook untuk menyebarkan berita tentang produk atau layanan mereka.”

Booth mengatakan bahwa lima tahun yang lalu, posting dengan Facebook organik menjaring hasil yang signifikan, tetapi untuk sekarang itu tidak terlalu relevan, ketika halaman perusahaan tidak mendorong banyak kinerja. Booth mengarahkan pelaku usaha kepada rup Facebook, yang telah melihat kebangkitan dalam beberapa tahun terakhir dan cenderung memiliki pengikut yang lebih setia dan keterlibatan yang lebih tinggi.

Sumber: Entrepreneur
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Hakikat Sabar Untuk Meninggalkan Maksiat

KIBLAT.NET – Hakikat Sabar Untuk Meninggalkan Maksiat Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa sabar...

Ahad, 03/06/2018 13:29 0

Yaman

Kritik AQAP untuk Bin Salman: Sekularisasi Buka Jalan Degradasi Moral di Saudi

"Tanda-tanda lain degradasi termasuk konser harian, pemutaran film, dan pertunjukan sirkus," kata kelompok itu menambahkan.

Ahad, 03/06/2018 13:20 0

Amerika

Ahli PBB: Amerika Menjadi Lebih Miskin di Bawah Pemerintahan Trump

Kemiskinan di Amerika Serikat meluas dan mendalam di bawah pemerintahan Donald Trump. Kebijakannya bertujuan untuk menekan jutaan orang miskin, di sisi lain memberi penghargaan kepada orang kaya.

Ahad, 03/06/2018 13:01 0

Indonesia

TPM Curigai Pihak Ketiga Ambil Keuntungan dalam Kasus Terorisme

Tim Pengacara Muslim (TPM) menilai ada pihak ketiga yang mengambil keuntungan dalam kasus terorisme. Oleh karena itu, TPM memandang perlunya segera dibentuk tim peneliti terorisme.

Jum'at, 01/06/2018 17:00 0

Indonesia

Katib Aam Bertemu Wapres AS, Wasekjen PBNU: Berkomunikasi Bukan Berarti Antek Mereka

"Kita berkomunikasi dengan mereka, bukan berarti kita anteknya mereka," kata Wasekjen PBNU Sultonul Huda

Jum'at, 01/06/2018 16:44 2

Indonesia

UU Antiterorisme Baru Akan Jerat Pekerja Medis? Ini Jawaban DPR

Pasal 12 a dalam hasil revisi UU Antiterorisme dinilai dapat menjerat lembaga kemanusiaan yang memberikan bantuan medis di daerah konflik. 

Jum'at, 01/06/2018 16:16 0

Indonesia

Kekerasan di Radar Bogor, JITU: PDIP Harusnya Belajar kepada Ormas Islam

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sudah selayaknya belajar bagaimana bersikap terhadap media, tanpa mencederai kebebasan pers. Hal itu disampaikan Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro merespon dugaan kekerasan massa PDIP di kantor Radar Bogor. 

Jum'at, 01/06/2018 15:45 0

Indonesia

11 Tahun Demonstrasi Pattani, Melayu Muslim Thailand Selatan Konsisten Tuntut Haknya

11 Tahun Demonstrasi Pattani, Melayu Muslim Thailand Selatan Konsisten Tuntut Haknya

Jum'at, 01/06/2018 15:11 0

Indonesia

Kapal Ramadhan Hantar 3.700 Paket Pangan untuk Warga Muslim Labuan Bajo

Kapal Ramadhan ACT telah tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat pagi (01/06/2018).

Jum'at, 01/06/2018 14:42 0

Indonesia

Muslim Yaman yang Tak Lagi Menikmati Semarak Puasa Ramadhan

"Perang dan pengepungan telah menaikkan harga barang-barang pokok, dan orang-orang masih belum menerima gaji mereka," kata seorang warga.

Jum'at, 01/06/2018 13:47 0

Close