Setelah Militer, Israel-Myanmar Jalin Kerja Sama Bidang Pendidikan

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Israel dan Myanmar telah menandatangani perjanjian kerja sama mengenai program pendidikan, termasuk kurikulum tentang Holocaust. Demikian kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely di Twitter, Selasa (29/05/2018).

Holocaust disebut sebagai peristiwa genosida pasukan Nazi Jerman terhadap kaum Yahudi. “Kami terus bekerja sama dengan teman-teman kami di seluruh dunia,” tulis Hotovely, mengacu pada negara Myanmar yang terlibat pembersihan etnis terhadap minoritas Muslim Rohingya.

“Kedua negara akan bekerja untuk mengembangkan dua kurikulum resmi untuk sekolah-sekolah di kedua negara untuk mengajarkan tentang Holocaust dan pelajarannya serta konsekuensi negatif dari intoleransi, rasisme, anti-Semitisme dan xenophobia,” kata surat kabar Haaretz dalam laporannya.

Israel terus memasok Myanmar dengan senjata meskipun terjadi genosida. Persenjataan yang dijual ke Myanmar mencakup lebih dari 100 tank, senjata dan perahu yang telah digunakan untuk mengawasi perbatasan negara dan melakukan banyak tindakan kekerasan terhadap Muslim Rohingya.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat