... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muslim Yaman yang Tak Lagi Menikmati Semarak Puasa Ramadhan

Foto: Suasana kota Taiz, Yaman.

KIBLAT.NET, Taiz – Hisham Mohamed Saleh berniat untuk menghidangkan anak-anaknya berbagai makanan manis setelah berbuka puasa. Namun itu niat tampaknya tidak akan berjalan maksimal, di bawah meningkatnya kemiskinan dan inflasi di negeri selatan Arab Saudi itu.

Selama lebih dari tiga tahun, pemberontak Syiah Hutsi telah mengepung kota terbesar kedua di Yaman, Taiz. Ini membuat nestapa lebih dari 200.000 warga sipil, termasuk keluarga Saleh. Sebagian besar kota telah dilanda kemiskinan. Banyak laporan kekurangan air dan makanan dan air, selain minimnya fasilitas rumah sakit untuk perawatan medis.

“Meskipun pengepungan dan situasi yang sulit, Ramadhan selalu merupakan momen bahagia,” kata Saleh, ayah tiga anak itu kepada Al-Jazeera. “Kami menikmati bulan itu dan begitu juga anak-anak kami, meski ada rudal-rudal yang mendarat di jalan-jalan kami.”

Di seluruh dunia, umat Islam menjalani bulan suci Ramadhan dengan sukacita dan kekhusyukan beribadah. Makanan khusus dan kudapan lezat kerap disiapkan saat matahari terbenam, waktu berbuka puasa.

Tetapi itu tidak berlaku bagi lebih dari 75 persen warga Yaman (sekitar 22 juta orang) yang membutuhkan bantuan dan tujuh juta orang yang menghadapi kelaparan. Saleh berharap Ramadhan tahun ini akan mengantarkan pada gencatan senjata sementara dan menyelamatkan ribuan orang dari kematian.

Pengepungan Selama Ramadhan

Biasanya, warga Yaman berbelanja makanan atau menu takjil selama Ramadhan. Namun sulitnya ekonomi dan melemahnya nilai tukar mata uang menurunkan daya beli. Sekitar 1,2 juta pegawai negeri belum menerima gaji mereka selama 14 bulan terakhir.

BACA JUGA  Update Corona: 1.414 Kasus, 75 Sembuh, 122 Meninggal

“Perang dan pengepungan telah menaikkan harga barang-barang pokok, dan orang-orang masih belum menerima gaji mereka,” kata seorang warga.

Sejak Maret 2015, koalisi yang dipimpin Saudi telah berperang di Yaman, mencoba mengusir pemberontak Hutsi yang secara luas diyakini mendapat dukungan Iran. Sejak itu, lebih dari 10.000 orang telah tewas dan setidaknya 40.000 orang terluka.

Dengan banyak orang yang berjuang untuk mendapatkan kebutuhan dasar mereka, pembeli yang tertarik ke pasar selama Ramadhan telah menghilang.

“Harga sedang naik, dan itu beban besar bagi kami,” kata seorang pemilik toko. “Aku dulu membeli barang dengan harga murah sekarang itu tidak mungkin.”

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rezim Suriah Berikan Kewarganegaraan Untuk 2 Juta Warga Iran

KIBLAT.NET – Seorang penulis Lebanon Ahmad Ayyash mengungkapkan informasi menarik tentang dukungan Presiden Suriah Bashar...

Jum'at, 01/06/2018 13:10 0

Myanmar

Setelah Militer, Israel-Myanmar Jalin Kerja Sama Bidang Pendidikan

Israel dan Myanmar telah menandatangani perjanjian kerja sama mengenai program pendidikan, termasuk kurikulum tentang Holocaust.

Jum'at, 01/06/2018 11:30 2

Analisis

Menelisik Rumor Putra Mahkota Arab Saudi Tertembak Mati

Menelisik Rumor Putra Mahkota Arab Saudi Tertembak Mati. 4 pekan tak muncul sejak insiden 22 April 2018, Putra Mahkota Arab Saudi, Bin Salman diduga telah meninggal akibat luka tembak. Ada pula yang mengaitkan peristiwa ini dengan hadits palsu tentang huru-hara malam Jumat purnama Ramadhan tahun ini

Jum'at, 01/06/2018 10:55 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Melucuti Keprajuritan Orang Jawa

Orang Jawa termasuk bangsa atau suku yang terkenal dalam keterampilan perangnya di seluruh Nusantara sejak dahulu kala.

Jum'at, 01/06/2018 10:20 0

Palestina

Produsen Senjata Amerika Dirikan Sekolah TK di Israel, Ada Apa?

Salah satu perusahaan produsen senjata terbesar di dunia saat ini, Lockheed Martin, dilaporkan sedang membuka kantor cabang di Yerusalem dalam rangka memberikan program pendidikan bagi anak-anak sejak usia 5 tahun.

Jum'at, 01/06/2018 10:06 0

Afrika

Mufti Libya Seru Demonstrasi Besar-besaran Tolong Derna

Ghiryani menjelaskan bahwa warga derna mencari perlindungan dari perang dilancarkan pada mereka dan mereka bersedia rekonsiliasi. Menolong mereka menghadapi permainan internasional yang ingin menghancurkanya Libya hukumnya wajib baik menurut undang-undang terlebih menurut dalil.

Jum'at, 01/06/2018 08:12 0

Palestina

Israel Sebut Larangan WNI ke Al Quds sebagai Pembalasan

Larangan itu dimaksudkan sebagai balasan atas kebijakan Indonesia yang menangguhkan visa bagi warga Israel pasca kekerasan di perbatasan yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Kamis, 31/05/2018 15:09 0

Konsultasi

Hukum Puasa Bagi Wanita yang Enggan Berhijab

Jika seorang wanita melaksanakan puasa di bulan Ramadan, sementara dia tidak mau menggunakan jilbab saat keluar dari rumahnya, apakah puasanya sah?

Kamis, 31/05/2018 15:07 0

Palestina

Israel Resmi Larang WNI Kunjungi Al Quds

Kebijakan itu terlampirkan dalam surat Kementerian Pemantauan Perbatasan Imigrasi Israel dan berlaku setelah 9 Juni 2018.

Kamis, 31/05/2018 14:35 0

Eropa

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad. Penindasan berlanjut oleh rezim Assad terhadap penduduk sipil menjadi alasan untuk memperpanjang sanksi. Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap rezim Basyar Assad hingga 1 Juni 2019

Kamis, 31/05/2018 14:01 0

Close