... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kekerasan di Radar Bogor, JITU: PDIP Harusnya Belajar kepada Ormas Islam

Foto: Ketua JITU, Muhammad Pizaro

KIBLAT.NET, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sudah selayaknya belajar bagaimana bersikap terhadap media, tanpa mencederai kebebasan pers. Hal itu disampaikan Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro merespon dugaan kekerasan massa PDIP di kantor Radar Bogor.

Massa PDIP dilaporkan datang sambil marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staf yang sedang bertugas. Massa juga melakukan pemukulan dan merusak sejumlah properti kantor. Ini dilakukan karena media itu memuat berita berjudul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta’ terkait gaji Megawati Soekarnoputri yang menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“PDIP itu kan partai yang dipilih oleh masyarakat, apalagi sekarang menjadi partai yang berkuasa seharusnya memberikan keteladanan. Jika selama ini PDIP suka mengkritisi ormas-ormas yang bertindak anarkis, ujaran kebencian, tindak kekerasan dan berperilaku radikal, jangan sampai hal itu justru terjadi di tubuh PDIP itu sendiri,” kata Pizaro seperti dikutip Panjimas.com, Kamis (31/05/2018).

Untuk itu, PDIP seyogyanya melihat bagaimana sikap ormas Islam yang selama ini menjadi bulan-bulanan media mainstream. “Kepada siapa saja, PDIP itu seharusnya belajar, bagaimana menyampaikan pendapat atau opini, tanpa melakukan tindakan kekerasan,” ujarnya.

Pizaro kemudian mengisahkan sejumlah sikap yang diambil ormas-ormas Islam ketika memprotes pemberitaan media mainstream yang merugikan umat Islam.

“Dulu, pada bulan Oktober 1997, Ormas-ormas Islam pernah melakukan protes terhadap Kompas yang dalam pemberitaannya memojokkan Partai Islam FIS (Front Islamique du Salute/Front Penyelamat Islam) di Aljazair,” katanya. “Aksi tersebut berlangsung damai, tanpa adanya tindakan anarkis dan kekerasan.”

BACA JUGA  Dipindah ke Nusakambangan, Pengacara Habib Bahar Bandingkan Kliennya dengan Ahok

Kemudian, ormas Islam yang menempuh berbagai mekanisme hukum, terkait pemberitaan The Jakarta Post yang melecehkan simbol Islam, lewat karikatur yang dicetak pada edisi 3 Juli 2014 halaman 7.

“Di dalam karikatur itu terdapat kalimat “Laa ilaaha illallah” di atas gambar tengkorak. Pihak The Jakarta Post akhirnya menyampaikan permohonan maaf di media,” ungkapnya.

“Begitu pula Front Pembela Islam (FPI) yang mendatangi Kompas, pada Kamis (16/6/2016) untuk melakukan klarifikasi terhadap framing (pembingkaian) berita Kompas yang dinilai anti terhadap Syariat Islam terkait kasus razia warteg saat Ramadhan di Kota Serang, Banten,” pungkas Pizaro.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rezim Suriah Berikan Kewarganegaraan Untuk 2 Juta Warga Iran

KIBLAT.NET – Seorang penulis Lebanon Ahmad Ayyash mengungkapkan informasi menarik tentang dukungan Presiden Suriah Bashar...

Jum'at, 01/06/2018 13:10 0

Myanmar

Setelah Militer, Israel-Myanmar Jalin Kerja Sama Bidang Pendidikan

Israel dan Myanmar telah menandatangani perjanjian kerja sama mengenai program pendidikan, termasuk kurikulum tentang Holocaust.

Jum'at, 01/06/2018 11:30 2

Analisis

Menelisik Rumor Putra Mahkota Arab Saudi Tertembak Mati

Menelisik Rumor Putra Mahkota Arab Saudi Tertembak Mati. 4 pekan tak muncul sejak insiden 22 April 2018, Putra Mahkota Arab Saudi, Bin Salman diduga telah meninggal akibat luka tembak. Ada pula yang mengaitkan peristiwa ini dengan hadits palsu tentang huru-hara malam Jumat purnama Ramadhan tahun ini

Jum'at, 01/06/2018 10:55 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Melucuti Keprajuritan Orang Jawa

Orang Jawa termasuk bangsa atau suku yang terkenal dalam keterampilan perangnya di seluruh Nusantara sejak dahulu kala.

Jum'at, 01/06/2018 10:20 0

Palestina

Produsen Senjata Amerika Dirikan Sekolah TK di Israel, Ada Apa?

Salah satu perusahaan produsen senjata terbesar di dunia saat ini, Lockheed Martin, dilaporkan sedang membuka kantor cabang di Yerusalem dalam rangka memberikan program pendidikan bagi anak-anak sejak usia 5 tahun.

Jum'at, 01/06/2018 10:06 0

Afrika

Mufti Libya Seru Demonstrasi Besar-besaran Tolong Derna

Ghiryani menjelaskan bahwa warga derna mencari perlindungan dari perang dilancarkan pada mereka dan mereka bersedia rekonsiliasi. Menolong mereka menghadapi permainan internasional yang ingin menghancurkanya Libya hukumnya wajib baik menurut undang-undang terlebih menurut dalil.

Jum'at, 01/06/2018 08:12 0

Palestina

Israel Sebut Larangan WNI ke Al Quds sebagai Pembalasan

Larangan itu dimaksudkan sebagai balasan atas kebijakan Indonesia yang menangguhkan visa bagi warga Israel pasca kekerasan di perbatasan yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Kamis, 31/05/2018 15:09 0

Konsultasi

Hukum Puasa Bagi Wanita yang Enggan Berhijab

Jika seorang wanita melaksanakan puasa di bulan Ramadan, sementara dia tidak mau menggunakan jilbab saat keluar dari rumahnya, apakah puasanya sah?

Kamis, 31/05/2018 15:07 0

Palestina

Israel Resmi Larang WNI Kunjungi Al Quds

Kebijakan itu terlampirkan dalam surat Kementerian Pemantauan Perbatasan Imigrasi Israel dan berlaku setelah 9 Juni 2018.

Kamis, 31/05/2018 14:35 0

Eropa

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad. Penindasan berlanjut oleh rezim Assad terhadap penduduk sipil menjadi alasan untuk memperpanjang sanksi. Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap rezim Basyar Assad hingga 1 Juni 2019

Kamis, 31/05/2018 14:01 0

Close