... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Katib Aam Bertemu Wapres AS, Wasekjen PBNU: Berkomunikasi Bukan Berarti Antek Mereka

Foto: Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di Gedung Putih

KIBLAT.NET, Jakarta – Beberapa waktu lalu Katib Aam Nadhotul Ulama, KH Yahya Cholil Tsaquf bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Sultonul Huda tidak menyangkal adanya kerjasama antara NU dengan Amerika.

Terkait Pertemuan Katib Aam PBNU dengan Wapres Amerika Serikat, Sulatonul Huda mengaku pihaknya sejak lama telah melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat. “Kerjasama kan dari dulu memang ada dalam bidang sosial. Kerjasama kok dipersoalkan,” ujarnya saat ditemui usai berbicara dalam Forum Merdeka Barat Kementerian Kominfo, Rabu (30/05/2018) di Jakarta.

Menurut keterangan Huda, pertemuan kedua orang tersebut untuk membahas duduk permasalahan bom Surabaya. Kemudian pembahasan meluas hingga membahas Islam di Indonesia.

Wasekjen PBNU itu juga membantah isu yang menyebutkan bahwa NU akan menerima Rp 2 triliun untuk deradikalisasi. Huda menegaskan pertemuan tersebut hanya sebatas bentuk komunikasi. “Kita berkomunikasi dengan mereka, bukan berarti kita anteknya mereka,” ujarnya.

Huda pun menampik kicauan Mike Pence yang menulis di akun media sosialnya dan menyebut pertemuan PBNU dengan Amerika terkait memerangi Jihad. Pada 17 Mei 2018 lalu, Pence mengatakan di Twitter, “Merasa terhormat menyambut Sekretaris Jenderal @NahdlatulUlama di @WhiteHouse hari ini. Upaya mereka melawan Islam radikal sangat kritis di Indonesia-di mana kita telah melihat adanya penyerangan tercela terhadap umat Kristen. @POTUS Pemerintahan Trump bersama NU dalam perlawanannya untuk kebebasan beragama dan melawan Jihad”.

BACA JUGA  Kunjungan ke Lamongan, BNPT Dukung Penuh Yayasan Ali Fauzi

“Gak percaya saya kalo dia ngomong gitu,” ujar Huda.

Dia menerangkan KH Yahya Cholil Tsaquf sempat menyinggung masalah Palestina saat bertemu dengan Mike Pence. Menurut Huda, Katib Aam PBNU itu meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali pemindahan kedutaan ke Yerusalem.

“Yang diminta Gus Yahya ketika bertemu dengan Wakil Presiden Amerika salah satunya adalah untuk mempertimbangkan kembali Kedutaan Amerika Serikat di Yerusalem,” pungkas Huda.

Permintaan Katib Aam PBNU itu rupanya tak diindahkan Amerika Serikat. Pemerintahan Trump tetap melakukan keputusan kontroversial dengan memindahkan kedutaan ke Yerusalem

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Katib Aam Bertemu Wapres AS, Wasekjen PBNU: Berkomunikasi Bukan Berarti Antek Mereka”

  1. Beben

    Astaghfirullah … aneh ko ngarep banget sama kapir pendusta licik biadab yang jelas2 musuhin kaum muslimin sih pa?… Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

  2. Beben

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
    “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(Al-Mumtahanah – 5)

    إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
    Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(Al-Mumtahanah – 9)

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rezim Suriah Berikan Kewarganegaraan Untuk 2 Juta Warga Iran

KIBLAT.NET – Seorang penulis Lebanon Ahmad Ayyash mengungkapkan informasi menarik tentang dukungan Presiden Suriah Bashar...

Jum'at, 01/06/2018 13:10 0

Myanmar

Setelah Militer, Israel-Myanmar Jalin Kerja Sama Bidang Pendidikan

Israel dan Myanmar telah menandatangani perjanjian kerja sama mengenai program pendidikan, termasuk kurikulum tentang Holocaust.

Jum'at, 01/06/2018 11:30 2

Analisis

Menelisik Rumor Putra Mahkota Arab Saudi Tertembak Mati

Menelisik Rumor Putra Mahkota Arab Saudi Tertembak Mati. 4 pekan tak muncul sejak insiden 22 April 2018, Putra Mahkota Arab Saudi, Bin Salman diduga telah meninggal akibat luka tembak. Ada pula yang mengaitkan peristiwa ini dengan hadits palsu tentang huru-hara malam Jumat purnama Ramadhan tahun ini

Jum'at, 01/06/2018 10:55 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Melucuti Keprajuritan Orang Jawa

Orang Jawa termasuk bangsa atau suku yang terkenal dalam keterampilan perangnya di seluruh Nusantara sejak dahulu kala.

Jum'at, 01/06/2018 10:20 0

Palestina

Produsen Senjata Amerika Dirikan Sekolah TK di Israel, Ada Apa?

Salah satu perusahaan produsen senjata terbesar di dunia saat ini, Lockheed Martin, dilaporkan sedang membuka kantor cabang di Yerusalem dalam rangka memberikan program pendidikan bagi anak-anak sejak usia 5 tahun.

Jum'at, 01/06/2018 10:06 0

Afrika

Mufti Libya Seru Demonstrasi Besar-besaran Tolong Derna

Ghiryani menjelaskan bahwa warga derna mencari perlindungan dari perang dilancarkan pada mereka dan mereka bersedia rekonsiliasi. Menolong mereka menghadapi permainan internasional yang ingin menghancurkanya Libya hukumnya wajib baik menurut undang-undang terlebih menurut dalil.

Jum'at, 01/06/2018 08:12 0

Palestina

Israel Sebut Larangan WNI ke Al Quds sebagai Pembalasan

Larangan itu dimaksudkan sebagai balasan atas kebijakan Indonesia yang menangguhkan visa bagi warga Israel pasca kekerasan di perbatasan yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Kamis, 31/05/2018 15:09 0

Konsultasi

Hukum Puasa Bagi Wanita yang Enggan Berhijab

Jika seorang wanita melaksanakan puasa di bulan Ramadan, sementara dia tidak mau menggunakan jilbab saat keluar dari rumahnya, apakah puasanya sah?

Kamis, 31/05/2018 15:07 0

Palestina

Israel Resmi Larang WNI Kunjungi Al Quds

Kebijakan itu terlampirkan dalam surat Kementerian Pemantauan Perbatasan Imigrasi Israel dan berlaku setelah 9 Juni 2018.

Kamis, 31/05/2018 14:35 0

Eropa

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad. Penindasan berlanjut oleh rezim Assad terhadap penduduk sipil menjadi alasan untuk memperpanjang sanksi. Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap rezim Basyar Assad hingga 1 Juni 2019

Kamis, 31/05/2018 14:01 0

Close
CLOSE
CLOSE