Israel Sebut Larangan WNI ke Al Quds sebagai Pembalasan

KIBLAT.NET, Tel Aviv- Setelah 9 Juni 2018, Israel akan memberlakukan larangan khusus bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk memasuki Al Quds. Larangan itu dimaksudkan sebagai balasan atas kebijakan Indonesia yang menangguhkan visa bagi warga Israel pasca kekerasan di perbatasan yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Dikutip dari media Israel Ynetnews pada Kamis (31/05/2018), Kementerian Luar Negeri Israel menyebutkan larangan tersebut berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Hal itu dilakukan sebagai balasan atas keputusan Indonesia yang tak memberikan visa turis dan bisnis bagi warga Israel.

Setiap tahunnya puluhan ribu warga Indonesia mengunjungi Al Quds untuk berziarah ke Masjid Al Aqsa, tempat suci ketiga umat Islam. Pada tahun 2013, terhitung 30.000 turis asal Indonesia datang ke Palestina, jumlah itu meningkat tiga kali lipat dari jumlah ada tahun 2009.

Turis dan umat Islam Indonesia biasanya mengunjungi Al Quds selama empat hari sebagai bagian dari paket perjalanan tour yang meliputi Yordania, Palestina dan Mesir. Sementara itu, awal bulan ini Amerika Serikat secara sepihak mengakui Al Quds sebagai ibu kota negara Zionis Israel. Hal itu membuat Israel memperluas kebijakan ke seluruh kawasan yang dulunya merupakan bagian negara Palestina.

Peraturan itu berlaku untuk perjalanan perorangan maupun kelompok dan hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, WNI masih diizinkan masuk hingga tanggal yang ditentukan.

BACA JUGA  Hamas Menyambut Baik Rencana Pemilu Palestina

Indonesia mengecam keras tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina selama aksi protes di perbatasan memperingati 70 tahun Hari Nakba. Di mana saat itu hampir satu juta orang Palestina terusir dari kampung halamannya lantaran dideklarasikannya negara Israel.

Perlu diketahui, antara Israel dan Indonesia tidak ada hubungan diplomatik. Tetapi, kedua negara memiliki hubungan ekonomi sehingga Israel dapat mengunjungi Indonesia dengan visa sementara atau bisnis. Sementara saling melarang turis asal kedua negara diduga turur berdampak pada hubungan ekonomi.

Pada 2015, Kementerian Ekonomi Israel melaporkan peningkatan perdagangan yang signifikan antara kedua negara, yang kemudian mencapai sekitar $ 500 juta setiap tahun. Ekspor utama Indonesia ke Israel termasuk bahan mentah seperti plastik, kayu, batu bara, tekstil dan minyak sawit.

Sumber: Ynetnews
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat