... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Hukum Puasa Bagi Wanita yang Enggan Berhijab

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Jika seorang wanita melaksanakan puasa di bulan Ramadan, sementara dia tidak mau menggunakan jilbab saat keluar dari rumahnya, apakah puasanya sah?

Mendapat pertanyaan ini, Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid, memberi jawaban dengan menekankan pada dua poin:

Pertama, Seorang wanita muslimah diwajibkan untuk berjilbab. Perintah ini secara ijma disepakati oleh para ulama. Banyak dalil yang melandasi pendapat ini. Di antaranya Allah Ta’ala berfirman:

يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Ayat ini memberi penegasan akan kewajiban menutup semua perhiasan dan tidak menampakkan sedikitpun darinya di depan orang asing kecuali apa yang nampak tanpa sengaja darinya, maka tidak berdosa kalau dia bersegera menutupnya.

Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan, “Maksudnya tidak menampakkan sedikitpun perhiasan kepada orang asing kecuali apa yang tidak mungkin disembunyikan. Ibnu Mas’ud mengatakan, “Seperti selendang dan baju maksudnya seperti yang biasa dipakai wanita arab dari selendang yang dikenakan ke pakaiannya dan apa yang nampak di bawah pakaian. Tidak mengapa hal ini, karena tidak mungkin disembunyikan.

Kedua,
Kalau wanita meninggalkan jilbab, maka dia telah berbuat maksiat kepada Rabbnya. Namun demikian puasanya tetap sah. Karena kemaksiatan diantaranya meninggalkan jilbab tidak merusak puasa cuma mengurangi pahala bahkan bisa hilang semua pahalanya. Karena itu, hendaklah para wanita muslimah berkomitmen menggunakan jilbab. Terlebih ketika ia berpuasa. Karena maksud dari puasa bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum saja. Akan tetapi maksud puasa adalah menahan diri dari seluruh perkara yang diharamkan Allah.

Karena itu pula, Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ليس الصيام من الأكل والشرب ، إنما الصيام من اللغو والرفث

“Puasa tidak hanya (menahan dari) makan dan minum. Akan tetapi (hakekat) puasa adalah (menahan) dari perbuatan sia-sia dan perkataan jorok.” (HR. Hakim dishahihkan Al-Albany dalam shahih Al-Jami, 5376)

Kata Al-Laghwu adalah perkataan batil. Pendapat lain mengatakan sesuatu yang tidak ada faedahnya.
Sedangkan kata Ar-Rafats maknanya adalah perkataan jorok.

Maka hendaknya puasa kita menjadi sarana yang mampu memicu diri untuk taat kepada Allah Ta’ala dan menjahui larangan-Nya. Wallau’alam!

Fakhrudin
Sumber: Islamqa.info

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Israel Resmi Larang WNI Kunjungi Al Quds

Kebijakan itu terlampirkan dalam surat Kementerian Pemantauan Perbatasan Imigrasi Israel dan berlaku setelah 9 Juni 2018.

Kamis, 31/05/2018 14:35 0

Eropa

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad

Terus Tindas Warga Sipil, UE Perpanjang Sanksi terhadap Rezim Assad. Penindasan berlanjut oleh rezim Assad terhadap penduduk sipil menjadi alasan untuk memperpanjang sanksi. Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap rezim Basyar Assad hingga 1 Juni 2019

Kamis, 31/05/2018 14:01 0

Inggris

Menghina Pengadilan, Pendiri Kelompok Anti-Islam Inggris Ditangkap

Pendiri kelompok ekstrim sayap kanan ekstrim anti-Islam English Defence League (EDL) hari ini divonis penjara selama 13 bulan karena menghina pengadilan.

Kamis, 31/05/2018 13:18 0

Afghanistan

Taliban Tingkatkan Operasi Militer di Seluruh Provinsi Afghanistan

Berbeda dengan militer Afghan yang pekan lalu mengumumkan akan menggelar operasi ofensif di 10 provinsi, Taliban tidak membatasi operasi militer mereka di sejumlah area tertentu.

Kamis, 31/05/2018 12:33 0

Indonesia

BNPT Sebut Solidaritas Palestina Sebagai Penyebab Terorisme

"Penyebab teroris adalah ideologi, paham yang salah, solidaritas komunal karena melihat saudaranya dizalimi seperti Palestina, Rohingya, Maluku Ambon"

Kamis, 31/05/2018 11:43 6

Opini

Digaji Tinggi, Seberapa Efektifkah BPIP?

Numerasi penggajian yang ditetapkan oleh presiden lewat Perpres No 42 Tahun 2018 bagi dewan pengarah dan pelaksana BPIP dinilai oleh banyak kalangan terlalu fantastis.

Kamis, 31/05/2018 11:38 0

Indonesia

Divonis Bebas, Alfian Tanjung: Hadapi Gerakan Komunis dengan Tak Memilih Pemimpin yang Dukung Mereka

Kita hadapi gerakan komunis dengan tidak memilih pemimpin yang mendukung mereka

Kamis, 31/05/2018 10:31 0

Eropa

Kembali Tak Tunjukkan Bukti, Amaq Klaim Serangan di Belgia

Pelaku diketahui bernama Benjamin Herman (31). Ia adalah pedagang narkoba Belgia yang telah dipenjara selama bertahun-tahun dan dibiarkan keluar selama dua hari pada Senin (28/5).

Kamis, 31/05/2018 10:26 0

Amerika

AS: Taliban Gulirkan Pertempuran dan Negoisasi

"Anda memperhatikan bahwa pemimpin Taliban tingkat menengah dan senior sedang bernegosiasi dengan pemrinta Afghanistan," katanya. Nicholson menambahkan bahwa banyak aktivitas diplomatik dilakukan "di belakang layar."

Kamis, 31/05/2018 09:45 0

Turki

Turki Latih Angkatan Kedua Polisi Nasional Oposisi Suriah

Pelatihan polisi termasuk "menghadapi kerusuhan", "hukum polisi" dan "disiplin umum", serta pelatihan dalam "operasi perumahan", "penghancuran perangkat eksplosif" dan "forensik".

Kamis, 31/05/2018 08:40 0

Close