Begini Nasib Aktivis yang Berada di Kapal “Pendobrak” Blokade Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Tentara Zionis Israel membebaskan semua orang yang berada di atas “Kapal Kemerdekaan” kecuali satu orang. Mereka diinterogasi kemudian dipulangkan ke Gaza.

Angkatan Laut Israel menangkap dan menahan Kapal Kemerdekaan yang berlayar dari Jalur Gaza untuk mendobrak blokade terhadap kota itu. Aksi menuntut pembukaan blokade ini merupakan aksi pertama yang digelar aktivis Gaza melalui jalur laut.

Kapal tersebut membawa sedikitnya 18 orang, yang terdiri dari siswa, orang-orang yang sakit dan tidak dapat bepergian karena blokade. Empat kapal tempur Israel menghentikan Kapal Kemerdekaan setelah berlayar sejauh 14 mil dari darat.

Koresponden Al-Jazeera di Gaza, Wael Dahdouh, melaporkan para aktivis Palestina yang dilepas sudah tiba di Gaza. Mereka menuturkan bahwa tentara Israel menginterogasi dan menanyai identitas orang-orang yang berada di atas kapal. Tentara bertanya, siapa di balik aksi ini, siapa penyodong dana dan bagaimana aksi ini digelar.

Seperti dikatakan Dahdouh, para aktivis menjawab bahwa kami ingin bepergian ke luar Jalur Gaza untuk kebutuhan kemanusiaan, seperti siswa untuk melanjutkan studi, atau pasien untuk berobat, mengingat kemungkinan keterbatasan di Jalur Gaza yang terkepung. Seorang periwira intelijen Israel menolak permintaan aktivis supaya mereka tidak dipulangkan ke Gaza dan dibolehkan melanjutkan perjalanan.

“Jika Anda ingin protes, protes terhadap Hamas dan pihak berwenang Mesir untuk membuka penyeberangan Rafah,” kata perwira Israel tersebut seperti ditirukan para aktivis.

BACA JUGA  Jelang Pemilu Palestina, Abbas Hadapi Kisruh Internal Partai

Seorang juru bicara Otoritas Nasional untuk Memutus Pengepungan mengatakan bahwa penangkapan Israel ini tidak akan menghentikan kami untuk melakukan aksi baru dalam rangka membuka blokade.

Penyelenggara mengatakan bahwa aksi Kapal Kemerdekaan ini untuk mengingat tahun kedelapan insiden kapal Marmara pada tahun 2010. Sedikitnya Sembilan aktivis tewas saat mencoba menembus Jalur Gaza melalui jalur laut menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat