... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konferensi Paris Sepakati Libya Harus Gelar Pemilu Tahun Ini

Foto: Para pemain utama di konfil Libya hadir dalam konferensi internasional di Prancis

KIBLAT.NET, Paris – Pihak-pihak yang terlibat dalam krisis Libya, yang menghadiri konferensi internasional di Paris pada Selasa (29/05) menyepakati mengatur pemilihan parlemen dan presiden secepat mungkin di negara yang dilanda konflik kepentingan itu. Mereka setuju pemilu digelar akhir tahun ini dan masing-masing dipaksa untuk menciptakan suasana adil dan setuju hasil pemilu.

Presiden Prancis Emmanuel menemui empat pemain utama konflik Libya di istana kepresidenan, Elysee. Empat poros itu adalah Presiden Dewan Presiden Pemerintah Kesepakatan Nasional Faiz Sarraj, Kepala Dewan Negara Khaled Mashri, dan pensiunan Mayor Jenderal Khalifa Haftar dan Uqailah Saleh. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 negara termasuk Qatar, Mesir, UEA, Kuwait, Arab Saudi dan Turki, serta Tunisia dan Aljazair.

Menurut deklarasi politik yang diumumkan di Paris, para peserta berjanji untuk bekerja untuk penyelenggaraan pemilihan yang adil dan damai sesegera mungkin dan komitmen menghormati hasilnya. Pemilu akan digelar akhir tahun ini.

Menurut kantor berita AFP, deklarasi itu menyebutkan penyelenggaraan pemilihan parlemen dan presiden pada 10 Desember 2018.

Para peserta konferensi juga sepakat untuk mengakui pentingnya landasan konstitusional untuk pemilu ini dan hal-hal yang terkait dengan upaya pengagalan pemilu. Semuanya itu dibangun atas dukungan PBB dalam konsultasi dengan pihak berwenang Libya pada proposal untuk jadwal untuk adopsi Konstitusi.

Para peserta setuju berkomitmen untuk menyediakan suasana yang lebih baik bagi penyelenggaraan pemilihan nasional, dan segera untuk menyatukan Bank Sentral Libya dan lembaga-lembaga lainnya.

Kesepakatan tersebut juga menetapkan komitmen untuk mendukung upaya-upaya PBB membangun institusi militer dan keamanan yang bertanggung jawab atas kestabilan Libya.

Akan tetapi, sejumlah pihak internasional memperingatkan bahwa konferensi di Paris tersebut akan terjadi sebaliknya jika masing-masing pihak tidak komitmen.

Krisis Libya telah menyaksikan upaya dan inisiatif internasional dari negara-negara regional untuk menemukan solusi mengakhiri konflik di negara tersebut. Namun upaya itu gagal. Hal itu terjadi karena banyaknya kepentingan negara-negara asing di negara kaya minyak itu. Masing-masing yang berkepentingan berupaya membangun pemerintah yang berkuasa di Libya sesui kepentingannya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Muhammadiyah Jamah Dakwah Berbasis Virtual

Muhammadiyah tengah menyiapkan pembentukan Tim Siber yang akan mengolah pesan-pesan agar terserap oleh masyarakat.

Selasa, 29/05/2018 13:43 0

Indonesia

Perkembangan Dunial Digital Munculkan Generasi Muslim Milenial

Muslim Milenial mempunyai beberapa ciri, diantaranya berislam dengan kuat, mengadopsi teknologi, dan berwawasan global.

Selasa, 29/05/2018 13:28 0

Indonesia

KAMMI Minta Jokowi Bijak Gunakan Uang Negara

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia mendesak agar Peraturan Presiden no 42 tahun 2018 terkait gaji Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) segera dievaluasi.

Selasa, 29/05/2018 12:01 0

Suara Pembaca

Kedutaan UEA Amanahi ONECARE Salurkan Bantuan Paket Sembako Ramadhan

Kedutaan besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia menyalurkan ratusan bantuan paket sembako bagi warga kurang mampu

Selasa, 29/05/2018 09:27 0

Indonesia

Megawati Digaji Rp112 Juta, Priyo Budi Santoso: Sangat Tak Elok!

Jika dibandingkan dengan keberanian Mahathir di Malaysia tersebut, menurut Priyo, harusnya kita semua sangat malu terhadap keputusan Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengenai gaji Megawati sebesar 112 Juta Rupiah.

Senin, 28/05/2018 17:04 0

Video News

Mengapa Ada Teror dan Terorisme?

Mengapa Ada Teror dan Terorisme? Bambang W Umar selaku Pengamat Kepolisian Universitas Indonesia menyatakan bahwa latar belakang terorisme memiliki indikasi kepentingan politik dan ekonomi. Dalam penanganan, menurutnya, militer juga dilibatkan.

Senin, 28/05/2018 11:17 0

Video News

Al-Qur’an Jadi Barang Bukti Terorisme?

KIBLAT.NET – Al-Qur’an Jadi Barang Bukti Terorisme? Maneger Nasution, Mantan Komisioner Komnas HAM, menyatakan bahwa...

Senin, 28/05/2018 09:59 0

Video News

UU Terorisme, Harusnya Bagaimana?

KIBLAT.NET – UU Terorisme, Harusnya Bagaimana? Ketua Ketua LHKP PPM Yono Reksoprodjo menyampaikan pemikiran-pemikiran Muhammadiyah...

Senin, 28/05/2018 09:32 0

Video News

Narasi Monolog dalam Penanganan Terorisme

Narasi Monolog dalam Penanganan Terorisme. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, produk narasi bersifat monolog dari pihak kepolisian. Salah satunya, ia menyebutkan kasus Siyono 2016 lalu.

Senin, 28/05/2018 09:15 0

Profil

Ubaidullah Latif, Mujahid Santun dan Penuh Kecintaan Kepada Allah

Gaya bicaranya santun, senyuman selalu terkembang di bibirnya dan suka mengingatkan akan kebaikan. Maka, ketika mujahid santun ini syahid, banyak rekan-rekannya yang merasa kehilangan karena kenangan-kenangan manis bersamanya.

Ahad, 27/05/2018 19:05 0

Close