Didukung Turki, Faksi-faksi FSA di Idlib Melakukan “Merger”

KIBLAT.NET, Idlib – Sebanyak 11 faksi Free Syrian Army (FSA) di provinsi Idlib, Senin lalu, mendeklarasikan persatuan kekuatan militer dengan nama Jabhah Wathaniyah Littahrir. Persatuan ini didukung langsung oleh Turki.

Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan 28 Mei lalu, dasar pembentukan persatuan kekuatan militer itu untuk memegang kembali prinsip-prinsip revolusi Suriah dan upaya untuk mencapainya.

Kesebelas faksi yang menyatu itu, Faylaq Al-Syam, Jaisy Idlib Al-Hurr, Al-Firqah Al-Sahiliyah Al-Ula, Al-Firqah Al-Sahiliyah Al-Tsani, Firqah Ula Masyah, Jaisy Tsani, Jaisy Nukbah, Jaisy Nasr, Liwa Syuhada Islam Fi Daraya, Liwa Al-Hurriyah dan Firqah 23.

Kolonel Fadlallah Al-Hajji, panglima tertinggi Faylaq Al-Syam, ditunjuk sebagai pemimpin kekuatan baru oposisi di Suriah utara ini. Ia didampingi Shuhaib Layyusy sebagai wakil. Sementara kepala staf militer dijabat Muhammad Manshur.

Berdasarkan informasi meyakinkan yang didapat portal Enabbaladi.net, pembentukan kekuatan baru ini didukung penuh oleh Turki. Bahkan, struktur organisasi dan militer dibuat langsung oleh Turki.

Sedikitnya tiga sumber mengatakan kepada Enabbaladi.net bahwa faksi-faksi FSA yang beroperasi di provinsi Idlib mendapat sokongan dana sebagai ganti bantuan AS. Dukungan dana itu dalam langkah membentuk Tentara Nasional baru setelah berdirinya pos-pos pengawas Turki di provinsi tersebut.

Jabhah Wathaniyah Littahrir ini berbeda dengan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan Jabhah Tahrir Suriah (JTS). Mereka menjadi representasi kekuatan FSA di Idlib, yang selama ini redup seiring semakin kuatnya faksi-faksi Islamis.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat