... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konferensi Internasional Soal Krisis Libya Digelar di Perancis

Foto: Libya

KIBLAT.NET, Paris – Pemerintah Perancis mendukung Khalifah Haftar sebagai kekuatan yang berkuasa di Libya. Hal itu terungkap di saat negara Eropa itu bersiap menjadi tuan rumah konferensi internasional untuk menyatukan pihak-pihak yang berkepentingan di Libya.

Sumber orang dekat kepresidenan Perancis mengatakan kepada Al-Jazeera, Senin (28/05), bahwa Paris sangat percaya dengan pensiunan Mayor Jenderal Khalifa Haftar dalam membawa keamanan dan melawan terorisme di Libya.

Sumber di lingkaran Istana Elysee di Paris itu menambahkan bahwa Perancis memiliki hubungan erat dengan Haftar. Paris menganggap Haftar telah menciptakan keamanan di Timur Libya dan memerangi organisasi “teroris”, di antaranya ISIS.

“Tak ada yang dapat menghalangi Haftar untuk maju ke pemilu jika dia menginginkannya,” kata sumber yang tidak disebutkan namanya itu.

Dalam hal yang sama, seorang sumber di Elysee mengatakan bahwa Konferensi Internasional tentang Libya dijadwalkan digelar besok di Paris. Konferensi ini merupakan pertemuan internasional pertama tentang Libya yang akan menghadirkan Haftar, kepala parlemen LibyaAqilah Saleh, dan Presiden Dewan Negara Khalid Mashri, dan Perdana Menteri Faiz Siraj.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa rancangan perjanjian yang akan ditandatangani konferensi itu mengambil komitmen semua pihak untuk mencari jalan keluar dari krisis Libya, menentukan kelayakan lembaga-lembaga pemerintah di Libya dan mengkonsolidasikan lembaga keamanan. Dalam konferensi itu, PBB juga akan berdiskusi dengan kelompok-kelompok di Libya yang ingin bergabung dalam proses politik.

BACA JUGA  Epidemi Corona Paksa Prancis Tarik Pasukan dari Irak

Pihak-pihak yang akan menghadiri konferensi ini adalah Presiden Kongo Denis Sassou-Nguesso sebagai ketua Komite Agung Uni Afrika di Libya, dan utusan PBB ke Libya Ghassan Salameh, perwakilan negara-negara 9-11, yaitu negara-negara tetangga: Tunisia, Aljazair, Mesir, Chad, negara-negara regional: Maroko, Arab Saudi, Kuwait, UEA, Qatar, Turki, dan lima Anggota Tetap Dewan Keamanan: Rusia, Cina, Perancis, Amerika Serikat dan Inggris, serta Jerman dan Italia.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Megawati Digaji Rp112 Juta, Priyo Budi Santoso: Sangat Tak Elok!

Jika dibandingkan dengan keberanian Mahathir di Malaysia tersebut, menurut Priyo, harusnya kita semua sangat malu terhadap keputusan Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengenai gaji Megawati sebesar 112 Juta Rupiah.

Senin, 28/05/2018 17:04 0

Video News

Mengapa Ada Teror dan Terorisme?

Mengapa Ada Teror dan Terorisme? Bambang W Umar selaku Pengamat Kepolisian Universitas Indonesia menyatakan bahwa latar belakang terorisme memiliki indikasi kepentingan politik dan ekonomi. Dalam penanganan, menurutnya, militer juga dilibatkan.

Senin, 28/05/2018 11:17 0

Video News

Al-Qur’an Jadi Barang Bukti Terorisme?

KIBLAT.NET – Al-Qur’an Jadi Barang Bukti Terorisme? Maneger Nasution, Mantan Komisioner Komnas HAM, menyatakan bahwa...

Senin, 28/05/2018 09:59 0

Video News

UU Terorisme, Harusnya Bagaimana?

KIBLAT.NET – UU Terorisme, Harusnya Bagaimana? Ketua Ketua LHKP PPM Yono Reksoprodjo menyampaikan pemikiran-pemikiran Muhammadiyah...

Senin, 28/05/2018 09:32 0

Video News

Narasi Monolog dalam Penanganan Terorisme

Narasi Monolog dalam Penanganan Terorisme. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, produk narasi bersifat monolog dari pihak kepolisian. Salah satunya, ia menyebutkan kasus Siyono 2016 lalu.

Senin, 28/05/2018 09:15 0

Profil

Ubaidullah Latif, Mujahid Santun dan Penuh Kecintaan Kepada Allah

Gaya bicaranya santun, senyuman selalu terkembang di bibirnya dan suka mengingatkan akan kebaikan. Maka, ketika mujahid santun ini syahid, banyak rekan-rekannya yang merasa kehilangan karena kenangan-kenangan manis bersamanya.

Ahad, 27/05/2018 19:05 0

Video News

Perang Terhadap Terorisme dan Pelanggaran HAM

KIBLAT.NET – Perang Terhadap Terorisme dan Pelanggaran HAM. Aktivis HAM Haris Azhar melihat banyak orang...

Ahad, 27/05/2018 16:56 0

Editorial

Editorial: Setelah UU Terorisme Diketok

Masalah ini memang tidak sederhana, yang hanya cukup dihadapi dengan UU. Sebab, program melawan terorisme maupun radikalisme, terlalu mudah untuk dipahami sebagai perang melawan sebuah agama, yaitu Islam.

Ahad, 27/05/2018 12:29 0

Artikel

UU Teror Firaun dan Tongkat Musa

Setelah kalah adu argumentasi dengan Nabi Musa, Firaun merespon dengan keras. Ia menutup semua pintu dialog dan segera menerbitkan sebuah undang-undang. Dengan penuh amarah, Firaun berteriak mengucapkan kalimat ancaman untuk Musa, “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selainku, benar-benar aku akan menjadikanmu salah seorang yang dipenjarakan” [Asy-Syu’ara: 29].

Ahad, 27/05/2018 12:06 0

Artikel

Ketika UEA Bungkam Suara Kritis Rakyat dengan Istilah ‘Teroris’

Definisi yang luas tentang ekstremisme telah mempengaruhi kebijakan regional Uni Emirat Arab

Ahad, 27/05/2018 11:30 0

Close