... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KAMMI Minta Jokowi Bijak Gunakan Uang Negara

Foto: KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia mendesak agar Peraturan Presiden no 42 tahun 2018 terkait gaji Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) segera dievaluasi.

KAMMI menilai kebijakan itu justru bertentangan dengan nilai-nilai yang terkadung dalam pancasila yang mengedepankan nilai-nilai keadilan.

“Saya atas nama organisasi KAMMI meminta agar kebijakan itu segera dievaluasi. Karena kebijakan ini justru sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam pancasila itu sendiri,” Kata Ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi, Sabtu (29/05/2018).

Lebih lanjut Irfan menyarankan agar presiden Joko Widodo dapat menahan diri serta bijaksana dalam menggunakan keuangan negara. “Hutang luar negeri kita terus mengalami kenaikan dan ekonomi rakyat sedang turun-turunnya, belum lagi nilai tukar rupiah yang melemah itu dulu harusnya yang diselesaikan Presiden, bukan justru menggaji satu orang dengan jumlah yang begitu besar,” kata Irfan.

“Jika ini sampai terjadi, maka miliaran rupiah uang negara akan dianggarkan hanya untuk menggaji satu orang dalam setahun, apa ini masuk akal?” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden nomor 42 tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat, dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di antaranya mengatur gaji dewan pengarah, pejabat hingga pegawai BPIP.

Dalam perpres tersebut, gaji untuk seorang Ketua Dewan Pengarah senilai Rp 112.548.000,-. Sementara gaji anggotanya senilai Rp 100.811.000,-.

BACA JUGA  Perkuat Jaringan di Timur Tengah, KAMMI Libya Dideklarasikan

“Harus evaluasi, tidak bisa tidak, jangan sampai pembina pancasila sudah tidak pancasila sejak awal,” tandas Irfan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Koalisi Saudi Hampir Rebut Kota Hudaydah, Yaman

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki Al-Maliki, tidak mengungkapkan apakah ada rencana untuk menyerang pelabuhan, yang telah menjadi tujuan koalisi sejak dimulainya operasi militer.

Selasa, 29/05/2018 11:37 0

Eropa

Solidaritas Palestina, Aktivis Susun Ribuan Sepatu di Depan Markas UE

Mereka melakukan hal itu untuk menarik perhatian pada penderitaan warga Palestina di bawah pendudukan Israel.

Selasa, 29/05/2018 10:58 0

Palestina

Merekam dan Menyebarkan Kejahatan Tentara Israel Bakal Dipidana

Komite Kementerian Israel tengah membahas sebuah RUU yang melarang dokumentasi pelanggaran hak asasi manusia tentara Israel terhadap warga Palestina.

Selasa, 29/05/2018 10:40 0

Suara Pembaca

Kedutaan UEA Amanahi ONECARE Salurkan Bantuan Paket Sembako Ramadhan

Kedutaan besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia menyalurkan ratusan bantuan paket sembako bagi warga kurang mampu

Selasa, 29/05/2018 09:27 0

Prancis

Konferensi Internasional Soal Krisis Libya Digelar di Perancis

Paris mengatakan pihaknya mendukung penuh Khalifah Haftar

Selasa, 29/05/2018 09:26 0

Suriah

HTS Gulirkan Kampanye Keamanan Bersihkan Sel ISIS di Idlib

Menurut kantor berita Iba’ milik HTS, “operasi ini menargetkan gua-gua khawarij yang bertanggung jawab atas ranjau dan bom.

Selasa, 29/05/2018 08:29 0

Prancis

Viral, Video Imigran Mali Selamatkan Balita di Lantai 4 Layaknya Spiderman

"Saya melakukan (penyelamatan) itu karena (korbannya) anak-anak," kata surat kabar Le Parisien mengutip perkataannya. "Aku pun naik. Syukurlah aku dapat menyelamatkannya."

Senin, 28/05/2018 14:13 0

Video News

Mengapa Ada Teror dan Terorisme?

Mengapa Ada Teror dan Terorisme? Bambang W Umar selaku Pengamat Kepolisian Universitas Indonesia menyatakan bahwa latar belakang terorisme memiliki indikasi kepentingan politik dan ekonomi. Dalam penanganan, menurutnya, militer juga dilibatkan.

Senin, 28/05/2018 11:17 0

Amerika

Tahanan Muslim di Penjara Amerika Diberi Makan Sahur Berbahan Babi

Para tahanan Muslim yang menjalani puasa hanya diberikan jatah makanan yang setara dengan 1.100 kalori per hari. Padahal, jumlah itu jauh lebih sedikit daripada jumlah kalori yang direkomendasikan menurut panduan kesehatan pemerintah Amerika sebesar 2.500 kalori bagi laki-laki.

Senin, 28/05/2018 11:08 0

Video News

Al-Qur’an Jadi Barang Bukti Terorisme?

KIBLAT.NET – Al-Qur’an Jadi Barang Bukti Terorisme? Maneger Nasution, Mantan Komisioner Komnas HAM, menyatakan bahwa...

Senin, 28/05/2018 09:59 0

Close