... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pentagon Didesak Selidiki Kasus Penyiksaan Tahanan di Yaman

Foto: Para tahanan di penjara Yaman.

KIBLAT.NET, Washington – Kementerian Pertahanan AS didesak untuk menyelidiki apakah pasukan AS melakukan penyiksaan ketika menginterogasi para tahanan di Yaman.

Langkah yang disepakati dalam voting Parlemen AS pada Kamis (24/05/2018) itu meminta Kepala Pentagon Jim ke Mattis untuk melihat kasus tersebut.

Menurut laporan Al-Jazeera, masih belum jelas apakah tindakan itu akan dimasukkan dalam RUU pertahanan terakhir. Perundang-undangan yang disahkan oleh Parlemen ini adalah bagian dari RUU anggaran departemen pertahanan yang jauh lebih besar. Itu harus pergi ke Senat dan kemudian dikirim ke Presiden Donald Trump untuk tanda tangannya agar menjadi hukum.

Voting dilakukan beberapa hari setelah petugas veteran CIA Gina Haspel dilantik sebagai direktur perempuan pertama badan itu pada Senin.

Penyelidikan Associate Press tahun lalu mengungkapkan bahwa jaringan penjara yang didirikan di Yaman selatan memiliki sekitar 2.000 tahanan atas dugaan memiliki hubungan dengan Al-Qaidah.

Mantan tahanan menggambarkan para tahanan dimasukkan dalam kontainer dengan mata tertutup selama berminggu-minggu. Dalam laporan itu, para pejabat AS mengakui pasukan Amerika telah terlibat dalam proses interogasi. Namun menolak terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Sebuah pannel ahli PBB sebagian besar menegaskan temuan ini. Mereka menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) yang menjadi sekutu AS melakukan penyiksaan (termasuk pemukulan, listrik, suspensi terbatas dan penjara dalam sangkar di bawah matahari).

BACA JUGA  UEA Tarik Pasukan dari Yaman, Ada Apa?

Andreas Krieg, asisten profesor di King’s College London, mengatakan publik Amerika harus diberitahu tentang apa yang terjadi di Yaman dan peran pasukan AS di sana.

“Ada banyak bukti yang keluar pada tahun lalu yang menunjukkan ada berbagai pengganti yang berbeda yang beroperasi di penjara-penjara ini,” katanya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

UU Teror Firaun dan Tongkat Musa

Setelah kalah adu argumentasi dengan Nabi Musa, Firaun merespon dengan keras. Ia menutup semua pintu dialog dan segera menerbitkan sebuah undang-undang. Dengan penuh amarah, Firaun berteriak mengucapkan kalimat ancaman untuk Musa, “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selainku, benar-benar aku akan menjadikanmu salah seorang yang dipenjarakan” [Asy-Syu’ara: 29].

Ahad, 27/05/2018 12:06 0

Artikel

Ketika UEA Bungkam Suara Kritis Rakyat dengan Istilah ‘Teroris’

Definisi yang luas tentang ekstremisme telah mempengaruhi kebijakan regional Uni Emirat Arab

Ahad, 27/05/2018 11:30 0

Indonesia

RSI Sultan Agung Lawan Skabies di Kalangan Santri dengan ‘CINTA’

Di tengah-tengah rutinitas membaca dan menghafal Al-Quran, santriwati ponpes Bustanul Usysyaqil Qur'an (BUQ), Betengan Demak mendapatkan edukasi perilaku hidup bersih sehat dari dokter RSI Sultan Agung.

Ahad, 27/05/2018 09:39 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Memerangi Terorisme atau Memerangi Islam?

Khutbah Jumat: Memerangi Terorisme atau Memerangi Islam? Allah Ta’ala berfirman, “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqarah: 217). Bagaimana upaya “mereka” yang disebut dalam ayat tersebut

Ahad, 27/05/2018 08:52 0

Artikel

Mengeja Te-Ro-Ris-Me

Mungkin, demi kehidupan yang setidaknya lebih tenang dan damai, ada baiknya kita mulai berhenti menggunakan istilah terorisme di ruang publik. Atau kalaupun masih ingin menggunakan hendaknya dengan definisi yang lebih jujur dan lebih diterima semua pihak. Salah satunya definisi yang dilontarkan oleh John Whitbeck, pengacara internasional Amerika bahwa “terorisme adalah kekerasan yang tidak saya dukung.”

Ahad, 27/05/2018 01:26 1

Indonesia

PNS Sumatera Barat Akan Dapat Keringanan Masuk Kerja Untuk I’tikaf

Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno memberikan keringanan dengan membolehkan PNS yang melakukan i'tikaf terlambat masuk kantor

Sabtu, 26/05/2018 14:14 0

Indonesia

Kisah Aman Abdurrahman Ditemui Profesor dari Singapura Di Penjara

Saat membacakan pledoi, Aman menceritakan kisah pertemuannya dengan seorang profesor asal Singapura saat dipenjara

Jum'at, 25/05/2018 16:55 0

Indonesia

Bacakan Pledoi, Aman Abdurrahman Mengaku Baru Tahu Kasus Bom dari Persidangan

"Saya, Aman Abdurrahman tidak mengakui apapun tentang hal itu,"

Jum'at, 25/05/2018 15:34 0

Foto

Masjid Al-Khandaq, Tandai Strategi Perang Ala Salman Al-Farisi

Masjid ini terletak di parit barat laut Madinah, tempat Perang Khandaq terjadi.

Jum'at, 25/05/2018 14:26 0

Indonesia

Terhimpun Kata Sepakat, DPR Sahkan UU Antiterorisme

Undang-undang tersebut disahkan langsung dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (25/05/2018).

Jum'at, 25/05/2018 13:59 0

Close