... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Setelah UU Terorisme Diketok

Foto: Ketok UU Terorisme

KIBLAT.NET – Akhirnya revisi UU Terorisme resmi diketok. Sepertinya puas sudah pihak intelijen dan keamanan, setelah sekian lama ngidam UU yang memberikan mereka keleluasaan lebih untuk berbuat atas nama “pencegahan teror.” Lalu bagaimana mereka yang sering dijuluki teroris itu bersikap?

Nada skeptis datang dari Abu Rusydan, seorang mantan terpidana kasus terorisme. Saat banyak pihak menyoroti konten RUU yang berpotensi melanggar HAM, menurutnya segala apa yang dikhawatirkan itu sudah terjadi.

“Ada undang-undangnya atau tidak, perlakuan terhadap kami tetap sama saja. Barbar!” katanya mengutip pembicaraan dengan beberapa mantan napiter lain. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah diskusi yang dihelat di Hotel Gran Alia, Cikini pada Selasa (22/05) lalu. Ia pun menggambarkan beberapa contoh perlakuan tidak manusiawi yang pernah ia alami sendiri.

Agaknya, rumusan UU yang cukup represif itu gagal bila dimaksudkan untuk membuat takut pejuang—yang sering dilabeli teroris itu. Bagi orang seperti Abu Rusydan, rumusan UU tidak lebih dari permainan politik dan kepentingan yang tidak mempengaruhi bagaimana aparat bersikap dan berlaku kepada mereka.

Sebab, sumber kekuatan mereka bukan pada keberadaan fisik. Mereka mungkin bisa ditahan tanpa pengadilan hampir setahun. Penceramah bisa diciduk bila, secara sepihak, dinilai mendukung terorisme. Namun kekangan fisik itu belum tentu bisa meredam apa yang selama ini menjadi kekhawatiran Pemerintah.

BACA JUGA  Ada Dugaan Pelanggaran HAM dalam Penangkapan Terduga Teroris, TPM Lapor DPR

Frank Ciluffo, mantan pejabat Keamanan Dalam Negeri Gedung Putih, mengakui Amerika selama ini telah melakukan pertempuran yang salah. Sebab, pusat gravitasi (center of gravity) yang sesungguhnya dari kaum jihadis itu ada pada narasi mereka.

Itulah sebabnya, sejak masih berupa Perppu Antiterorisme, siksaan, caci-maki, masa hukuman yang berlipat bahkan sampai eksekusi mati pun belum sanggup menuntaskan masalah ini secara total. Justru, tekanan yang lebih keras kepada mereka semakin memperkuat dalil-dalil suci yang selama ini memotivasi mereka.

UU itu bisa saja dianggap seperti kaum Quraisy yang mencoba menakut-nakuti pengikut Nabi Muhammad SAW. Seperti termaktub dalam Al-Imran: 173, keimanan mereka bertambah justru ketika ditekan dengan intimidasi dan ancaman.

Mereka juga bisa menghibur dengan memerankan diri sebagai tukang sihir Firaun. Saat diancam sanksi tegas dan kejam, para tukang sihir yang kemudian beriman itu membalas, “Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami,” (As-Syuaraa : 50).

Belum lagi ditambah spirit yang muncul oleh narasi akhir zaman sebagaimana dinubuwahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satunya seperti Thaifah Manshurah yang akan tetap istiqomah mempertahankan prinsip karena, “Laa yadhurruhum man khadzalahum wa laa man khaalafahum” (Orang-orang yang menghina dan menyelisihi tidak sanggup untuk mendatangkan bahaya bagi mereka).

Masalah ini memang tidak sederhana, yang hanya cukup dihadapi dengan UU. Sebab, program melawan terorisme maupun radikalisme, terlalu mudah untuk dipahami sebagai perang melawan sebuah agama, yaitu Islam.

BACA JUGA  Demo Jokowi-JK, KAMMI: 4 Tahun Rakyat Dibawa dalam Genangan Penderitaan

Padahal, di antara barisan pejuang Islam, tak sedikit yang menolak aksi serampangan dan asal-asalan yang akhir-akhir ini terjadi. Masih banyak diantara mereka yang komitmen pada aturan syariat yang ketat dalam masalah jihad, bukan asal beraksi.

Baik pemerintah selaku pembuat dan pihak keamanan selaku pelaksana bisa saja keukeuh yang mereka hadapi bukanlah Islam. Namun tebang pilih kasus yang sama-sama mengandung unsur teror selama ini, bila tidak dihentikan, akan membenarkan asumsi perang melawan agama di atas.

Apalagi, program antiterorisme identik dengan desain Amerika. Sementara Amerika sendiri, melalui Wapresnya, Mike Pence terang-terangan mengajak dunia, termasuk ormas Islam yang bisa digalang, untuk bersama-sama melawan jihad. Bukan melawan terorisme.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Pentagon Didesak Selidiki Kasus Penyiksaan Tahanan di Yaman

Kementerian Pertahanan AS didesak untuk menyelidiki apakah pasukan AS melakukan penyiksaan ketika menginterogasi para tahanan di Yaman.

Ahad, 27/05/2018 12:12 0

Artikel

UU Teror Firaun dan Tongkat Musa

Setelah kalah adu argumentasi dengan Nabi Musa, Firaun merespon dengan keras. Ia menutup semua pintu dialog dan segera menerbitkan sebuah undang-undang. Dengan penuh amarah, Firaun berteriak mengucapkan kalimat ancaman untuk Musa, “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selainku, benar-benar aku akan menjadikanmu salah seorang yang dipenjarakan” [Asy-Syu’ara: 29].

Ahad, 27/05/2018 12:06 0

Myanmar

Bantahan Lengkap ARSA atas Tuduhan Pembunuhan Sipil Hindu di Rakhine

Berikut Kiblat.net menyajikan terjemahan utuh jawaban ARSA atas tuduhan pembunuhan terhadap sipil Hindu di Rakhine.

Ahad, 27/05/2018 11:43 0

Artikel

Ketika UEA Bungkam Suara Kritis Rakyat dengan Istilah ‘Teroris’

Definisi yang luas tentang ekstremisme telah mempengaruhi kebijakan regional Uni Emirat Arab

Ahad, 27/05/2018 11:30 0

Myanmar

Amnesty Internasional Tuding ARSA Bunuh Warga Hindu Myanmar

Lembaga advokasi HAM Amnesty Internasional menuduh Arakan Rohingya Salvation Army melakukan pembunuhan terhadap sipil Hindu pada Agustus 2017 silam.

Ahad, 27/05/2018 10:40 0

Myanmar

Terjerat Kasus Korupsi, Menteri Keuangan Myanmar Mengundurkan Diri

Komisi Anti-Korupsi (ACC) Myanmar sedang meluncurkan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Win dan putranya.

Ahad, 27/05/2018 10:17 0

News

Siaran Pers Sinergi Foundation; Hak Jawab atas Pemberitaan Situs cnnindonesia

Seminar Kajian Sistem Politik dan Pemerintahan Islam akan digelar di Bandung, Minggu 27 Mei 2018 besok pukul 09.00-15.00 WIB. Tepatnya di Gedung Wakaf Pro, Jalan Sidomukti 99H, Cikutra, Bandung, Jawa Barat. Namun ada saja yang usil. Berikut klarifikasi Sinergi Foundation selaku pengelola gedung tempat acara akan dilangsungkan.

Ahad, 27/05/2018 10:09 0

Indonesia

RSI Sultan Agung Lawan Skabies di Kalangan Santri dengan ‘CINTA’

Di tengah-tengah rutinitas membaca dan menghafal Al-Quran, santriwati ponpes Bustanul Usysyaqil Qur'an (BUQ), Betengan Demak mendapatkan edukasi perilaku hidup bersih sehat dari dokter RSI Sultan Agung.

Ahad, 27/05/2018 09:39 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Memerangi Terorisme atau Memerangi Islam?

Khutbah Jumat: Memerangi Terorisme atau Memerangi Islam? Allah Ta’ala berfirman, “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqarah: 217). Bagaimana upaya “mereka” yang disebut dalam ayat tersebut

Ahad, 27/05/2018 08:52 0

Amerika

McCain Akui Perang Iraq Sebagai Sebuah Kesalahan

“Perang Iraq, dengan semua biayanya baik berupa nyawa, harta benda, dan keamanan, tidak bisa dilihat sebagai sesuatu apapun kecuali bahwa itu adalah sebuah kesalahan yang serius."

Ahad, 27/05/2018 08:39 0

Close