Protes Warga Palestina di Perbatasan Terus Berlanjut

KIBLAT.NET, Gaza – Puluhan pengunjuk rasa Palestina di perbatasan Jalur Gaza luka-luka terkena peluru dan gas air mata pasukan Israel dalam protes terbaru yang diikuti ribuan warga Palestina pada Jumat (25/05).

Protes yang disebut “Masirah Al-Uudah Al-Kubra (aksi kepulangan besar)” telah dimulai pada 30 Maret untuk menuntut kembalinya para pengungsi Palestina dan keturunan mereka ke tanah keluarga dan rumah yang mereka tinggalkan pada saat pembentukan Negara Israel pada tahun 1948.

Protes di perbatasan memuncak pada 14 Mei, dan sumber-sumber medis di Gaza mengatakan pada hari itu bahwa setidaknya 60 orang Palestina tewas ditembak pasukan Israel. Kekerasan telah surut sejak hari itu, tetapi insiden sporadis tetap ada di perbatasan.

Para petugas kesehatan Gaza mengatakan sebanyak 113 warga Palestina telah ditembak mati oleh Israel sejak dimulainya protes di perbatasan.

Sebagian besar peserta pada hari Jumat kemarin tetap berada di posisi sekitar 800 meter dari pagar pemisah wilayah Gaza-Israel. Namun puluhan pria muda mendekati jarak 300 meter dan membakar ban di tempat protes. Di sebelah timur Kota Gaza, beberapa pengunjuk rasa tiba di pagar perbatasan dan berusaha menghancurkan sebagiannya.

Pasukan Israel menembakkan peluru dan gas air mata, dan tentara menembaki layang-layang api yang digunakan pembrotes untuk membakar perkebunan dan perternakan Israel di balik pagar tinggi itu.

Sedikitnya 109 pengunjuk rasa terluka, kata pejabat kementerian kesehatan Gaza. Dokter mengatakan setidaknya 10 dari mereka ditembak.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpinnya di Gaza, Yahya al-Senawar, bergabung dengan kamp-kamp protes terpisah, mendorong massa untuk menaikkan sorak-sorai mereka.

“Pawai kembali belum berakhir,” kata Ali, salah seorang pengunjuk rasa, menutupi wajahnya dengan bajunya di sebuah kamp protes di timur Khan Yunis di Jalur Gaza selatan. Mungkin aksi kali ini semakin kecil tapi terus digelar.

Para pengunjuk rasa membubarkan diri seiring datangnya waktu berbuka puasa.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat