... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Tayangan Ajaib Ala Bulan Suci Ramadhan

Foto: Ilustrasi. (Dream)

KIBLAT.NET – “Marhaban ya Ramadhan”. Kalimat tersebut mendadak “booming” diucapkan oleh sebagian besar kaum muslimin untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, yang jatuh pada hari Kamis,17 Mei 2018. Gegap gempita kaum muslimin khususnya di Indonesia terasa di berbagai daerah. Anak-anak hingga dewasa,dari yang muda hingga yang tua, dari pelajar hingga mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya. Hal ini tentunya sudah menjadi tradisi di negeri muslim, termasuk Indonesia dengan berbagai macam budayanya.

Islam memang mengajarkan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan sukacita. Dalam hadits disebutkan:

“Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (An-Nasa’i).

Dan pada hadits lain juga disebutkan:

“Seandainya umatku tahu keutamaan bulan puasa, tentu mereka akan meminta supaya bulan yang ada dijadikan puasa selamanya… (Ibnu Majah).

Mendadak Islami

Suasana Ramadhan sungguh ajaib, mengubah pribadi muslim jauh lebih taat dari bulan-bulan sebelumnya. Program program TV pun disesuaikan bagaimana permintaan pemirsa. General Manager Programming salah satu TV swasta, menyampaikan bahwa melalui program unggulan Ramadhannya, diharapkan dapat memberikan inspirasi serta mampu memberikan wawasan yang menyejukkan bagi pemirsa khususnya umat muslim di Indonesia dalam mengisi waktu di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Programnya meliputi acara tahfidz, kultum dan program hiburan lawakan spesial menemani pemirsa untuk sahur dan berbuka selama Ramadhan. Program TV yang tak kalah menarik di bulan Ramadhan adalah wisata kuliner dan wisata religi. Ditampilkan tempat tempat bersejarah kaum muslim, entah di dalam negeri (Indonesia) maupun di luar negeri berikut dengan sejarahnya.

Adanya fenomena mendadak Islami tersebut juga menarik perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI KH Abdullah Jaidi menilai, tayangan televisi yang menyejukkan punya makna yang dalam bagi masyarakat Indonesia dalam kondisi saat ini. Sementara itu Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa selama Ramadhan 1439 H, MUI akan melakukan pemantauan siaran televisi. MUI juga bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk memantau semua konten siaran televisi tersebut agar tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama Ramadhan. Syiar atau hiburan yang disediakan harapannya hiburan yang mencerdaskan, menghibur tapi tidak membodohi publik.

Ramadhan setiap Hari, Berkah setiap Hari

Momen Ramadhan, momen takwa. Nabi menegaskan, “Ramadhan” disebut demikian, karena ia bisa membakar dosa-dosa kita (Hr. Ibn Qudamah). Dosa-dosa kita dibakar, dengan berbagai ketaatan yang ada di dalamnya, sebagaimana firman Allah SWT:

“Inna al-hasanat yudzhibna as-sayyi’at” (Sesungguhnya berbagai kebaikan itu akan bisa menghilangkan keburukan dan maksiat) [Q.s. Hud: 114].

Bulan Ramadhan bulan penuh kesabaran, bulan penuh berkah. Umar bin al-Khatthab radhiya-Llahu ‘anhu, mengatakan bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari hal-hal tidak berguna dan sia-sia (Hr. Ibn Abi Syibah, dalam kitabnya, al-Mushannaf). Maka, dengan puasa, kita dilatih untuk melakukan ketaatan sepenuhnya kepada Allah, dan menjauhi sejauh-jauhnya maksiat. Termasuk hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna pun harus ditinggalkan, termasuk di dalamnya adalah tayangan TV yang melenakan.

Tayangan TV di bulan selain Ramadhan harapannya sama seperti di Bulan Ramadhan. Para pemilik kebijakan pun harus senantiasa melakukan tugasnya untuk tetap memantau tayangan yang beredar di TV agar semakin meningkatkan iman dan takwa layaknya di Bulan Ramadhan, bukan malah merusak moral, terutama generasi muda muslim. Hendaknya tayangan yang ditampilkan di TV membuat orang semakin tambah keimananya, semakin bangga dengan Islam dengan program di TV seperti wisata religi. Wisata religi akan menampilkan keagungan dan kedamaian Islam untuk manusia, baik muslim maupun nonmuslim.

Penyiaran tentang Islam yang dulu pernah berjaya akan membuat kaum muslim, khususnya pemuda mengetahui kegemilangan agamanya sendiri bahwa Islam dulu pernah diterapkan. Tayangan kajian-kajian sejenis kultum pun harapnya akan terus diberlakukan yang harapannya menambah keyakinan seseorang terhadap Islam. Dari situlah keimanan akan tersuasanakan. Serasa Ramadhan yang penuh berkah setiap hari. Mau?

Penulis: Eriga Agustiningsasi, S.KM


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Partai AKP: Turki Terus Berupaya Bentuk Pemerintahan Baru di Suriah

“Ankara terus mengupayakan kepemimpinan baru dan legitimasi di Suriah dan bertujuan mengembalikan hubungan negara tetangga serta kerjasama dengan Suriah baru,” kata Partai yang dipimpin oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ini, Kamis.

Jum'at, 25/05/2018 09:13 0

Afrika

Milisi Haftar Tuduh IM Sokong Pejuang Derna, Ini Fakta Sebenarnya

“Pasukan kami cukup untuk menghadapi mereka di dalam maupun di luar Derna,” ancam Mismari.

Jum'at, 25/05/2018 08:23 0

Manhaj

Karakter Umat Pilihan: Tunduk Kepada Aturan Allah

Keikhlasan dan Keteguhan dalam berjuang lahir dari konsekuensi iman yang mereka yakini secara jujur. Tidak seperti orang-orang munafik. Bagi mereka, konsekuensi Iman itu tidak bisa dijalankan dengan cara setengah-setengah

Jum'at, 25/05/2018 03:34 0

Afghanistan

Operasi Al Khandaq Dijalankan Taliban di 34 Provinsi di Afghanistan

Laman FDD's The Long War Journal baru-baru ini mengeluarkan laporan berkenaan perkembangan operasi Al Khandaq yang diluncurkan Taliban awal Mei ini.

Kamis, 24/05/2018 18:35 0

Indonesia

Remaja Ancam Tembak Presiden Disebut Lucu-lucuan, Senator: Polisi Jangan Beropini untuk Lindungi Pelaku

"Jangan karena anak tersebut adalah anak Cina kaya, Polda Metro Jaya terkesan takut atau bahkan beropini untuk melindungi pelaku"

Kamis, 24/05/2018 16:43 3

Afrika

Pertempuran Sengit Meletus di Derna, Libya Timur

Milad Al-Zarawy, nama jubir TNL, mengatakan bahwa pertempuran meletus di sisi tenggara Derna. Pertempuran pada Rabu itu merupakan pertempuran paling sengit dalam kampanye militer di kota yang dikuasai gerilyawan Islamis itu.

Kamis, 24/05/2018 16:30 0

Indonesia

Klarifikasi Ustadz Syamsudin Uba Perihal Kunjungan Intelkam Mabes Polri

Ustadz Syamsudin menangkap ada keinginan dari pihak Mabes Polri agar ia duduk bersama di depan Namun ia menolak karena memahami ada semacam permainan yang sedang dijalankan aparat.

Kamis, 24/05/2018 16:27 1

Qatar

Inspiratif, Cara Bocah SD Dubai Hemat Konsumsi Air Wudhu di Masjid

Faiz Muhammad, yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghemat air yang digunakan untuk berwudhu. Ia memulainya dengan sebuah eksperimen.

Kamis, 24/05/2018 15:34 0

Suriah

Rusia dan Iran Dirikan 17 Pos Pemantau di Idlib

“Telah dibangun komunikasi antara pusat-pusat untuk mengatur pertukaran informasi terkini dan pelanggaran rezim dalam rangka menghentikan permusuhan,” kata Rodzkoy dalam pernyataan Rabu kemarin (23/05).

Kamis, 24/05/2018 15:00 0

Indonesia

‘Generasi Z’ Indonesia Miliki Komitmen Terhadap Agama Paling Tinggi

Generasi Z sendiri adalah orang-orang yang lahir di generasi yang sudah menikmati kemajuan teknologi usai kelahiran internet. Usianya berkisar 18-21 tahun.

Kamis, 24/05/2018 14:30 0

Close