... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Milisi Haftar Tuduh IM Sokong Pejuang Derna, Ini Fakta Sebenarnya

Foto: Jubir milisi loyalis Khalifah Haftar, Ahmad Al-Mismari

KIBLAT.NET, Derna – Pernyataan juru bicara milisi loyalis Khalifah Haftar, Ahmad Al-Mismari, menuduh pejuang Majelis Syura Mujahidin Derna mendapat dana dari Turki, Qatar dan Ikhwanul Muslimin (IM) memunculkan sejumlah pernyataan, keakuratan data tersebut, tujuan dan pengaruhnya dalam pertempuran.

Haftar saat ini menggulirkan pertempuran untuk merebut kota di terakhir di Libya Timur yang di luar kendalinya itu. Pada Rabu kemarin, pertempuran itu berlangsung sengit dengan melibatkan angkatan udara.

Mismari menuduh Turki, Qatar dan IM mendanai Majelis Syura Mujahidin Derna. Dia mengatakan, “IM adalah sayap politik Al-Qaidah dan ISIS di Libya.”

Dia juga mengancam akan menghabisi para pejuang Islamis tersebut. Menurutnya, saat ini jumlah pejuang di Derna tidak lebih dari 1000 pasukan. Jumlah anggota mereka yang terbunuh, kata Mismari, sudah mencapai 100 elemen.

“Pasukan kami cukup untuk menghadapi mereka di dalam maupun di luar Derna,” ancam Mismari.

Tidak hanya itu, dia juga menuduh Derna menjadi tempat pelarian para buron dari berbagai negara. Mereka ada yang dari Tunisia, Yaman, Sudan dan lainnya seperti dikatakan Mismari.

Majelis Syura Mujahidin Derna Sudah Dibubarkan

Perlu diketahui, nama Majelis Syura Mujahidin Derna sendiri secara resmi telah dibubarkan. Mereka melebur dalam pasukan lebih besar dengan nama “Pasukan Pelindung Derna”. Sehingga pertepuran di Derna saat ini adalah perang antara penduduk kota dan pasukan Haftar. Bukan seperti yang digemborkan Haftar bahwa itu perang melawan teroris.

BACA JUGA  Sudan Lantik Seorang Ekonom Sipil Sebagai Perdana Menteri Baru

Sementara itu,Qatar dan Turki serta IM belum mengeluarkan bantahannya.

Pernyataan Mismari ini pun memunculkan pernyataan, apa tujuan narasi Haftar menyebut pejuang di Derna bagian dari IM?

Kantor Media di Departemen Komunikasi pemerintahan Libya yang diakui internasional, melalui pernyataannya kepada Arabi21.com, Kamis (24/05), mengatakan bahwa Dewan Syura Mujahidin Derna sudah menjadi masa lalu setelah mengumumkan membubarkan diri. Di lapangan, nama itu sudah tidak ada. Yang ada saat ini pasukan lain untuk melindung Derna, dan unsur-unsurnya bergabung di pasukan tersebut.

“Tuduhan Haftar hanya dagangan dan tidak akan beruntung,” kata pernyataan tersebut.

IM Sudah Lama Perpolitik di Libya

Pernyataan itu melanjutkan, kami tidak bisa membantah atau membenarkan adanya dukungan pihak internasional kepada kelompok-kelompok di Libya. Namun terkait dukungan IM, mereka merupakan kubuh politik yang sudah lama berkiprah di Libya. Terkait tuduhan, IM sayap Al-Qaidah dan ISIS, kami menyaksikan bahwa mereka selalu mengkriminalkan ISIS dan menuduhnya teroris dan ekstremis serta membahayakan kota.

Sementara itu, aktivis HAM Libya Ahmad Sa’ad At-Tawati menunjukkan bahwa ada hubungan ketergantungan antara milisi Haftar dan Mesir, yang menjadi rumah gerakan IM. Ketika Mesir memasukkan IM ke daftar teroris, maka Haftar tidak mengizinkan gerakan tersebut berada dalam peta Libya.

Pada bagiannya, Direktur Pusat Kajian Bayan Libya, Nazar Karikash, mengatakan bahwa tuduhan jubir Haftar itu melihatkan kebodohannya. Dia tidak memiliki wawasan tentang gerakan-gerakan Islam. “Saya tidak mengatahui bantuan dana apa yang dibicarakannya terhadap kota yang tidak ada gas, bensi dan tomat,” katanya retoris.

BACA JUGA  Gerakan Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer di Pinggiran Mogadishu

Nazar pun menyarakankan Mismari untuk membaca laporan internasional mengenai teror di Libya. Dia juga disarankan untuk membawa lapora Dewan Keamanan PBB yang memasukkan Derna ke dalam masalah perselisihan bersenjata, bukan karena teroris.

“Saya tidak berpikir bahwa siapa pun di dunia ini sedang menunggu Mismari untuk menggambar peta tempat-tempat Al-Qaidah, dan kita membutuhkan orang-orang bijak yang melukis adegan transisi politik menuju perdamaian, bukan pengobar perang,” pungkasnya.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Karakter Umat Pilihan: Tunduk Kepada Aturan Allah

Keikhlasan dan Keteguhan dalam berjuang lahir dari konsekuensi iman yang mereka yakini secara jujur. Tidak seperti orang-orang munafik. Bagi mereka, konsekuensi Iman itu tidak bisa dijalankan dengan cara setengah-setengah

Jum'at, 25/05/2018 03:34 0

Indonesia

Remaja Ancam Tembak Presiden Disebut Lucu-lucuan, Senator: Polisi Jangan Beropini untuk Lindungi Pelaku

"Jangan karena anak tersebut adalah anak Cina kaya, Polda Metro Jaya terkesan takut atau bahkan beropini untuk melindungi pelaku"

Kamis, 24/05/2018 16:43 3

Indonesia

Klarifikasi Ustadz Syamsudin Uba Perihal Kunjungan Intelkam Mabes Polri

Ustadz Syamsudin menangkap ada keinginan dari pihak Mabes Polri agar ia duduk bersama di depan Namun ia menolak karena memahami ada semacam permainan yang sedang dijalankan aparat.

Kamis, 24/05/2018 16:27 1

Indonesia

‘Generasi Z’ Indonesia Miliki Komitmen Terhadap Agama Paling Tinggi

Generasi Z sendiri adalah orang-orang yang lahir di generasi yang sudah menikmati kemajuan teknologi usai kelahiran internet. Usianya berkisar 18-21 tahun.

Kamis, 24/05/2018 14:30 0

Indonesia

Tugas Pemerintahan Jokowi Agar Negara Lain Tak Ikuti AS Pindahkan Kedutaan Ke Yurusalem

Presiden Joko Widodo dan jajarannya didesak untuk berdiplomasi agar langkah AS pindahkan kedutaan ke Yerusalem tak diikuti negara lain

Kamis, 24/05/2018 13:56 0

Manhaj

Fase Jihad Rasul: Sabar dan Memaafkan Kafir Quraisy

Ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam di Makkah, jihad pada fase ini adalah dengan sabar dan memaafkan. Walaupun realitanya, beliau dan kaum muslimin mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang kafir Quraisy

Kamis, 24/05/2018 13:32 0

Suara Pembaca

Kala Kolong Jembatan Disulap Jadi Pusat Kegiatan Agama

Kolong jembatan di Taipo, Hongkong jadi pusat kegiatan agama buruh migran asal Indonesia

Kamis, 24/05/2018 13:23 0

Indonesia

LPAI: Anak-anak Tidak Boleh Jadi Sasaran Stigma Teroris

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi sasaran stigma teroris, termasuk stigma akibat perbuatan orang tua mereka

Kamis, 24/05/2018 11:30 0

Indonesia

Rapat Panja DPR Hasilkan Dua Pilihan Definisi Terorisme

Dalam rapat panja RUU Antiterorisme, DPR bersama Pemerintah telah mengerucut ke dua pilihan definisi terorisme.

Kamis, 24/05/2018 10:50 0

Indonesia

Tak Setuju Deradikalisasi, Muhammadiyah Usulkan Moderasi

Muhammadiyah mengusulkan moderasi gantikan program deradikalisasi

Kamis, 24/05/2018 10:29 0

Close