... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

ISAC: Pemerintah Tak Perlu Tergesa-gesa Sahkan RUU Terorisme

Foto: Sekretaris Islamic Study and Action Centre (ISAC), Endro Sudarsono

KIBLAT.NET, Solo – Rangkaian aksi bom yang terjadi belakangan ini mendorong pengesahan RUU Terorisme dipercepat. Menurut Sekretaris Islamic Studies and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono, pemerintah tidak perlu tergesa-gesa mengesahkan draf revisi RUU tindak pidana anti terorisme. Terlebih, menerbitkan Perppu.

Ada beberapa pertimbangan ISAC terkait implementasi penegakan hukum kasus terorisme. Yakni terkait definisi, motif dan kasus terorisme belum bakunya definisi tentang terorisme.

“Perluasan motif terorisme tidak hanya faktor agama, namun bisa juga motif ekonomi dan politik atau motif motif lainnya,” katanya.

Sementara itu, ISAC mempertanyakan penanganan kasus separatisme atau kasus kriminal bersenjata yang lain. Endro menilai, bahwa perilaku dan perbuatan yang dilakukan sama dengan barang bukti dan target yang sama pula. Namun, mengapa ada penerapan hukum yang berbeda.

“Di beberapa peristiwa ternyata penerapan hukumnya berbeda,” ujarnya.

Dari sini ISAC memandang bahwa undang-undang yang lama masih relevan untuk menindak kasus terorisme yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“UU no 15 tahun 2003 masih sangat relevan untuk penindakan kasus terorisme,” imbuhnya.

Pelanggaran HAM dalam Penindakan Terorisme

ISAC menilai kerap terjadi pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 ketika menangkap dan menahan terduga teroris. Terlebih belum ada kebebasan sepenuhnya dalam memilih pendampingan hukum oleh tersangka dalam kasus terorisme.

“Pelanggaran HAM masih sering terjadi,” ungkapnya melalui rilis tertulis yang diterima kiblat.net pada Kamis (24/05/2018).

BACA JUGA  BMKG Klaim Lakukan Antisipasi Sebelum Kebakaran Hutan

Endro memberi contoh kasus pelanggaran HAM. Di antaranya kasus salah tangkap yang sering terjadi, tidak dibarengi dengan rehabilitasi nama baik atas kesalahan atau permintaan maaf maupun kompensasi dari pihak berwajib kepada keluarga korban.

“Kasus salah tangkap harus diatur dan dibarengi dengan dengan rehabilitasi nama baik, permintaan maaf maupun kompensasi,” katanya.

Selain itu ada kasus tembak mati terduga teroris. ISAC meminta tindakan itu harus dieliminir semaksimal mungkin, guna mendapatkan informasi yang lengkap, akurat dan utuh.

“Jika hal tersebut terjadi, kematian terduga atau tersangka terorisme saat dalam kekuasaan penyidik, maka pelaku yang menyebabkan kematian terduga/tersangka harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan kode etik yang berlaku,” ujar Endro.

ISAC meminta pihak berwenang untuk lebih mementingkan pencegahan terorisme dari pada penindakan. Komunikasi, diskusi, penyuluhan yang melibatkan elemen masyarakat dan instansi pemerintah harus terpadu dan terintegrasi

“Penegakan Tindak Pidana Terorisme harus murni kepentingan hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat. Tidak boleh ada kepentingan asing,” tegasnya.

Reporter: Reno Alvian
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Diskusi Publik: Terorisme dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan

Diskusi Publik: Terorisme dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan. Rekaman utuh diskusi publik bertema Terorisme dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan. Acara digelar oleh Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) pada Selasa, (22/05) di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat.

Jum'at, 25/05/2018 10:05 0

Manhaj

Fase Jihad Rasul: Diizinkan untuk Berperang

Ayat ini turun ketika Rasulullah SAW sudah berada di Madinah. Ketika Madinah sudah menjadi tempat yang aman bagi umat Islam, ketika jumlah kaum muslimin sudah banyak dan memiliki kekuatan,

Jum'at, 25/05/2018 10:00 0

Afrika

Sepuluh Anggota Al-Sabab Terbunuh dalam Serangan Udara AS

Al Shabaab didirikan pada 2004. Gerakan perjuangan mengusung ideologi jihad ini terkait Organisasi Al-Qaeda. Mereka berupaya mengubah rezim Somalia ke sistem negara Islam.

Jum'at, 25/05/2018 10:00 0

Opini

Tayangan Ajaib Ala Bulan Suci Ramadhan

Suasana Ramadhan sungguh ajaib, mengubah pribadi muslim jauh lebih taat dari bulan-bulan sebelumnya. Program program TV pun disesuaikan bagaimana permintaan pemirsa. G

Jum'at, 25/05/2018 09:49 0

Turki

Partai AKP: Turki Terus Berupaya Bentuk Pemerintahan Baru di Suriah

“Ankara terus mengupayakan kepemimpinan baru dan legitimasi di Suriah dan bertujuan mengembalikan hubungan negara tetangga serta kerjasama dengan Suriah baru,” kata Partai yang dipimpin oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ini, Kamis.

Jum'at, 25/05/2018 09:13 0

Afrika

Milisi Haftar Tuduh IM Sokong Pejuang Derna, Ini Fakta Sebenarnya

“Pasukan kami cukup untuk menghadapi mereka di dalam maupun di luar Derna,” ancam Mismari.

Jum'at, 25/05/2018 08:23 0

Manhaj

Karakter Umat Pilihan: Tunduk Kepada Aturan Allah

Keikhlasan dan Keteguhan dalam berjuang lahir dari konsekuensi iman yang mereka yakini secara jujur. Tidak seperti orang-orang munafik. Bagi mereka, konsekuensi Iman itu tidak bisa dijalankan dengan cara setengah-setengah

Jum'at, 25/05/2018 03:34 0

Afghanistan

Operasi Al Khandaq Dijalankan Taliban di 34 Provinsi di Afghanistan

Laman FDD's The Long War Journal baru-baru ini mengeluarkan laporan berkenaan perkembangan operasi Al Khandaq yang diluncurkan Taliban awal Mei ini.

Kamis, 24/05/2018 18:35 0

Afrika

Pertempuran Sengit Meletus di Derna, Libya Timur

Milad Al-Zarawy, nama jubir TNL, mengatakan bahwa pertempuran meletus di sisi tenggara Derna. Pertempuran pada Rabu itu merupakan pertempuran paling sengit dalam kampanye militer di kota yang dikuasai gerilyawan Islamis itu.

Kamis, 24/05/2018 16:30 0

Qatar

Inspiratif, Cara Bocah SD Dubai Hemat Konsumsi Air Wudhu di Masjid

Faiz Muhammad, yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghemat air yang digunakan untuk berwudhu. Ia memulainya dengan sebuah eksperimen.

Kamis, 24/05/2018 15:34 0

Close