... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Fase Jihad Rasul: Diizinkan untuk Berperang

Foto: Perang Badar (Ilustrasi)

KIBLAT.NET – Di Makkah, Allah perintahkan umat Islam untuk sabar dan memaafkan. Setelah hijrah, Allah mengijinkan bagi siapa saja yang dizalimi untuk membalas kezaliman tersebut. Maka, jika umat Islam diperangi, Allah ijinkan untuk membalasnya dengan perang. Allah berfirman :

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu.” (Qs. Al-Hajj : 39)

Ayat ini turun ketika Rasulullah SAW sudah berada di Madinah. Ketika Madinah sudah menjadi tempat yang aman bagi umat Islam, ketika jumlah kaum muslimin sudah banyak dan memiliki kekuatan, barulah Allah SWT menurunkan ayat ini, sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Katsir.

Ketika 80an penduduk Madinah berbaiat kepada Nabi pada baiat Aqobah yang kedua, mereka bertanya kepada Nabi Muhamad SAW, “Kenapa kita tidak menyerang penduduk lembah ini (lembah Mina)?” Rasul menjawab, “Aku belum diperintahkan untuk melakukan itu.” (Tafsir Ibnu Katsir 5/434)

Allah SWT menurunkan izin berperang pada momen yang pas dan tepat. Yaitu setelah berbagai intimidasi Quraisy kepada Rasul, hingga upaya pembunuhan kepada Rasul, Rasul mendapatkan tempat hijrah Madinah, mereka menepati sumpah setianya kepada Rasul, menolong Rasul dan para Muhajirin sehingga terbentuklah entitas negara Islam di Madinah. Setelah kondisi normal, barulah Allah beri izin umat Islam untuk memerangi Quraisy yang menzalimi mereka.

Izin untuk berperang tidaklah diturunkan kecuali setelah melewati beberapa hal yang menentukan:

Pertama, Pembangunan Masjid Sebagai Pusat Kegiatan

Ketika sampai Madinah pertama kali, hal yang dilakukan oleh Rasul adalah membangun masjid. Beliau turun tangan dalam membangun masjid bersama para sahabatnya. Setelah masjid didirikan dalam bentuk yang cukup sederhana, dari sanalah negara Madinah dimulai.

Di sanalah Rasul mengajarkan para sahabatnya untuk sholat, mengajarkan mereka Al-Quran dan Rasul megajarkan kepada para sahabatnya hukum-hukum Islam yang turun dari langit. Masjid juga menjadi tempat berkumpulnya para sahabat, di sanalah mereka mengkaji, dan mengamalkan sunnah-sunnah Nabi.

Masjid juga menjadi tempat tinggal bagi sebagian sahabat yang tidak punya rumah, Nabi memberikan harta sedekah kepada mereka. Masjid nabawi menjadi pondasi utama terbentuknya negara Madinah.

Kedua, Mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar

Hal lainnya yang dilakukan Rasul untuk memperkuat Madinah adalah mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshor. Ini adalah kebijakan strategis yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di Madinah.

Hal ini menjadi solusi awal bagi para muhajirin yang meninggalkan segalanya untuk hijrah. Sehingga dalam waktu adaptasi dengan kehidupan Madinah yang cukup berbeda dengan Makkah, para muhajirin memiliki saudara yang senantiasa membantu kesulitan-kesulitan mereka.

Di sisi lain, ini juga menjadi pemupuk dan pembuktian keimanan bagi para Anshor. Kisah manis antara Muhajirin dan Anshar dipuji oleh Allah SWT di dalam surat Al-Hasyr  ayat 8-9. Dengan mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar maka terbangunlah soliditas, saling membantu dan saling mendahulukan antara satu dengan yang lain.

BACA JUGA  Ratusan Ribu Massa Gelar Aksi Damai 812 di Malaysia, Bela Islam Jadi Agama Resmi

Ketiga, Membuat Piagam Madinah

Selain suku Aus dan Khazraj, Madinah juga dihuni oleh beberapa kabilah Yahudi dan suku Arab yang belum masuk Islam. Sehingga demi menjaga stabilitas Madinah perlu adanya sebuah pakta bersama yang menjamin keamanan Madinah. Sebuah perjanjian antara masing-masing pihak yang saling menjaga keamanan antara satu sama lain.

Menurut Dr Raghib As-Sirjani ada beberapa poin dari piagam Madinah, yaitu :

1.Islam mengakui perbedaan agama. Hal ini dapat dipahami dari poin piagam yang berbunyi :

يهود بني عوف أُمَّة مع المؤمنين، لليهود دينهم وللمسلمين دينهم.

Artinya, “Sesungguhnya Yahudi Bani Auf satu umat (memiliki kesamaan identitas politik) bersama orang beriman. Bagi Yahudi agama mereka dan bagi kaum muslimin agama mereka.

Islam mengakui dan mengakomodir keberadaan agama lain. Mengakui eksistensi mereka sebagai agama selain Islam, akan tetapi pengakuan eksistensi tidak bermakna pengakuan kebenaran. Karena di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Islamlah satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah.

2. Kemerdekaan ekonomi

Di dalam piagam Madinah disebutkan bahwa :

وإن على اليهود نفقتهم، وعلى المسلمين نفقتهم

Artinya, “Sesungguhnya bagi Yahudi nafkah (perekonomian) mereka dan bagi umat Islam perekonomian mereka.”

Maknanya bahwa dengan disepakatinya piagam ini, walaupun kepemimpinan negara dipegang oleh Nabi Muhammad SAW, bukan berarti kaum muslimin bisa berlaku seenaknya terhadap harta orang Yahudi.

3. Saling Tolong Menolong Dalam Menjaga Negara

Independensi ekonomi yang dimiliki Yahudi Madinah, berlaku saat kondisi damai. Adapun jika keamanan Madinah terancam, maka bangsa Yahudi wajib ikut berkontribusi harta dan jiwa untuk mempetahankan Madinah dari serang luar. Hal ini tergambar dalam poin piagam yang berbunyi :

وإن بينهم النصر على مَنْ حارب أهل هذه الصحيفة

Artinya, “Mereka berkewajiban untuk saling tolong menolong melawan siapa saja yang memerangi pihak yang menandatangani perjanjian ini.”

وأن اليهود يُنفقون مع المؤمنين ما داموا محاربين

Artinya, “Sesungguhnya Yahudi berkwajiban untuk mendistribusikan harta bersama orang beriman selama mereka dalam kondisi perang.”

4. Keadilan Paripurna

Keadilan adalah asas yang paling agung yang ada pada piagam ini. Karena keadilan adalah salah satu pondasi keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat. Karena tanpa adanya keadilan orang lemah akan selalu tertindas, kehilangan hak-haknya. Oleh karena itu kita lihat salah satu dari poin piagam ini adalah “membantu orang-orang yang terzalimi”. Secara spesifik lafaz madzlum (terzalimi)disebut dalam poin ini untuk menggambarkan bagaimana Islam peduli terhadap hak-hak manusia.

5. Tolong menolong dan saling menasehati dalam menjaga Madinah

Poin berikutnya adalah bersama menjaga keutuhan Madinah. Hal ini tergambar dalam :

وإن بينهم النصح والنصيحة، والبرَّ دون الإثم

Artinya, “Di antara mereka wajib saling menasehati, berbuat baik dan tidak boleh bebuat zalim.

BACA JUGA  Kenapa Massa 812 Mati-matian Tolak ICERD di Malaysia?

Dengan disepakatinya piagam ini, maka masing-asing pihak yang terlibat perjanjian memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan dan persatuan Madinah.

6. Syariat Islam Sebagai Konstitusi

Salah satu poin pokok dan mendasar dalam piagam Madinah adalah mengembalikan segala macam perselisihan dan pertikaian kepada Allah dan Rasul-Nya.

وإنه ما كان بين أهل هذه الصحيفة من حَدَثٍ أو اشتجار يُخاف فساده فإن مردَّه إلى الله –عز وجل، وإلى محمد رسول الله -صلى الله عليه وسلم

Artiya, “Sesungguhnya setiap kejadian dan perselisihan yang berbahaya dapaknya dikembalikan kepada Allah dan Muhammad Rasul Allah.”

Dengan ditandatanganinya piagam Madinah, maka secara politik Madinah sudah stabil dan relative terkontrol. Dan ketika Madinah sudah relatif terkontrol barulah perintah untuk memerangi orang-orang yang menzalimi kaum muslimin diturunkan.

Keempat, Izin Untuk Memerangi Mereka yang Menzalimi Kaum Muslimin

Setelah Madinah kondusif dan terkontrol, barulah Allah menurunkan izin untuk berperang. ketika umat Islam telah berhijrah ke Madinah meninggalkan hartanya di Makkah, orang-orang kafir merampas harta tersebut untuk diperdagangkan ke Syam. Maka, Rasulullah bermaksud untuk mengambil kembali harta tersebut saat perjalanan pulang mereka dari Syam. Rasulullah mengatur strategi :

هَذِهِ عِيرُ قُرَيْشٍ فِيهَا أَمْوَالُهُمْ فَاخْرُجُوا إلَيْهَا لَعَلَّ اللَّهَ يُنْفِلُكُمُوهَا

”Ini ada kelompok dagang Quraisy yang membawa harta-harta kaum Quraisy. Cegatlah mereka ! Semoga Allah Azza wa Jalla memberikannya kepada kalian.” (Ibnu Hisyam, 1/606-607)

Kemenangan Islam dari perang Badar membuat gentar orang-orang Yahudi di sekitar Madinah. Mereka tidak lagi merendahkan Islam dan melecehkan wanita-wanita muslimah. Namun, orang-orang Quraisy bermaksud membalas dendam dengan mengerahkan pasukannya di medan Uhud.

Sebelum itu, Rasulullah bermimpi akan amannya kota Madinah :

وَرَأَيْتُ أَنِّي فِي دِرْعٍ حَصِينَةٍ فَأَوَّلْتُهَا الْمَدِينَةَ

“Dan saya melihat diriku berada dalam baju besi yang kuat. Baju besi yang kuat ini saya takwilkan Madinah.” (Qs. At-Taubah : 13)

Setelah medan Uhud, orang-orang kafir tidak henti-hentinya menyerang orang-orang Islam di Madinah. Puncaknya adalah saat peristiwa Khandaq. Orang-orang kafir Quraisy berkoalisi dengan orang-orang Yahudi Bani Nadhir dengan memujinya :

أَنْتُمْ أَهْدَى مِنْهُمْ سَبِيلًا!

Agama kalian itu lebih baik daripada agama Muhammad.” (Ibnu Katsir, Shirah an-Nabawiyah, 3/12)

Namun, mereka tidak mampu menembus pertahanan umat Islam. Hingga Allah turunkan badai yang menyapu kamp-kamp pengepungan mereka. Sekaligus, memberikan efek bahwa jihad defensif yang dilakukan orang-orang Islam sangat kuat.

Setelah perang Khondaq berakhir dengan kemenangan Rasulullah SAW, beliau bergerak memerangi Yahudi Bani Nadhir yang bekhianat kepada Rasulullah, yaitu dengan bergabung dengan pasukan Ahzab pada perang Khandaq.

Terbukti, pada fase ini jihad mampu menjaga stabilitas umat Islam di Madinah. Kezaliman yang sebelumnya kerap mereka rasakan telah berkurang. Termasuk suku-suku yang belum beriman disekitar Madinah pun segan untuk mengganggu umat Islam. Wallahu a’lamu bissowab.

Penulis: Zamroni & Aiman
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Somalia

Sepuluh Anggota Al-Sabab Terbunuh dalam Serangan Udara AS

Al Shabaab didirikan pada 2004. Gerakan perjuangan mengusung ideologi jihad ini terkait Organisasi Al-Qaeda. Mereka berupaya mengubah rezim Somalia ke sistem negara Islam.

Jum'at, 25/05/2018 10:00 0

Opini

Tayangan Ajaib Ala Bulan Suci Ramadhan

Suasana Ramadhan sungguh ajaib, mengubah pribadi muslim jauh lebih taat dari bulan-bulan sebelumnya. Program program TV pun disesuaikan bagaimana permintaan pemirsa. G

Jum'at, 25/05/2018 09:49 0

Turki

Partai AKP: Turki Terus Berupaya Bentuk Pemerintahan Baru di Suriah

“Ankara terus mengupayakan kepemimpinan baru dan legitimasi di Suriah dan bertujuan mengembalikan hubungan negara tetangga serta kerjasama dengan Suriah baru,” kata Partai yang dipimpin oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ini, Kamis.

Jum'at, 25/05/2018 09:13 0

Libya

Milisi Haftar Tuduh IM Sokong Pejuang Derna, Ini Fakta Sebenarnya

“Pasukan kami cukup untuk menghadapi mereka di dalam maupun di luar Derna,” ancam Mismari.

Jum'at, 25/05/2018 08:23 0

Afghanistan

Operasi Al Khandaq Dijalankan Taliban di 34 Provinsi di Afghanistan

Laman FDD's The Long War Journal baru-baru ini mengeluarkan laporan berkenaan perkembangan operasi Al Khandaq yang diluncurkan Taliban awal Mei ini.

Kamis, 24/05/2018 18:35 0

Indonesia

Remaja Ancam Tembak Presiden Disebut Lucu-lucuan, Senator: Polisi Jangan Beropini untuk Lindungi Pelaku

"Jangan karena anak tersebut adalah anak Cina kaya, Polda Metro Jaya terkesan takut atau bahkan beropini untuk melindungi pelaku"

Kamis, 24/05/2018 16:43 2

Libya

Pertempuran Sengit Meletus di Derna, Libya Timur

Milad Al-Zarawy, nama jubir TNL, mengatakan bahwa pertempuran meletus di sisi tenggara Derna. Pertempuran pada Rabu itu merupakan pertempuran paling sengit dalam kampanye militer di kota yang dikuasai gerilyawan Islamis itu.

Kamis, 24/05/2018 16:30 0

Indonesia

Klarifikasi Ustadz Syamsudin Uba Perihal Kunjungan Intelkam Mabes Polri

Ustadz Syamsudin menangkap ada keinginan dari pihak Mabes Polri agar ia duduk bersama di depan Namun ia menolak karena memahami ada semacam permainan yang sedang dijalankan aparat.

Kamis, 24/05/2018 16:27 1

Qatar

Inspiratif, Cara Bocah SD Dubai Hemat Konsumsi Air Wudhu di Masjid

Faiz Muhammad, yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghemat air yang digunakan untuk berwudhu. Ia memulainya dengan sebuah eksperimen.

Kamis, 24/05/2018 15:34 0

Suriah

Rusia dan Iran Dirikan 17 Pos Pemantau di Idlib

“Telah dibangun komunikasi antara pusat-pusat untuk mengatur pertukaran informasi terkini dan pelanggaran rezim dalam rangka menghentikan permusuhan,” kata Rodzkoy dalam pernyataan Rabu kemarin (23/05).

Kamis, 24/05/2018 15:00 0

Close