... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bacakan Pledoi, Aman Abdurrahman Mengaku Baru Tahu Kasus Bom dari Persidangan

Foto: Aman Abdurrahman

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam sidang lanjutan yang mengagendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi, Aman Aburrahman menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia juga menyebut bom Samarinda, yang kemudian dikaitkan dengannya, sebagai tindakan bodoh.

Sidang pledoi kasus terorisme dengan terdakwa Aman Abdurrahman digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di persidangan dia kembali mengungkapkan pandangannya yang menganggap Indonesia sebagai negara kafir.

Soak khilafah, dia mengaku mengajarkan kepada murid-muridnya tentang Khilafah karena ada hadits yang mengatakan khilafah akan bangkit kembali. “Maka dari itu saya menganjurkan murid-murid saya untuk berhijrah ke Syam dimana sudah ada Daulah Islam,” kata Aman dalam nota pembelaannya, Jumat (25/05/2018).

Aman Abdurrahman diajukan ke persidangan dan didakwa sebagai aktor intelektual dalam sejumlah kasus teror. Selain Bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 2016, dia juga dianggap terlibat dalam Bom Jalan MH Thamrin (2016), Bom Kampung Melayu (2017), dan kasus penembakan polisi di Medan dan Bima (2017).

Terkait kasus bom Samarinda, Aman Abdurrahman menjelaskan bahwa ada ajaran Islam yang melarang mengganggu umat agama lain jika tidak diganggu terlebih dahulu. “Kalo di negara kafir seperti Indonesia ini, kami dilarang mengganggu umat lain,” ujar Aman.

“Sedangkan di Samarinda, tidak ada bukti yang menunjukkan agama lain duluan yang mengganggu umat Islam,” imbuhnya.

Dia pun menyatakan berlepas diri dari Juhanda, pelaku bom Samarinda, dan menyebut pengaitan kasus tersebut dengan dirinya merupakan sebuah kezaliman. Aman juga menyebut pengeboman gereja di Samarinda tidak mungkin muncul dari seorang yang memahami ajaran islam.

BACA JUGA  Meski Dilarang, Ratusan Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

“Hanya orang bodoh yang melakukan itu, yang melakukan itu hanya orang yang tidak paham ajaran islam,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Aman juga menyampaikan pandangan terhadap bom Bom Gereja Surabaya. Dia menegaskan pelaku, beserta atasannya dan yang merestui aksi teror itu sakit jiwa.

Pria yang disebut-sebut sebagai pemimpin Jamaah Ansharud Daulah (JAD) itu menyangkal semua dakwaan yang dikaitkan kepadanya. Dia mengaku baru mengetahui kasus-kasus tersebut dalam persidangan.

“Saya, Aman Abdurrahman tidak mengakui apapun tentang hal itu,” tandasnya.

Dalam persidangan kali ini pengacara Aman Abdurrahman, Asluddin Hajjani juga menyampaikan pledoi. Asluddin mengatakan selama ini kliennya tidak pernah melakukan aksi teror.
“Aksi teror itu sistematis, mempunyai target, dengan cara diam-diam dengan hasil publisitas,” ujarnya.
“Sedangkan terdakwa hanya menulis dan berceramah,” lanjut Asluddin.
Asluddin menambahkan Aman Abdurrahman tidak pernah juga melakukan pembunuhan terhadap target tertentu. “Jadi terdakwa tidak pernah terbukti dalam persidangan melakukan aksi teror, karenanya unsur terorisme tidak terpenuhi,” tukasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Ledakan Bom Terjadi di Pusat Kota Benghazi

Sebuah bom mobil meledak di sebuah jalan di kawasan padat di pusat kota Benghazi di Libya timur pada Kamis malam. Menurut sumber medis setempat, sedikitnya tujuh orang tewas dan 10 korban lainnya mengalami luka-luka.

Jum'at, 25/05/2018 14:31 0

Foto

Masjid Al-Khandaq, Tandai Strategi Perang Ala Salman Al-Farisi

Masjid ini terletak di parit barat laut Madinah, tempat Perang Khandaq terjadi.

Jum'at, 25/05/2018 14:26 0

Tazkiyah

Antara Hadiah dan Sogokan

Umar menjawab,"Hadiah di zaman Rasulullah adalah hadiah yang sebenarnya, sedangkan hadiah di zaman kita ini adalah duri."

Jum'at, 25/05/2018 12:00 0

Video News

Diskusi Publik: Terorisme dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan

Diskusi Publik: Terorisme dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan. Rekaman utuh diskusi publik bertema Terorisme dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan. Acara digelar oleh Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) pada Selasa, (22/05) di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat.

Jum'at, 25/05/2018 10:05 0

Manhaj

Fase Jihad Rasul: Diizinkan untuk Berperang

Ayat ini turun ketika Rasulullah SAW sudah berada di Madinah. Ketika Madinah sudah menjadi tempat yang aman bagi umat Islam, ketika jumlah kaum muslimin sudah banyak dan memiliki kekuatan,

Jum'at, 25/05/2018 10:00 0

Afrika

Sepuluh Anggota Al-Sabab Terbunuh dalam Serangan Udara AS

Al Shabaab didirikan pada 2004. Gerakan perjuangan mengusung ideologi jihad ini terkait Organisasi Al-Qaeda. Mereka berupaya mengubah rezim Somalia ke sistem negara Islam.

Jum'at, 25/05/2018 10:00 0

Opini

Tayangan Ajaib Ala Bulan Suci Ramadhan

Suasana Ramadhan sungguh ajaib, mengubah pribadi muslim jauh lebih taat dari bulan-bulan sebelumnya. Program program TV pun disesuaikan bagaimana permintaan pemirsa. G

Jum'at, 25/05/2018 09:49 0

Turki

Partai AKP: Turki Terus Berupaya Bentuk Pemerintahan Baru di Suriah

“Ankara terus mengupayakan kepemimpinan baru dan legitimasi di Suriah dan bertujuan mengembalikan hubungan negara tetangga serta kerjasama dengan Suriah baru,” kata Partai yang dipimpin oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ini, Kamis.

Jum'at, 25/05/2018 09:13 0

Afrika

Milisi Haftar Tuduh IM Sokong Pejuang Derna, Ini Fakta Sebenarnya

“Pasukan kami cukup untuk menghadapi mereka di dalam maupun di luar Derna,” ancam Mismari.

Jum'at, 25/05/2018 08:23 0

Manhaj

Karakter Umat Pilihan: Tunduk Kepada Aturan Allah

Keikhlasan dan Keteguhan dalam berjuang lahir dari konsekuensi iman yang mereka yakini secara jujur. Tidak seperti orang-orang munafik. Bagi mereka, konsekuensi Iman itu tidak bisa dijalankan dengan cara setengah-setengah

Jum'at, 25/05/2018 03:34 0

Close