Tugas Pemerintahan Jokowi Agar Negara Lain Tak Ikuti AS Pindahkan Kedutaan Ke Yurusalem

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasca pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem, pemerintah Indonesia didesak untuk melakukan kerja-kerja dipolmasi agar negara-negara lain tak mengikuti langkah pemerintahan Donald Trump.

Pemerintahan Donald Trump secara resmi memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat untuk Israel ke Yerusalem pada Senin (14/05/2018) lalu. Acara itu dihadiri oleh perwakilan 32 negara.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Luar Negeri Bachtiar Effendy mendesak pemerintah untuk melakukan diplomasi sebagai respon hal itu. “Yang harus kita lakukan adalah pendekatan diplomasi, dan menjadi tugas pemerintah agar tindakan Amerika itu tidak diikuti oleh negara-negara lain,” ungkapnya saat ditemui di Gedung Pudat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/05/2018).

Tak kurang perwakilan 32 negara menghadiri acara pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem. Tiga di antaranya merupakan negara anggota ASEAN, yaitu Myanmar, Thailand, dan Singapura.

Bahtiar menilai sudah bagus jika kegiatan diplomasi Indonesia berhasil membuat negara-negara lain tak mengikuti langkah Amerika Serikat. Sehingga, presiden perlu malakukan langkah konkret dengan bertemu langsung dengan pemimpin negara-negara itu.

“Bapak presiden, kementerian terkait, atau bapak wakil presiden bisa bicara dari hati ke hati bertatap muka langsung dengan para pemimpin itu agar tidak mengikuti langkah-langkah kedutaan Amerika,” pungkas Bahtiar.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat