... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sudan Putuskan Tetap Bertahan di Koalisi Arab Pimpinan Saudi

Foto: Presiden Sudan Omar al-Bashir

KIBLAT.NET, Khortoum – Pemerintah Sudan, Rabu (23/05), memutuskan untuk tetap bergabung koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Yaman. Setelah dikaji, keterlibatan perang di Yaman tidak berpengaruh pada ekonomi Khortoum.

Keputusan itu diambil setelah pembicaraan antara Presiden Omar Al-Bashir dan Asisten Menteri Pertahanan Saudi, Jenderal Mohammed bin Abdullah Ayesh, dengan dihadiri Menteri Negara untuk presiden dan direktur kantor Presiden, Hatem Hassan Bakhit Khartoum, kemarin.

Menurut pernyataan kantor kepresidenan Sudan, kunjungan pejabat senior Arab Saudi itu berlangsung singkat dan mendadak. Tidak ada pengumuman sebelumnya. Dia ke Sudan sebagai delegasi Raja Salman bin Abdul Aziz untuk menjelaskan kondisi terkini dan posisi pasukan koalisi Arab. Dia menyampaikan terima kasih kepada Sudan atas keterlibatan di Yaman.

Pada bagiannya, Presiden Bashir mengucapkan terima kasih kepada tamunya yang bersedia berkunjung. Presiden juga menitipkan salam dan terima kasih kepada Raja Salman.

Bashir sendiri menyampaikan perkembangan situasi di Sudan kepada delgasi Saudi dan upaya pemerintah untuk mengatasi ketidakseimbangan. Dia menekankan bahwa perang di Yaman tidak berpengaruh pada ekonomi negara.

“Situasi ekonomi tidak akan menghalangi Sudan memainkan peran Arab dalam pemulihan legitimasi di Yaman. Ini sebagai posisi prinsip untuk membela dua tanah suci (Mekkah dan Madinah) dan komitmen terhadap tujuan mulia yang mengundangnya untuk berpartisipasi dalam operasi ini,” ungkap Bashir seperti disebutkan dalam pernyataan kantor presiden.

Kunjungan delegasi Saudi itu didahului kunjungan delegasi-delegasi negara anggota Koalisi Arab. Mereka bergantian berkunjung ke Sudan untuk berbicara langsung dengan pemerintah Bashir.

Menteri Pertahanan Sudan, Ali Mohammed Salim, awal bulan ini, mengatakan bahwa negaranya saat ini sedang mengkaji kembali keterlibatan pasukan Sudan dalam koalisi Arab di Yaman. Hal ini dilakukan menyusul banyak desakan untuk menarik pasukan dari koalisi pimpinan Arab Saudi itu.

Para pejabat Sudan mengatakan kepada wartawan di parlemen bahwa pengkajian ini bertujuan mengetahui aspek negatif dan positif ikut bergabung dalam koalisi Arab. Hasil kajian ini akan dilaporkan sesegera mungkin.

Sejumlah sumber menyebutkan di antara alasan yang mendorong pengkajian itu, perang yang tak kunjung usai, biaya kemanusiaan yang tinggi dan kerugian besar di semua tingkatan.

Alasan lainnya, apa yang digambarkan oleh sumber-sumber ini sebagai kegagalan negara-negara koalisi–terutama Arab Saudi– dalam membantu krisis ekonomi di Sudan. Koalisi juga tidak membayar gaji pasukan Sudan, serta upaya-upaya negara koalisi melemahkan pasukan perlawanan Yaman dan bahkan melemahkannya.

Sumber: aawsat.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid?

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid? Menurut pengalamanmu, selain untuk kegiatan shalat lima waktu dan Jumatan, apa saja fungsi masjid bagi umat Islam? Yang lagi ramai baru-baru ini, tentang “tidak boleh bicara politik di masjid”, bagaimana tanggapan masyarakat? Yuk, kita simak bareng-bareng di sini!

Kamis, 24/05/2018 06:30 0

Analisis

Amaq; Media ISIS yang Diragukan, Namun Dibesarkan Media Barat

Amaq; Media ISIS yang Diragukan, Namun Dibesarkan Media Barat. Amaq menyajikan breaking news secara cepat setiap aksi yang diakui sebagai "prajurit khilafah". Karakter ekslusif penyajian Amaq, biasanya diikuti dengan rekaman kesetiaan (baiat) kepada ISIS, video selfie atau pesan singkat sebelum melakukan aksi.

Rabu, 23/05/2018 22:38 2

Indonesia

Muhammadiyah: Sebenarnya Indonesia Tidak dalam Suasana Darurat UU Terorisme

Sebenarnya Indonesia tidak dalam suasana darurat undang-undang terorisme

Rabu, 23/05/2018 21:06 1

Indonesia

Ini Pandangan Jihadis Tentang Boleh Tidaknya Jadi Anggota DPR

Syarat ini dikutipnya dari Dr. Abdullah Azzam, sosok yang membangkitkan jihad empat dekade terakhir.

Rabu, 23/05/2018 20:15 1

Indonesia

Mantan Jenderal Polri Klaim Densus 88 Paling Tahu Masalah Terorisme

Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) Benny J Mamoto mengatakan yang lebih mengetahui informasi intelijen terkait perkembangan terorisme adalah interogrator dan tim cyber Densus 88.

Rabu, 23/05/2018 17:10 0

Indonesia

Sidney Jones: Pola Bom Bunuh Diri di Surabaya Tak Akan Terulang

Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones menyakini bahwa bom bunuh diri yang melibatkan satu keluarga seperti di Surabaya tidak akan terjadi lagi.

Rabu, 23/05/2018 17:05 0

Indonesia

Komnas HAM: Jangan Gara-gara Ada Bom Aparat Semena-Mena Menindak Teroris

Komnas HAM tidak setuju dengan penilaian aparatur negara bahwa terorisme adalah 'ekstra ordinary crime'. 

Rabu, 23/05/2018 16:37 0

Indonesia

Densus 88 Tolak Definisi Terorisme, Ketua Pansus Ungkap Alasannya

Romo menyebutkan bahwa ketika tidak ada definisi yang konkrit tentang terorisme, maka penanganan terorisme akan liar.

Rabu, 23/05/2018 16:12 0

Indonesia

Setara: Pemerintah Harus Perhatikan HAM dalam RUU Terorisme

Ketua Setara Institute, Hendardi meminta Pemerintah untuk memperhatikan hukum dan menghormati HAM dalam penanganan terorisme. Termasuk dalam menyusun RUU Anti-Terorisme.

Rabu, 23/05/2018 15:05 0

Indonesia

Kasus Arya Wedakarna di Tahap Penyidikan, Polda Bali Periksa Saksi

Perkara persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali yang menjerat Arya Wedakarna naik ke tahap penyidikan. Polda Bali telah melakukan gelar perkara pada Rabu (09/05/2018).

Rabu, 23/05/2018 14:44 0

Close