... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia dan Iran Dirikan 17 Pos Pemantau di Idlib

Foto: Kota Idlib, Suriah.

KIBLAT.NET, Idlib – Rusia dan Iran telah mendirikan sedikitnya 17 pos pemantau di sekitar Provinsi Idlib, yang berbatasan dengan garis kontrol wilayah oposisi. Pos-pos ini bagian dari penerapan zona de-eskalasi yang dihasilkan dalam serangkaian konferensi di Astana.

Kepala Departemen Operasi Umum Militer Rusia Sergey Rodzkoy mengatakan bahwa sepuluh titik pemantauan dikelola oleh Rusia di utara dan tujuh poin milik Iran. Dari sisi pendukung oposisi, dalam hal ini Turki, mendirikan sedikitnya 12 pos di dalam wilayah oposisi. Pos-pos ini untuk memastikan penghentian permusuhan antara rezim Suriah dan faksi oposisi.

“Telah dibangun komunikasi antara pusat-pusat untuk mengatur pertukaran informasi terkini dan pelanggaran rezim dalam rangka menghentikan permusuhan,” kata Rodzkoy dalam pernyataan Rabu kemarin (23/05).

Rusia mengungkap jumlah pos pemantaunya beberapa hari setelah konferensi Astana 9. Dalam konferensi itu disepakati zona de-eskalasi dilanjutkan.

Sejak awal tahun ini, tentara Turki telah menyiapkan 12 titik pos pengawas di Idlib, di bawah perjanjian Astana antara negara penjamin (Turki, Iran, Rusia).

Dalam penyebarannya, tentara Turki fokus memilih daerah “strategis” di Idlib untuk distabilkan. Pemilihan lokasi itu tergantung pada kedekatannya dengan pengaruh pasukan Assad dan sekutunya Rusia, atau geografi yang mereka bentuk dalam hal ketinggian dan penampilan militer.

Menurut pejabat Rusia, situasi di Idlib secara bertahap kembali ke normal. Dia menekankan bahwa para tentara negara penjamin perjanjian Astana sedang melakukan tugas mereka.”

BACA JUGA  Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

“Pada saat ini, semua kondisi telah diciptakan untuk menghidupkan kembali Suriah sebagai negara tunggal yang tidak dapat dipisahkan, tetapi untuk mencapai tujuan ini perlu untuk melakukan upaya tidak hanya Rusia tetapi untuk anggota lain dari komunitas internasional,” katanya.

Pernyataan akhir dari “Astana 9” menekankan “kelanjutan kerja bidang-bidang pertolongan ketegangan dan perlindungan, dan perlindungan rezim gencatan senjata di Suriah.”

Di sisi lain, oposisi melihat bahwa rangkaian Konferensi Astana telah membantu rezim dan sekutu Rusia merebut banyak wilayah oposisi, yang terakhir Ghoutah Timur dan pedesaan Damaskus Tirmu. Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan konferensi membuat kekuatan-kekuatan di Suriah tak bisa bergerak.

Sementara itu, sampai saat ini hasil-hasil kesepakatan Astana tidak pernah diumumkan secara jelas. Tiga negara penjamin pun tidak mengungkapkan kepada media.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

‘Generasi Z’ Indonesia Miliki Komitmen Terhadap Agama Paling Tinggi

Generasi Z sendiri adalah orang-orang yang lahir di generasi yang sudah menikmati kemajuan teknologi usai kelahiran internet. Usianya berkisar 18-21 tahun.

Kamis, 24/05/2018 14:30 0

Indonesia

Tugas Pemerintahan Jokowi Agar Negara Lain Tak Ikuti AS Pindahkan Kedutaan Ke Yurusalem

Presiden Joko Widodo dan jajarannya didesak untuk berdiplomasi agar langkah AS pindahkan kedutaan ke Yerusalem tak diikuti negara lain

Kamis, 24/05/2018 13:56 0

Manhaj

Fase Jihad Rasul: Sabar dan Memaafkan Kafir Quraisy

Ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam di Makkah, jihad pada fase ini adalah dengan sabar dan memaafkan. Walaupun realitanya, beliau dan kaum muslimin mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang kafir Quraisy

Kamis, 24/05/2018 13:32 0

Suara Pembaca

Kala Kolong Jembatan Disulap Jadi Pusat Kegiatan Agama

Kolong jembatan di Taipo, Hongkong jadi pusat kegiatan agama buruh migran asal Indonesia

Kamis, 24/05/2018 13:23 0

Indonesia

LPAI: Anak-anak Tidak Boleh Jadi Sasaran Stigma Teroris

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi sasaran stigma teroris, termasuk stigma akibat perbuatan orang tua mereka

Kamis, 24/05/2018 11:30 0

Indonesia

Rapat Panja DPR Hasilkan Dua Pilihan Definisi Terorisme

Dalam rapat panja RUU Antiterorisme, DPR bersama Pemerintah telah mengerucut ke dua pilihan definisi terorisme.

Kamis, 24/05/2018 10:50 0

Indonesia

Tak Setuju Deradikalisasi, Muhammadiyah Usulkan Moderasi

Muhammadiyah mengusulkan moderasi gantikan program deradikalisasi

Kamis, 24/05/2018 10:29 0

Video Kajian

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid?

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid? Menurut pengalamanmu, selain untuk kegiatan shalat lima waktu dan Jumatan, apa saja fungsi masjid bagi umat Islam? Yang lagi ramai baru-baru ini, tentang “tidak boleh bicara politik di masjid”, bagaimana tanggapan masyarakat? Yuk, kita simak bareng-bareng di sini!

Kamis, 24/05/2018 06:30 0

Analisis

Amaq; Media ISIS yang Diragukan, Namun Dibesarkan Media Barat

Amaq; Media ISIS yang Diragukan, Namun Dibesarkan Media Barat. Amaq menyajikan breaking news secara cepat setiap aksi yang diakui sebagai "prajurit khilafah". Karakter ekslusif penyajian Amaq, biasanya diikuti dengan rekaman kesetiaan (baiat) kepada ISIS, video selfie atau pesan singkat sebelum melakukan aksi.

Rabu, 23/05/2018 22:38 2

Indonesia

Muhammadiyah: Sebenarnya Indonesia Tidak dalam Suasana Darurat UU Terorisme

Sebenarnya Indonesia tidak dalam suasana darurat undang-undang terorisme

Rabu, 23/05/2018 21:06 1

Close