... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Operasi Al Khandaq Dijalankan Taliban di 34 Provinsi di Afghanistan

Foto: Taliban

KIBLAT.NET, Kabul- Laman FDD’s The Long War Journal baru-baru ini mengeluarkan laporan berkenaan perkembangan operasi Al Khandaq yang diluncurkan Taliban awal Mei ini. Operasi ini berlangsung masif di hampir 34 provinsi di Afghanistan.

Dalam penjelasannya, pemberitaan yang bersumber dari media Barat hanya fokus pada serangan bunuh diri, Kota Farah yang diduduki Taliban dan upaya militer Afghanistan-Amerika Serikat untuk merebutnya kembali. Namun bila merujuk ke media-media lokal di Afghanistan, banyak hal yang tak diungkap oleh media-media Barat.

Operasi Al Khandaq nyatanya lebih luas dan berlangsung di berbagai wilayah. The Long War Journal menyebutkan laporan operasi yang dirilis oleh laman resmi Taliban, Alemarah seringkali dianggap sebagai propaganda. Akan tetapi laporan-laporan itu dapat diverifikasi ketika media-media lokal di Afghanistan ikut melaporkan.

The Long War Journal kemudian mendata laporan media lokal dalam kurun tiga minggu sejak Taliban mengumumkan operasi itu sejak 26 April 2018. Hasil laporan-laporan ini sedikitnya 198 tentara Afghanistan, polisi, dan milisi pro-pemerintah dan 30 orang lainnya yang dilaporkan tewas. Tetapi The Long War Journal tak ingin menyatakan itu adalah hasil akhir. Karena faktanya, jumlah sebenarnya jauh lebih besar.

Data itu diperoleh dari laporan hasil operasi Al Khandaq di 13 provinsi: Badakhshan, Kunduz, dan di utara Baghlan (Khost dan Nangarhar), timur Logar (Zabul dan Ghazni), di selatan Kandahar (Farah dan Faryab), di barat Badghis dan di pusat Ghor.

BACA JUGA  Taliban Luncurkan Serangan Besar-besaran di Kunduz

Dalam waktu yang sama Taliban juga aktif beroperasi di banyak provinsi lain, seperti Helmand, Uruzgan, Paktika, Paktia, Kunar, Nuristan, Jawzjan, Sar-i-Pul, Balkh, Herat, dan Takhar.

Sekalipun militer Amerika Serikat menebar isu bahwa Taliban saat ini sedang putus asa dan kehilangan daerah kekuasaan di Afghanistan. Survei sepintas terhadap laporan pers Afghanistan bertentangan dengan isu militer AS tentang situasi saat ini.

Sumber: The Long War Journal
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Remaja Ancam Tembak Presiden Disebut Lucu-lucuan, Senator: Polisi Jangan Beropini untuk Lindungi Pelaku

"Jangan karena anak tersebut adalah anak Cina kaya, Polda Metro Jaya terkesan takut atau bahkan beropini untuk melindungi pelaku"

Kamis, 24/05/2018 16:43 3

Indonesia

Klarifikasi Ustadz Syamsudin Uba Perihal Kunjungan Intelkam Mabes Polri

Ustadz Syamsudin menangkap ada keinginan dari pihak Mabes Polri agar ia duduk bersama di depan Namun ia menolak karena memahami ada semacam permainan yang sedang dijalankan aparat.

Kamis, 24/05/2018 16:27 1

Indonesia

‘Generasi Z’ Indonesia Miliki Komitmen Terhadap Agama Paling Tinggi

Generasi Z sendiri adalah orang-orang yang lahir di generasi yang sudah menikmati kemajuan teknologi usai kelahiran internet. Usianya berkisar 18-21 tahun.

Kamis, 24/05/2018 14:30 0

Indonesia

Tugas Pemerintahan Jokowi Agar Negara Lain Tak Ikuti AS Pindahkan Kedutaan Ke Yurusalem

Presiden Joko Widodo dan jajarannya didesak untuk berdiplomasi agar langkah AS pindahkan kedutaan ke Yerusalem tak diikuti negara lain

Kamis, 24/05/2018 13:56 0

Manhaj

Fase Jihad Rasul: Sabar dan Memaafkan Kafir Quraisy

Ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam di Makkah, jihad pada fase ini adalah dengan sabar dan memaafkan. Walaupun realitanya, beliau dan kaum muslimin mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang kafir Quraisy

Kamis, 24/05/2018 13:32 0

Suara Pembaca

Kala Kolong Jembatan Disulap Jadi Pusat Kegiatan Agama

Kolong jembatan di Taipo, Hongkong jadi pusat kegiatan agama buruh migran asal Indonesia

Kamis, 24/05/2018 13:23 0

Indonesia

LPAI: Anak-anak Tidak Boleh Jadi Sasaran Stigma Teroris

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi sasaran stigma teroris, termasuk stigma akibat perbuatan orang tua mereka

Kamis, 24/05/2018 11:30 0

Indonesia

Rapat Panja DPR Hasilkan Dua Pilihan Definisi Terorisme

Dalam rapat panja RUU Antiterorisme, DPR bersama Pemerintah telah mengerucut ke dua pilihan definisi terorisme.

Kamis, 24/05/2018 10:50 0

Indonesia

Tak Setuju Deradikalisasi, Muhammadiyah Usulkan Moderasi

Muhammadiyah mengusulkan moderasi gantikan program deradikalisasi

Kamis, 24/05/2018 10:29 0

Video Kajian

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid?

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid? Menurut pengalamanmu, selain untuk kegiatan shalat lima waktu dan Jumatan, apa saja fungsi masjid bagi umat Islam? Yang lagi ramai baru-baru ini, tentang “tidak boleh bicara politik di masjid”, bagaimana tanggapan masyarakat? Yuk, kita simak bareng-bareng di sini!

Kamis, 24/05/2018 06:30 0

Close