Inspiratif, Cara Bocah SD Dubai Hemat Konsumsi Air Wudhu di Masjid

KIBLAT.NET, Dubai – Islam menganjurkan umatnya untuk melestarikan lingkungan dengan tidak membuang-buang air, makanan atau apapun yang diberikan Allah. Untuk memaksimalkan bulan suci Ramadhan, seorang anak dari Dubai berumur 10 tahun memutuskan untuk mempraktikkan syariat mulia tersebut.

Faiz Muhammad, yang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghemat air yang digunakan untuk berwudhu. Ia memulainya dengan sebuah eksperimen.

Pertama, Faiz menggunakan air yang mengalir dari kran untuk berwudhu. Ia menyiapkan ember di bawahnya untuk memeriksa berapa banyak air yang dia gunakan. Kedua, Faiz menggunakan cangkir air (bukan langsung dari kran) untuk berwudhu. Hasilnya mengejutkan, terjadi perbedaan jumlah konsumsi air yang digunakan dalam kedua eksperimen itu.

“Pertama saya menggunakan 7,3 liter air. Dan untuk kedua kalinya, berhati-hati, saya hanya menggunakan 1,2 liter air. Sekarang bayangkan pemborosan air ketika kita melakukan wudhu lima kali sehari, 35 kali per minggu dan 150 kali per bulan,” katanya.

“Ini hanya untuk satu orang, artinya saya menggunakan 36,5 liter per hari, 252 liter per minggu dan 1.080 liter per bulan. Sementara ketika menggunakan cangkir, saya menggunakan 6 liter per hari, 42 liter per minggu dan 180 liter per bulan. Ini berarti saya akan menghemat 900 liter per bulan dengan memilih metode kedua,” imbuh Faiz.

Bertekad untuk menghentikan pemborosan, Faiz mendemonstrasikan eksperimennya di hadapan keluarga dan teman-temannya dalam sebuah acara buka bersama. Kemudian, ia memutuskan untuk memberikan kesadaran akan hal itu di masjid.

“Saya pergi Shalat Tarawih dengan orang tua saya setiap malam di bulan Ramadhan, saya pikir itu adalah yang terbaik untuk memanfaatkan kesempatan ini. Karena itu saya telah memulai gerakan kesadaran di masjid, pertama dengan menunjukkan wudhu menggunakan cangkir, daripada menggunakan air yang mengalir,” katanya.

Faiz juga membuat poster berwarna-warni yang memuat informasi tentang konservasi air kemudian ia tempel di area berwudhu. Setelah sholat, dia berbincang dengan anak-anak sebayanya, meminta mereka memberi tahu orang tua dan anggota keluarga mereka agar tidak menyia-nyiakan air.

“Banyak orang memuji saya untuk tindakan ini dan telah mengurangi jumlah air saat melakukan wudhu,” katanya seperti dikutip Khaleejtimes, Kamis (24/05/2018).

Siswa SD Sabari India ini kemudian memberika pesan terakhir; “Mari kita semua memilih Sunnah ini dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mari kita mengejar pahala. Pesan yang paling penting yang saya ingin sampaikan adalah bahwa tetesan kecil yang banyak dapat menciptakan lautan yang besar. Tetes kecil ini mewakili kita masing-masing, sedangkan laut merepresentasikan kemampuan dari semua tetesan kita, yang akan membantu kita untuk menghemat air dan menggunakannya untuk generasi penerus. Mari kita gunakan sumber daya kita sesuai dengan kebutuhan kita, bukan sesuai kemauan kita.”

Sumber: Khaleej Times
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat