... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Jalin Komunikasi dengan Muqtada Al-Sadr, Ini yang Dibicarakan

Foto: Pemimpin Syiah Irak, Muqtada Al-Sadr

KIBLAT.NET, Baghdad – Asisten Muqtada Al-Sadr, Dhiya’ Al-Asady, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat terus berkomunikasi dengan anggota koalisi politik Sairun pimpinan Al-Sadr, yang memenangkan pemilu parlemen tahun ini.

Kepada Reuters baru-baru ini, Asady menjelaskan bahwa tidak ada pembicaraan langsung antara koalisi pimpinan Al-Sadr itu dengan Amerika. AS menggunakan mediator untuk membuka saluran dengan anggota koalisi Sairun.

“Mereka bertanya tentang posisi gerakan Al-Sadr ketika berkuasa: Akankah mereka kembali muncul atau mendatangkan Tentara Mahdi atau mengaktifkan tentara itu kembali? Akankah mereka menyerang pasukan AS di Iraq?” ungkap Asady. Tentara Mahdi merupakan milisi benukan Muqtada Al-Sadr dan terlibat dalam pertempuran menghadapi tentara AS pada perang 2003 di negara itu.

Asady mengatakan bahwa gerakannya tidak ada niatan kembali ke titik awal. Kami, katanya, tidak bermaksud untuk memiliki kekuatan militer selain tentara, polisi dan pasukan keamanan resmi.

Sadr, Amerika dan Iran

Sadr dan Washington menolak kehadiran Iran di Iraq. Iran dapat menancapkan pengaruhnya untuk membentuk pemerintahan baru di negara tersebut.

Koalisi Sairun menyeru Duta Besar Iran di Baghdad untuk hadir dalam pertemuan para petinggi diplomat pekan lalu. Asady mengatakan bahwa Dubes Iran berhalangan hadir.

Sementara itu, Sadr telah menggelar pertemuan dengan para pemimpin beberapa blok politik dan menetapkan syarat dukungannya bagi calon perdana menteri. Dia mengatakan ingin seorang kandidat menolak sektarianisme, campur tangan eksternal dan korupsi.

BACA JUGA  Selain Suriah, Turki Juga Gelar Operasi Militer di Irak

Blok Sadr tidak menutup kemungkinan membentuk koalisi dengan blok yang dipimpin oleh sekutu paling kuat Iran, Hadi Al-Amiri, selama pemimpin milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi itu meninggalkan apa yang dikatakan Al-Asadi sebagai “politik sektarian” dan menjadi patriot Iraq.

“Kami tidak mengadakan pertemuan resmi dengan mereka (orang-orang Iran). Terkadang kami mendapatkan beberapa kontak terkait dengan apa yang sedang terjadi, tetapi ini tidak dapat dianggap sebagai pertemuan atau diskusi tentang masalah apa pun,” ujar Asady.

Di sisi lain, seorang mantan pejabat senior Iraq mengatakan bahwa Sadr akan mencoba untuk mengalahkan Iran. Namun di sisi lain, kata pejabat tersebut, Sadr tidak akan membiarkan ancaman apapun terhadap blok-blok yang memiliki aqidah Syiah sepertinya.

Sumber: Al-Jazeera, Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid?

Jadi Tahu: Bolehkah Bicara Politik di Masjid? Menurut pengalamanmu, selain untuk kegiatan shalat lima waktu dan Jumatan, apa saja fungsi masjid bagi umat Islam? Yang lagi ramai baru-baru ini, tentang “tidak boleh bicara politik di masjid”, bagaimana tanggapan masyarakat? Yuk, kita simak bareng-bareng di sini!

Kamis, 24/05/2018 06:30 0

Analisis

Amaq; Media ISIS yang Diragukan, Namun Dibesarkan Media Barat

Amaq; Media ISIS yang Diragukan, Namun Dibesarkan Media Barat. Amaq menyajikan breaking news secara cepat setiap aksi yang diakui sebagai "prajurit khilafah". Karakter ekslusif penyajian Amaq, biasanya diikuti dengan rekaman kesetiaan (baiat) kepada ISIS, video selfie atau pesan singkat sebelum melakukan aksi.

Rabu, 23/05/2018 22:38 2

Indonesia

Muhammadiyah: Sebenarnya Indonesia Tidak dalam Suasana Darurat UU Terorisme

Sebenarnya Indonesia tidak dalam suasana darurat undang-undang terorisme

Rabu, 23/05/2018 21:06 1

Indonesia

Ini Pandangan Jihadis Tentang Boleh Tidaknya Jadi Anggota DPR

Syarat ini dikutipnya dari Dr. Abdullah Azzam, sosok yang membangkitkan jihad empat dekade terakhir.

Rabu, 23/05/2018 20:15 1

Indonesia

Mantan Jenderal Polri Klaim Densus 88 Paling Tahu Masalah Terorisme

Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) Benny J Mamoto mengatakan yang lebih mengetahui informasi intelijen terkait perkembangan terorisme adalah interogrator dan tim cyber Densus 88.

Rabu, 23/05/2018 17:10 0

Indonesia

Sidney Jones: Pola Bom Bunuh Diri di Surabaya Tak Akan Terulang

Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones menyakini bahwa bom bunuh diri yang melibatkan satu keluarga seperti di Surabaya tidak akan terjadi lagi.

Rabu, 23/05/2018 17:05 0

Indonesia

Komnas HAM: Jangan Gara-gara Ada Bom Aparat Semena-Mena Menindak Teroris

Komnas HAM tidak setuju dengan penilaian aparatur negara bahwa terorisme adalah 'ekstra ordinary crime'. 

Rabu, 23/05/2018 16:37 0

Indonesia

Densus 88 Tolak Definisi Terorisme, Ketua Pansus Ungkap Alasannya

Romo menyebutkan bahwa ketika tidak ada definisi yang konkrit tentang terorisme, maka penanganan terorisme akan liar.

Rabu, 23/05/2018 16:12 0

Indonesia

Setara: Pemerintah Harus Perhatikan HAM dalam RUU Terorisme

Ketua Setara Institute, Hendardi meminta Pemerintah untuk memperhatikan hukum dan menghormati HAM dalam penanganan terorisme. Termasuk dalam menyusun RUU Anti-Terorisme.

Rabu, 23/05/2018 15:05 0

Indonesia

Kasus Arya Wedakarna di Tahap Penyidikan, Polda Bali Periksa Saksi

Perkara persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali yang menjerat Arya Wedakarna naik ke tahap penyidikan. Polda Bali telah melakukan gelar perkara pada Rabu (09/05/2018).

Rabu, 23/05/2018 14:44 0

Close