... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sidney Jones: Pola Bom Bunuh Diri di Surabaya Tak Akan Terulang

Foto: Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones

KIBLAT.NET, Jakarta- Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones meyakini bahwa bom bunuh diri yang melibatkan satu keluarga seperti di Surabaya tidak akan terjadi lagi. Sidney Jones melihat, aksi bom dengan melibatkan keluarga merupakan pola baru yang terjadi di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa tiga keluarga yang terlibat bom bunuh diri di Surabaya berasal dari satu pengajian yang sama. Mereka berguru kepada seorang yang bernama Khalid Abu Bakar. Namun Khalid raib begitu bom beruntun meledak di Surabaya antara 13-14 Mei 2018.

Akan tetapi, menurutnya pola itu tidak akan berkembang dan tidak akan terjadi lagi. Ia beralasan bahwa seorang ekstremis tetap tidak mungkin mau mengorbankan anak dan istrinya.

“Karena orang ekstremis pun tidak akan mau mengorbankan anaknya. Saya pikir itu suatu yang betul betul luar biasa yang mungkin itu single incident yang tidak akan terjadi lagi. Saya berharap begitu. Saya kira bahwa kemungkinan kecil akan diikuti dan akan terjadi lagi, memakai anak sendiri sebagai pembom bunuh diri,” ungkapnya seusai sebuah diskusi terorisme di Hotel Ashley, Jakarta Pusat pada Selasa (22/05/2018)

Hampir seluruh anggota keluarga pelaku tewas dalam aksi tersebut. Keluarga Dita Oepriarto yang meledakkan bom di tiga gereja, keluarga Tri Murtiono yang meledakkan bom di pintu masuk Markas Polrestabes Surabaya, sedangkan keluarga Anton Ferdiantono terkena ledakan saat masih merakit bom di rusunnya sendiri.

BACA JUGA  Suasana Haru Iringi Sholat Jenazah Rozian

Meski demikian, Sidney Jones justru melihat bahwa serangan tersebut merupakan indikasi melemahnya kelompok ISIS di Indonesia. Ia beralasan, bahwa seiring waktu dukungan kepada ISIS semakin menurun dan ia menduga serangan itu hanya untuk mencari perhatian publik saja.

“Saya justru yakin yang kami lihat selama bulan Mei adalah indikasi bahwa kelompok ekstremis lebih lemah. Karena mereka lebih memilih melakukan aksi spektakuler untuk mendapatkan perhatian dari publik. Dan mereka mungkin merasa tanpa aksi seperti itu tidak ada orang yang memperhatikan apa yang mereka lakukan dan saya yakin dukungan untuk ISIS pasti akan menurun di Indonesia. Walaupun selama ada begitu banyak aksi atas nama ISIS,” jelasnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pejuang Asing TIP Serukan Pesan Hijrah untuk Muslim di Barat

Dalam pesan videonya, mereka menyinggung berbagai persoalan da kesalahan yang berkembang di kehidupan masyarakat Barat.

Rabu, 23/05/2018 15:37 0

Palestina

Dihadiahi Foto Al-Quds Tanpa Masjid Al-Aqsha, Dubes As untuk Israel Senang

gambar berukuran besar tersebut merupakan hadiah dari kelompok Yahudi Ekstrem untuk Friedman. Dalam foto itu terlihat kuil Yahudi berdiri di kompleks yang saat ini berdiri Masjid Al-Aqsha.

Rabu, 23/05/2018 13:29 0

Palestina

Jet Tempur Israel Kembali Serang Gaza

Sejumlah sumber menyebutkan, lokasi yang menjadi target sebuah lokasi polisi laut miliki Hamas dan kapal-kapal nelayan di pelabuhan Gaza di barat kota tersebut. Serangan dilakukan beberapa kali.

Rabu, 23/05/2018 08:52 0

News

Munarman Ungkap Agenda Terorisme Amerika dalam Cuitan Mike Pence

“Perang melawan terorisme itu sebenarnya perang terhadap jihad. Kalau memang terorisme itu didefinisikan kepada semua yang menggunakan kekerasan, seharusnya kasus Bom Alam Sutera juga disebut sebagai aksi terorisme karena sama-sama menggunakan bom,” sebut mantan aktivis YLBHI ini

Selasa, 22/05/2018 20:55 1

Amerika

Jumlah Penembakan di Sekolah AS 57 Kali Lipat dari di Negara Industri

Telah ada setidaknya 288 penembakan di sekolah di Amerika Serikat sejak 1 Januari 2009.

Selasa, 22/05/2018 17:30 0

Suriah

SNHR: Piala Dunia Dinodai Darah 6.133 Warga Suriah yang Dibunuh Rusia

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) merilis laporan yang mendokumentasikan pelanggaran paling penting oleh pasukan Rusia sejak dimulainya intervensi militer di Suriah pada 30 September 2015.

Selasa, 22/05/2018 16:53 0

Asia

Virus Mematikan Makan Belasan Korban di India, Negara Tetapkan Kondisi Waspada

Virus mematikan yang dibawa oleh kelelawar buah telah menewaskan sedikitnya tiga orang di India selatan. Delapan kematian lainnya di negara bagian Kerala sedang diselidiki terkait dengan virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian 70 persen.

Selasa, 22/05/2018 16:09 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai perisai. Perisai dari syubhat dan syahwat, sebagai penyelamat dari siksa neraka di Akhirat kelak. Apa saja amalan yang harus kita lakukan pada bulan Ramadhan agar puasa kita benar-benar menjadi perisai dari api neraka? Simak kajian berikut ini!

Selasa, 22/05/2018 16:08 0

Palestina

Ikuti AS dan Guatemala, Paraguay Buka Kedutaan untuk Israel di Al-Quds

KIBLAT.NET, Asuncion – Paraguay membuka kedutaan Israelnya di Al-Quds (Yerusalem) pada Senin (21/05/2018). Ia menjadi...

Selasa, 22/05/2018 14:00 0

Asia

Indahnya Bulan Ramadhan 1439 H Dibalut dalam Satu Nampan untuk Berbagai Etnis

Saat jamaah sudah berkumpul dan bersiap untuk berbuka puasa, Dai Ambassador Corps Dompet Dhuafa untuk Korea Selatan di Masjid al-Ikhlas Yongin yaitu Ustadz Alnof Dinar langsung mengambil inisiatif menyampaikan taushiyah singkat dalam tiga bahasa yaitu Arab, Indonesia dengan selingan bahasa Inggris.

Selasa, 22/05/2018 13:10 0

Close