... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muhammadiyah: Sebenarnya Indonesia Tidak dalam Suasana Darurat UU Terorisme

Foto: Diskusi bertajuk Quo Vadis Revisi UU Anti Terorisme di PP Muhammadiyah

KIBLAT.NET, Jakarta – Muhammadiyah secara resmi telah menyerahkan pandangan tertulis kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait revisi undang-undang terorisme. Meski demikian, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu menilai saat ini bukan masa darurat undang-undang terorisme.

Dalam sambutan diskusi bertajuk Quo Vadis Revisi UU Anti Terorisme, Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy mengatakan organisasinya telah menyerahkan pandangan tertulis kepada Ketua DPR terkait RUU Pemberantasan Terorisme. “Memang terkesan agak terlambat padahal sebetunya tidak, karena Muhammadiyah tidak punya target kapan revisi undang-undang ini selesai,” ungkapnya di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/05/2018).

Dalam kajian yang disampaikan kepada DPR, Muhammadiyah memberikan beberapa poin masukan dalam revisi undang-undang pemberantasan terorisme. Masalah pelibatan intelijen dan militer, masa penangkapan, penyadapan, penahanan, hingga pencabutan paspor dan kewarganegaraan disoroti PP Muhammadiyah dalam masukan tersebut.

Bahtiar mengatakan penting bagi pihaknya untuk menyaumbangkan pemikiran dalam RUU Pemberantasan Terorisme. Dia berharap nanti akan dihasilkan aturan yang lebih baik dari yang sudah ada, meski sebenarnya undang-undang baru tak terlalu dibutuhkan.

“Sebenarnya kita tidak dalam suasana darurat undang-undang terorisme,” ujarnya.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Luar Negeri itu menilai sebenarnya Undang-udang nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang berlaku saat ini telah cukup efektif. Buktinya, dalam periode sebelumnya pernah tidak terjadi aksi terorisme.

BACA JUGA  Menag Sebut Sertifikasi Penceramah Tidak Wajib

Selanjutnya, Muhammadiyah menekankan agar ke depan penanganan terorisme diharapkan dapat dilakukan secara terbuka. Sebab, selama ini tak ada pengawasan terhadap proses penanganan tersebut.

“Proses penanganan terhadap teroriame semestinya berjalan terbuka,” tandasnya.

Saat ini, DPR tengah mengebut pembahasan revisi Undang-undang Terorisme, yang telah diusulkan pemerintah sejak 2016. Sebelumnya, presiden Joko Widodo mendesak RUU tersebut segera dirampungkan pada Mei 2018. Jika tidak, maka pemerintah akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu).

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Muhammadiyah: Sebenarnya Indonesia Tidak dalam Suasana Darurat UU Terorisme”

  1. rano parno

    setuju usulan organisasi mung masih

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pejuang Asing TIP Serukan Pesan Hijrah untuk Muslim di Barat

Dalam pesan videonya, mereka menyinggung berbagai persoalan da kesalahan yang berkembang di kehidupan masyarakat Barat.

Rabu, 23/05/2018 15:37 0

Palestina

Dihadiahi Foto Al-Quds Tanpa Masjid Al-Aqsha, Dubes As untuk Israel Senang

gambar berukuran besar tersebut merupakan hadiah dari kelompok Yahudi Ekstrem untuk Friedman. Dalam foto itu terlihat kuil Yahudi berdiri di kompleks yang saat ini berdiri Masjid Al-Aqsha.

Rabu, 23/05/2018 13:29 0

Palestina

Jet Tempur Israel Kembali Serang Gaza

Sejumlah sumber menyebutkan, lokasi yang menjadi target sebuah lokasi polisi laut miliki Hamas dan kapal-kapal nelayan di pelabuhan Gaza di barat kota tersebut. Serangan dilakukan beberapa kali.

Rabu, 23/05/2018 08:52 0

News

Munarman Ungkap Agenda Terorisme Amerika dalam Cuitan Mike Pence

“Perang melawan terorisme itu sebenarnya perang terhadap jihad. Kalau memang terorisme itu didefinisikan kepada semua yang menggunakan kekerasan, seharusnya kasus Bom Alam Sutera juga disebut sebagai aksi terorisme karena sama-sama menggunakan bom,” sebut mantan aktivis YLBHI ini

Selasa, 22/05/2018 20:55 1

Amerika

Jumlah Penembakan di Sekolah AS 57 Kali Lipat dari di Negara Industri

Telah ada setidaknya 288 penembakan di sekolah di Amerika Serikat sejak 1 Januari 2009.

Selasa, 22/05/2018 17:30 0

Suriah

SNHR: Piala Dunia Dinodai Darah 6.133 Warga Suriah yang Dibunuh Rusia

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) merilis laporan yang mendokumentasikan pelanggaran paling penting oleh pasukan Rusia sejak dimulainya intervensi militer di Suriah pada 30 September 2015.

Selasa, 22/05/2018 16:53 0

Asia

Virus Mematikan Makan Belasan Korban di India, Negara Tetapkan Kondisi Waspada

Virus mematikan yang dibawa oleh kelelawar buah telah menewaskan sedikitnya tiga orang di India selatan. Delapan kematian lainnya di negara bagian Kerala sedang diselidiki terkait dengan virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian 70 persen.

Selasa, 22/05/2018 16:09 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai perisai. Perisai dari syubhat dan syahwat, sebagai penyelamat dari siksa neraka di Akhirat kelak. Apa saja amalan yang harus kita lakukan pada bulan Ramadhan agar puasa kita benar-benar menjadi perisai dari api neraka? Simak kajian berikut ini!

Selasa, 22/05/2018 16:08 0

Palestina

Ikuti AS dan Guatemala, Paraguay Buka Kedutaan untuk Israel di Al-Quds

KIBLAT.NET, Asuncion – Paraguay membuka kedutaan Israelnya di Al-Quds (Yerusalem) pada Senin (21/05/2018). Ia menjadi...

Selasa, 22/05/2018 14:00 0

Asia

Indahnya Bulan Ramadhan 1439 H Dibalut dalam Satu Nampan untuk Berbagai Etnis

Saat jamaah sudah berkumpul dan bersiap untuk berbuka puasa, Dai Ambassador Corps Dompet Dhuafa untuk Korea Selatan di Masjid al-Ikhlas Yongin yaitu Ustadz Alnof Dinar langsung mengambil inisiatif menyampaikan taushiyah singkat dalam tiga bahasa yaitu Arab, Indonesia dengan selingan bahasa Inggris.

Selasa, 22/05/2018 13:10 0

Close