... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM: Jangan Gara-gara Ada Bom Aparat Semena-Mena Menindak Teroris

Foto: Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. (paling kiri)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komnas HAM tidak setuju dengan penilaian aparatur negara bahwa terorisme adalah ‘ekstra ordinary crime’. Karena yang dikategorikan dalam tindakan itu hanya pada satu kriminal besar, yakni genosida. Meskipun semua sepakat, radikalisme, terorisme dan ekstrimisme adalah suatu tindakan kejam.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan walaupun demikian negara tidak bisa mencari-cari alasan dalam penindakan terorisme dengan mengesampingkan HAM.

“Ada bom disana-sini, oke itu tantangan. Tetapi jangan gara-gara itu kita memperluas margin apresiasi yang sudah kita tentukan, kalau itu terjadi nanti bisa karu-karuan. Kita sudah bicara pasal demi pasal bersama Pansus RUU terorisme untuk menentukan mana yang bisa kita terima sebagai margin apresiasi HAM mana yang tidak,” katanya dalam diskusi “Menguak Fakta Aktual Radikalisme dan Terorisme di Indonesia” di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Selasa, (22/5/2018).

Dia menjelaskan margin apresiasi bisa diterima tetapi ada prinsip dasar yang harus dipatuhi sesuai konstitusi dan standar internasional. Prinsipnya konstitusi juga menyatakan negara wajib memberikan kepada rakyatnya hak untuk hidup, hak untuk bebas berpendapat, hak menjalankan ibadah menurut keyakinan, hak untuk tidak disiksa dan hak lainnya.

“Komnas HAM kerap menerima aduan dari pengacara pelaku terorisme, klien mereka mengadu tidak mendapatkan hak-haknya di penjara. Kita pun mencoba turun mengecek langsung kondisi Mako Brimob dan sel-sel terorisme. Kita meminta kepada Kadensus untuk tetap menjaga hak-hak terduga atau terpidana, jangan sampai sel di Indonesia menjadi sel Guantanamo. Untuk sementara sel di Indonesia masih bisa ditoleransi,” ujarnya.

BACA JUGA  PPMI Assalaam Lantik Pimpinan Baru dan Resmikan Stadion

Ahmad Taufan melanjutkan Komnas HAM juga tidak setuju dengan hukuman mati yang dijatuhkan kepada terpidana terorisme Aman Abdurrahman, meskipun ia telah melakukan kejahatan. Sebab, hak untuk hidup berhak didapatkan bagi setiap warga negara yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apapun.

“Hak untuk hidup dan hak untuk tidak disiksa, ini gak bisa ditawar-tawar, kalau ditawar repot. Jadilah penindakan yang main ‘dar-der-dor’, ini kan kacau. Kita juga akan menentukan standar norma-norma kepada tahanan terorisme dengan berdiskusi oleh para pakar dan instansi terkait. Meskipun catatan kekerasan oleh aparat sempat berkurang,” tegasnya.

Ia mengungkapkan Komnas HAM berharap melalui RUU Terorisme bisa ditetapkan dengan tataran norma-norma akuntabilitas demi meningkatkan criminal justice system. Sehingga aparat tidak semena-mena mengintersepsi semua orang dan memunculkan ‘abuse of power’.

“Kami mengusulkan semuanya diatur dengan jelas di peraturan pemerintah, baik mulai dari protokol pencegahan, penindakan, introgasi, pengadilan dan penahanan, serta termasuk bila ada peran TNI. Kalau enggak, kita 20 tahun bangun reformasi belum nampak nyata hasilnya tapi tiba-tiba muncul gebrakan yang akan menyebabkan sentimental,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pejuang Asing TIP Serukan Pesan Hijrah untuk Muslim di Barat

Dalam pesan videonya, mereka menyinggung berbagai persoalan da kesalahan yang berkembang di kehidupan masyarakat Barat.

Rabu, 23/05/2018 15:37 0

Palestina

Dihadiahi Foto Al-Quds Tanpa Masjid Al-Aqsha, Dubes As untuk Israel Senang

gambar berukuran besar tersebut merupakan hadiah dari kelompok Yahudi Ekstrem untuk Friedman. Dalam foto itu terlihat kuil Yahudi berdiri di kompleks yang saat ini berdiri Masjid Al-Aqsha.

Rabu, 23/05/2018 13:29 0

Palestina

Jet Tempur Israel Kembali Serang Gaza

Sejumlah sumber menyebutkan, lokasi yang menjadi target sebuah lokasi polisi laut miliki Hamas dan kapal-kapal nelayan di pelabuhan Gaza di barat kota tersebut. Serangan dilakukan beberapa kali.

Rabu, 23/05/2018 08:52 0

News

Munarman Ungkap Agenda Terorisme Amerika dalam Cuitan Mike Pence

“Perang melawan terorisme itu sebenarnya perang terhadap jihad. Kalau memang terorisme itu didefinisikan kepada semua yang menggunakan kekerasan, seharusnya kasus Bom Alam Sutera juga disebut sebagai aksi terorisme karena sama-sama menggunakan bom,” sebut mantan aktivis YLBHI ini

Selasa, 22/05/2018 20:55 1

Amerika

Jumlah Penembakan di Sekolah AS 57 Kali Lipat dari di Negara Industri

Telah ada setidaknya 288 penembakan di sekolah di Amerika Serikat sejak 1 Januari 2009.

Selasa, 22/05/2018 17:30 0

Suriah

SNHR: Piala Dunia Dinodai Darah 6.133 Warga Suriah yang Dibunuh Rusia

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) merilis laporan yang mendokumentasikan pelanggaran paling penting oleh pasukan Rusia sejak dimulainya intervensi militer di Suriah pada 30 September 2015.

Selasa, 22/05/2018 16:53 0

Asia

Virus Mematikan Makan Belasan Korban di India, Negara Tetapkan Kondisi Waspada

Virus mematikan yang dibawa oleh kelelawar buah telah menewaskan sedikitnya tiga orang di India selatan. Delapan kematian lainnya di negara bagian Kerala sedang diselidiki terkait dengan virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian 70 persen.

Selasa, 22/05/2018 16:09 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai perisai. Perisai dari syubhat dan syahwat, sebagai penyelamat dari siksa neraka di Akhirat kelak. Apa saja amalan yang harus kita lakukan pada bulan Ramadhan agar puasa kita benar-benar menjadi perisai dari api neraka? Simak kajian berikut ini!

Selasa, 22/05/2018 16:08 0

Palestina

Ikuti AS dan Guatemala, Paraguay Buka Kedutaan untuk Israel di Al-Quds

KIBLAT.NET, Asuncion – Paraguay membuka kedutaan Israelnya di Al-Quds (Yerusalem) pada Senin (21/05/2018). Ia menjadi...

Selasa, 22/05/2018 14:00 0

Asia

Indahnya Bulan Ramadhan 1439 H Dibalut dalam Satu Nampan untuk Berbagai Etnis

Saat jamaah sudah berkumpul dan bersiap untuk berbuka puasa, Dai Ambassador Corps Dompet Dhuafa untuk Korea Selatan di Masjid al-Ikhlas Yongin yaitu Ustadz Alnof Dinar langsung mengambil inisiatif menyampaikan taushiyah singkat dalam tiga bahasa yaitu Arab, Indonesia dengan selingan bahasa Inggris.

Selasa, 22/05/2018 13:10 0

Close