... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Densus 88 Tolak Definisi Terorisme, Ketua Pansus Ungkap Alasannya

Foto: Ketua Pansus RUU Anti-Terorisme, Muhammad Syafi'i.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Pansus Revisi Undang-undang Terorisme mengungkapkan bahwa pihak Detasemen Khusus 88 Anti Teror menolak adanya definisi terorisme saat pembahasan Revisi Undang-Undang nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Pemerintah ini pada dasarnya sepakat bahwa definisi terorisme, selain ada tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital yang strategis, juga harus mengancam keamanan negara dan punya tujuan politik,” ungkapnya usai menjadi pemateri dalam diskusi bertajuk “Terorisme Politik dan Sekuritisasi Kebijakan” yang digelar Pushami pada Selasa sore (22/05/2018) di Jakarta.

“Di seluruh dunia pada definisi selalu mencantumkan tentang motif ekonomi ,politik, maupun ideologi. Namun yang nggak setuju hanya Densus, lagi-lagi Densus,” lanjutnya.

Romo mengakui dalam pembahasan definisi terorisme belum ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR. Ia mengungkapkan pembahasan tentang hal itu akan dilakukan lebih lanjut.

“Harus ada perbedaan definisi antara kriminal biasa dan terorisme. Unsur politik harusnya memang dimasukkan ke dalam definisi terorisme, motif ideologi, tujuan politik dan ancaman keamanan negara itu semuanya harus ada. Hanya saja Densus saja yang tidak mau (adanya definisi itu). Jika Densus tidak menemukan motif itu (dalam penangkapan) berarti kan bukan teroris, benarkan,” ungkapnya.

Romo mengungkapkan bahwa Densus 88 meminta untuk meniadakan definisi terorisme dan hanya memberi batasan perilaku apa saja yang bisa disebut sebagai aksi teror.

BACA JUGA  Pengamat: Yahya Staquf Rusak Diplomasi Jokowi

“Bentuk ketidaksetujuan Densus dengan definisi yang ditawarkan, mereka bilang sulit mengidentifikasi pelaku di lapangan. Saya bilang ya jangan gampang juga (menuduh teroris) karena ini menyangkut nyawa orang,” ungkapnya.

Romo pun menyebutkan bahwa ketika tidak ada definisi yang konkrit tentang terorisme, maka penanganan terorisme akan liar. Ia menyebut salah satu bukti nyata, yakni kasus Bom Alam Sutera yang tidak disebut aksi teror oleh kepolisian maupun Densus 88.

“Kita ingin teroris diberantas, tetapi sesuai dengan aturan,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pejuang Asing TIP Serukan Pesan Hijrah untuk Muslim di Barat

Dalam pesan videonya, mereka menyinggung berbagai persoalan da kesalahan yang berkembang di kehidupan masyarakat Barat.

Rabu, 23/05/2018 15:37 0

Palestina

Dihadiahi Foto Al-Quds Tanpa Masjid Al-Aqsha, Dubes As untuk Israel Senang

gambar berukuran besar tersebut merupakan hadiah dari kelompok Yahudi Ekstrem untuk Friedman. Dalam foto itu terlihat kuil Yahudi berdiri di kompleks yang saat ini berdiri Masjid Al-Aqsha.

Rabu, 23/05/2018 13:29 0

Palestina

Jet Tempur Israel Kembali Serang Gaza

Sejumlah sumber menyebutkan, lokasi yang menjadi target sebuah lokasi polisi laut miliki Hamas dan kapal-kapal nelayan di pelabuhan Gaza di barat kota tersebut. Serangan dilakukan beberapa kali.

Rabu, 23/05/2018 08:52 0

News

Munarman Ungkap Agenda Terorisme Amerika dalam Cuitan Mike Pence

“Perang melawan terorisme itu sebenarnya perang terhadap jihad. Kalau memang terorisme itu didefinisikan kepada semua yang menggunakan kekerasan, seharusnya kasus Bom Alam Sutera juga disebut sebagai aksi terorisme karena sama-sama menggunakan bom,” sebut mantan aktivis YLBHI ini

Selasa, 22/05/2018 20:55 1

Amerika

Jumlah Penembakan di Sekolah AS 57 Kali Lipat dari di Negara Industri

Telah ada setidaknya 288 penembakan di sekolah di Amerika Serikat sejak 1 Januari 2009.

Selasa, 22/05/2018 17:30 0

Suriah

SNHR: Piala Dunia Dinodai Darah 6.133 Warga Suriah yang Dibunuh Rusia

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) merilis laporan yang mendokumentasikan pelanggaran paling penting oleh pasukan Rusia sejak dimulainya intervensi militer di Suriah pada 30 September 2015.

Selasa, 22/05/2018 16:53 0

Asia

Virus Mematikan Makan Belasan Korban di India, Negara Tetapkan Kondisi Waspada

Virus mematikan yang dibawa oleh kelelawar buah telah menewaskan sedikitnya tiga orang di India selatan. Delapan kematian lainnya di negara bagian Kerala sedang diselidiki terkait dengan virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian 70 persen.

Selasa, 22/05/2018 16:09 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai perisai. Perisai dari syubhat dan syahwat, sebagai penyelamat dari siksa neraka di Akhirat kelak. Apa saja amalan yang harus kita lakukan pada bulan Ramadhan agar puasa kita benar-benar menjadi perisai dari api neraka? Simak kajian berikut ini!

Selasa, 22/05/2018 16:08 0

Palestina

Ikuti AS dan Guatemala, Paraguay Buka Kedutaan untuk Israel di Al-Quds

KIBLAT.NET, Asuncion – Paraguay membuka kedutaan Israelnya di Al-Quds (Yerusalem) pada Senin (21/05/2018). Ia menjadi...

Selasa, 22/05/2018 14:00 0

Asia

Indahnya Bulan Ramadhan 1439 H Dibalut dalam Satu Nampan untuk Berbagai Etnis

Saat jamaah sudah berkumpul dan bersiap untuk berbuka puasa, Dai Ambassador Corps Dompet Dhuafa untuk Korea Selatan di Masjid al-Ikhlas Yongin yaitu Ustadz Alnof Dinar langsung mengambil inisiatif menyampaikan taushiyah singkat dalam tiga bahasa yaitu Arab, Indonesia dengan selingan bahasa Inggris.

Selasa, 22/05/2018 13:10 0

Close