... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Virus Mematikan Makan Belasan Korban di India, Negara Tetapkan Kondisi Waspada

Foto: Virus mematikan di India.

KIBLAT.NET, New Delhi – Virus mematikan yang dibawa oleh kelelawar buah telah menewaskan sedikitnya tiga orang di India selatan. Delapan kematian lainnya di negara bagian Kerala sedang diselidiki terkait dengan virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian 70 persen.

Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari departemen kesehatan. “Departemen kesehatan melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa orang yang terinfeksi dan mencegah penyebaran virus,” katanya di Twitter.

Sampel yang diuji di laboratorium pemerintah mengkonfirmasi keberadaan virus Nipah dalam tiga kematian, sementara Sadanandan mengatakan penyebab kematian yang mencurigakan lainnya hanya bisa dikonfirmasi melalui tes.

“Kami telah mengirim sampel darah dan cairan tubuh dari semua kasus yang dicurigai untuk konfirmasi. Ini akan memakan waktu 24-48 jam untuk hasil yang akan datang,” katanya.

Menteri kesehatan India bergegas mendatangi ahli medis ke negara setelah seorang politisi lokal melaporkan bahwa warga di Calicut panik. Seluruh korban tewas berada di distrik tersebut. “Tim akan memulai langkah-langkah yang diperlukan sebagaimana dijamin oleh protokol untuk penyakit ini,” kata JP Nadda di Twitter.

Press Trust of India melaporkan, ketiga orang yang meninggal termasuk dua saudara kandung yang berusia dua puluhan. Seorang asisten perawat yang telah merawat mereka juga meninggal hari Senin sementara ayah dari para korban menjalani perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA  Badai Memicu Banjir di Jepang, 67 Orang Dilaporkan Tewas

Tetangga mengatakan kepada media setempat bahwa saudara kandung yang meninggal telah makan buah yang diambil dari sebuah kompleks tempat mereka membangun rumah. Seekor kelelawar ditemukan di sumur rumah mereka yang kemudian disegel.

Apa itu Virus Nipah?

Nipah menginduksi diawali gejala mirip flu yang sering menyebabkan ensefalitis dan koma. Kelelawar buah dianggap sebagai pembawa utama virus yang belum ada vaksinasinya.

Nipah pertama kali diidentifikasi di Malaysia pada tahun 1998. Virus itu menyebar ke Singapura dan lebih dari 100 orang tewas di kedua tempat itu. Babi disebut sebagai inang virus, tetapi virus ini diyakini telah diidentifikasi dari kelelawar.

Di India penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 2001 dan enam tahun kemudian, yang memakan 50 jiwa. Kedua wabah itu dilaporkan di daerah-daerah di negara bagian timur Bengal Barat yang berbatasan dengan Bangladesh.

Bangladesh telah menanggung beban penyakit dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 100 orang meninggal akibat Nipah sejak wabah pertama dilaporkan di sana pada tahun 2001. Di Bangladesh pada tahun 2004, manusia terinfeksi Nipah setelah memakan getah kurma yang telah terkontaminasi oleh kelelawar buah yang terinfeksi.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai perisai. Perisai dari syubhat dan syahwat, sebagai penyelamat dari siksa neraka di Akhirat kelak. Apa saja amalan yang harus kita lakukan pada bulan Ramadhan agar puasa kita benar-benar menjadi perisai dari api neraka? Simak kajian berikut ini!

Selasa, 22/05/2018 16:08 0

Suara Pembaca

Ceriakan Senyum Anak Yatim & Dhuafa Saat Lebaran 1439 H Bersama Solidaritas Muslim

Wajah sumringah dan senyum mengembang diantara 100 lebih anak yatim dan dhuafa ketika pembagian paket Senyum Lebaran yang diadakan oleh Solidaritas Muslim jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H begitu terngiang di ingatan kami.

Selasa, 22/05/2018 12:57 0

Indonesia

UGM Coret Ismail Yusanto dari Daftar Penceramah, Ini Respon LDK Pengundang

Mantan Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto dijadwalkan menjadi pembicara dalam diskusi seputar pendidikan Islam di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada 4 Juni mendatang.

Selasa, 22/05/2018 12:52 0

Indonesia

Bebas dari Tuntutan Jaksa, 4 FPI Klaten Divonis Lima Bulan Percobaan

Dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak terbukti. Namun Majelis Hakim tetap menjatuhkan hukuman berupa 5 bulan kurungan percobaan.

Senin, 21/05/2018 19:13 0

Info Event

Mari Gabung SETORPAS Perisai, Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas

Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas (SETORPAS) dukungan nyata PERISAI untuk penghuni lapas yang konsisten beramal shalih

Senin, 21/05/2018 16:25 0

Indonesia

Lawan Fobia Cadar, Brother Fillah Lampung Bikin Eksperimen Sosial Ini

Hari itu, Ahad (20/5) aksi AADC digelar di Lampung. Aksi yang dilaksanakan di Lampung Elephant Park, Enggal ini sukses memecah tangis masyarakat sekitar. Dua wanita bercadar dan dua lelaki berjenggot dengan celana cingkrang berdiri di tengah keramaian sambil memegang kertas bertuliskan ‘Peluk Saya Jika Anda Merasa Aman dengan Keberadaan Saya’.

Senin, 21/05/2018 15:42 0

Indonesia

Baintelkam Mabes Polri Buka Puasa Bersama dengan MT Mahabbah

Acara yang diadakan Baintelkam Polri itu pun menjadi bagian dari program Polri untuk mereduksi penyebaran paham radikal dan intoleran di Indonesia.

Senin, 21/05/2018 15:24 0

Tazkiyah

Dusta yang Sopan

"Kalau yang engkau katakan adalah benar, maka itu adalah hasil pemikiran yang baik. Akan tetapi bila yang kau katakan adalah batil,maka itu adalah dusta yang sopan."

Senin, 21/05/2018 14:26 0

Indonesia

Mahasiswa Jabar Gagas Solusi Alternatif dalam Refleksi 20 Tahun Reformasi

Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) Jawa Barat menggelar agenda rutin Forum Tokoh dan Aktivis Muda dengan tema ‘Gagasan Alternatif Kaum Muda Membangun Kebangkitan Negeri’.

Senin, 21/05/2018 12:36 0

Indonesia

KAMMI Khawatir 200 Daftar Penceramah Justru Memecah Belah

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) khawatir 200 daftar nama penceramah yang direkomendasikan Kemenag justru akan memecah belah masyarakat.

Senin, 21/05/2018 12:03 0

Close