... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

UGM Coret Ismail Yusanto dari Daftar Penceramah, Ini Respon LDK Pengundang

Foto: Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) M. Ismail Yusanto

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto dijadwalkan menjadi pembicara dalam diskusi seputar pendidikan Islam di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada 4 Juni mendatang.

Acara tersebut diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Jama’ah Shalahuddin. Namun, ternyata kehadiran Ismail Yusanto ditolak secara sepihak oleh pihak Kampus dan Kementristekdikti.

“Ustadz Ismail Yusanto akan membawakan tema kajian Samudera tentang Pendidikan Islam, tidak melenceng dari ToR yang sudah diberikan panitia. Tapi apa daya, beliau sudah dicoret atas kehendak beberapa pihak rektorat dan pemerintah yang tidak suka, menggangap beliau berbahaya,” kata ketua LDK Jama’ah Shalahuddin, Kiki Dwi Stiabudi kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Senin (21/05/2018).

Oleh sebab itu, ia mempertanyakan mengapa ada penolakan tersebut. Padahal, seharusnya kampus merupakan tempat pertukaran pikiran dan gagasan.

“Mengapa, bahkan selevel Universitas Gadjah Mada masih ketakutan atas term yang berlainan dengan definisi Pancasila yang ditafsirkan sesukanya oleh penguasa? Bukankah di kampus, tempat di mana dialektika terjadi, tidak seharusnya perbedaan ideologi diberangus dalam ranah akademis?” ucapnya.

Ia mengatakan, panitia juga mengundang pembicara dari berbagai background yang berbeda. Ada sejumlah nama dari organisasi NU, Muhammadiyah, kelompok tarbiyah, kalangan salaf, akademisi, para peneliti bahkan profesor. Bahkan, budayawan termasuk Romo Magniz yang beragama non muslim juga masuk di dalamnya.

“Kesemuanya tersebut panitia hadirkan untuk memberikan gambaran bahwa ada banyak sekali mazhab pemikiran dan ekspresi keagamaan dari masing-masing pembicara. Tidak ada sama sekali niatan untuk menjadikan Masjid Kampus sebagai arena percaturan politik nasional,” tegasnya.

BACA JUGA  Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penodaan Agama Sukmawati, DSKS Protes

Selain itu, Kiki juga menolak jika LDK Jama’ah Shalahuddin disebut sebagai organisasi yang menyebarkan paham radikalisme. Sebab, diskusi tersbut tidak hanya menghadirkan satu pembicara, tapi ada dari berbagai ormas.

“Ada beberapa oknum yang salah menangkap maksud tersebut dan membaca kasus secara parsial. Hasilnya, berita hanya mencoba memojokkan kami dan menyebut JS (Jama’ah Shalahuddin) sebagai organisasi intoleran dan suka bermain api. Kami sampaikan di sini, jika prasangka itu masih melekat di benak Anda, marilah kita bertemu dan melihat langsung kondisi di lapangan,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pasca Astana 9, Pengaruh Turki terhadap Idlib Kian Kuat

Konvoi militer Turki—termasuk kendaraan lapis baja dan truk-truk militer—, Senin (21/05/2018), masuk wilayah Suriah menuju tenggara Idlib. Konvoi itu terutama menuju enam titik pos pemantau gencatan senjata yang dibangun Turki di wilayah tersebut.

Selasa, 22/05/2018 10:59 0

Tunisia

Larangan Tarawih dengan Speaker Picu Kemarahan Warga Tunisia

keputusan itu diambil supaya warga yang tinggal di sekitar masjid tidak terganggu dengan suara yang ditimbulkan dari speaker masjid.

Selasa, 22/05/2018 10:06 0

Irak

10 Bulan Berlalu, Ratusan Mayat di Mosul Masih Belum Terevakuasi

Mayat-mayat itu tertimbun reruntuhan bangunan sejak 10 bulan lalu saat operasi militer di kota tersebut.

Selasa, 22/05/2018 09:24 0

Afrika

Aktivis HAM Tuduh Mauritania Jalin Kesepakatan dengan Jihadis

“Para teroris dapat berobat dan berlatih di wilayah itu dan mereka dengan bebas mengambil pasokan logistik dengan bebas. Hal itu kami telah konfirmasi ke tentara-tentara yang pulang bertugas dari provinsi Al-Aud dan An-Nikmah (provinsi perbatasan),” ujarnya.

Selasa, 22/05/2018 08:29 0

Afghanistan

Hadang Taliban di Farah, AS Terjunkan Pesawat Bomber

Ketika Taliban sedang bergerak melalui area pemukiman dan hampir merebut kota Farah, pasukan Afghan berhasil menahan gerak maju Taliban dengan bantuan udara AS.

Selasa, 22/05/2018 07:25 0

Mesir

Haruskah Mohamed Salah Puasa Saat Final Liga Champions? Ini Kata Ulama Salafi

Borahmi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada keterangan dalam Al-Quran yang memperbolehkan pemain sepak bola tidak boleh berpuasa.

Senin, 21/05/2018 17:30 1

Palestina

Derita Komplikasi Serius, Tahanan Palestina di Israel Tewas

Tahanan Palestina Aziz Oweisat (53 tahun) meninggal dunia dalam masa kurungan 30 di penjara Israel. Ia meninggal pada Ahad (20/05/2018) di rumah sakit Israel, setelah menderita komplikasi gagal paru-paru parah dan pneumonia.

Senin, 21/05/2018 17:08 0

Afghanistan

Terdesak di Farah dan Ghazni, AS Janjikan Bala Bantuan

Sejak Operasi Al Khandaq digelar, Taliban terus mengembangkan wilayah ke sejumlah distrik di Afghanistan. Jenderal John Nicholson, komandan tertinggi AS di Afghanistan berusaha menyakinkan publik bahwa pertempuran masih berpihak pada mereka.

Senin, 21/05/2018 16:35 0

Info Event

Mari Gabung SETORPAS Perisai, Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas

Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas (SETORPAS) dukungan nyata PERISAI untuk penghuni lapas yang konsisten beramal shalih

Senin, 21/05/2018 16:25 0

Afghanistan

Taliban: Sekuat Apapun, Musuh Akan Pulang dengan Tangan Kosong

Ada tiga alasan yang menguatkan statement Imarah Islam Afghanistan tersebut.

Senin, 21/05/2018 16:06 0

Close